BINAWIDYA (RIAUPOS.CO) – Arus lalu lintas di Jalan Binakrida, kawasan dekat kampus Universitas Riau (Unri), Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, mengalami kemacetan setiap sore selama Ramadan. Kepadatan dipicu meningkatnya warga yang berburu takjil serta aktivitas mahasiswa yang pulang kuliah.
Pantauan di lapangan, Selasa (3/3), menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi badan jalan. Di sepanjang sisi jalan, pedagang takjil membuka lapak di depan ruko hingga ke pinggir jalan.
Sejumlah pengendara tampak menghentikan kendaraan secara tiba-tiba untuk membeli makanan berbuka. Akibatnya, arus kendaraan lain terpaksa melambat bahkan berhenti.
Antrean kendaraan terlihat mengular dari arah Jalan Merak Sakti menuju Jalan Balam Sakti. Kemacetan mulai terasa sekitar pukul 17.00 WIB dan semakin padat menjelang azan Maghrib.
Talita Nabilah (21), mahasiswa semester enam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unri, mengaku sering melintasi Jalan Binakrida selama Ramadan karena lokasinya lebih dekat dari tempat kos untuk mencari takjil.
Ia menuturkan, kondisi lalu lintas selama bulan puasa jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa. Bahkan sejak awal Ramadan, kemacetan hampir terjadi setiap sore.
Menurutnya, kepadatan banyak disebabkan kendaraan pembeli yang parkir tidak teratur di pinggir jalan. Situasi tersebut menyulitkan kendaraan lain untuk melintas maupun keluar masuk parkiran.
Talita juga mengaku pernah terjebak macet hingga sekitar 20 menit dari arah Jalan Merak Sakti menuju Jalan Balam Sakti. Upaya memutar melalui Jalan HR Soebrantas ke arah Jalan Balam Sakti pun belum mampu mengurai kepadatan karena ruas tersebut juga ramai.
Selain persoalan parkir, ia menilai belum terlihat adanya petugas yang mengatur arus lalu lintas di lokasi. Ia menyarankan adanya penataan lapak pedagang dan pengaturan parkir yang lebih tertib agar kemacetan dapat dikurangi.
Kemacetan di Jalan Binakrida Unri pun menjadi pemandangan rutin setiap sore sepanjang Ramadan. Tanpa penataan dan pengaturan yang lebih baik, kepadatan diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir bulan puasa. (dof)

