Minggu, 25 Oktober 2026
- Advertisement -

Harga Kelapa Kian Anjlok, Petani Minta Pemerintah Turun Tangan

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melemah dan kini hanya berada di kisaran Rp2.700 hingga Rp2.900 per kilogram di tingkat petani. Penurunan ini membuat para petani semakin tertekan karena hasil penjualan tidak lagi sebanding dengan biaya produksi.

Jika dibandingkan awal Januari 2026, harga kelapa sempat bertahan di angka Rp4.500 hingga Rp4.700 per kilogram. Memasuki pertengahan Januari, harga mulai turun ke kisaran Rp3.700 hingga Rp3.800 per kilogram. Tren penurunan tersebut berlanjut sepanjang Februari hingga akhirnya menyentuh di bawah Rp3.000 per kilogram.

Hamdan, salah seorang petani kelapa di Kecamatan Mandah, Ahad (1/3) mengungkapkan kondisi saat ini sangat memberatkan. Dengan harga tertinggi Rp2.900 per kilogram, pendapatan yang diterima hampir tidak memberikan keuntungan.

Baca Juga:  Tiga Bulan Teror Warga, Buaya 2,5 Meter di Sungai Gaung Akhirnya Diamankan

“Sekarang paling tinggi Rp2.900 per kilo. Biaya panen, upah pekerja, sampai ongkos angkut terus naik. Kadang hasil jual hanya cukup untuk bayar upah,” ujarnya.

Menurutnya, ketika harga masih berada di atas Rp4.000 per kilogram, petani masih bisa menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus merawat kebun. Namun dengan kondisi saat ini, sebagian petani terpaksa menunda pemupukan dan pembersihan lahan karena keterbatasan biaya.

Para petani berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu menjaga stabilitas harga. Upaya yang diharapkan antara lain memperluas akses pasar, mendorong hilirisasi produk turunan kelapa, serta kebijakan lain yang mampu menopang harga di tingkat petani. (ali/*2)

Baca Juga:  Rapat Evaluasi Fisik dan Keuangan

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melemah dan kini hanya berada di kisaran Rp2.700 hingga Rp2.900 per kilogram di tingkat petani. Penurunan ini membuat para petani semakin tertekan karena hasil penjualan tidak lagi sebanding dengan biaya produksi.

Jika dibandingkan awal Januari 2026, harga kelapa sempat bertahan di angka Rp4.500 hingga Rp4.700 per kilogram. Memasuki pertengahan Januari, harga mulai turun ke kisaran Rp3.700 hingga Rp3.800 per kilogram. Tren penurunan tersebut berlanjut sepanjang Februari hingga akhirnya menyentuh di bawah Rp3.000 per kilogram.

Hamdan, salah seorang petani kelapa di Kecamatan Mandah, Ahad (1/3) mengungkapkan kondisi saat ini sangat memberatkan. Dengan harga tertinggi Rp2.900 per kilogram, pendapatan yang diterima hampir tidak memberikan keuntungan.

Baca Juga:  Rapat Evaluasi Fisik dan Keuangan

“Sekarang paling tinggi Rp2.900 per kilo. Biaya panen, upah pekerja, sampai ongkos angkut terus naik. Kadang hasil jual hanya cukup untuk bayar upah,” ujarnya.

Menurutnya, ketika harga masih berada di atas Rp4.000 per kilogram, petani masih bisa menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus merawat kebun. Namun dengan kondisi saat ini, sebagian petani terpaksa menunda pemupukan dan pembersihan lahan karena keterbatasan biaya.

- Advertisement -

Para petani berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu menjaga stabilitas harga. Upaya yang diharapkan antara lain memperluas akses pasar, mendorong hilirisasi produk turunan kelapa, serta kebijakan lain yang mampu menopang harga di tingkat petani. (ali/*2)

Baca Juga:  Pengedar Sabu di Inhil Ditangkap, Polisi Sita 14 Paket Narkotika
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melemah dan kini hanya berada di kisaran Rp2.700 hingga Rp2.900 per kilogram di tingkat petani. Penurunan ini membuat para petani semakin tertekan karena hasil penjualan tidak lagi sebanding dengan biaya produksi.

Jika dibandingkan awal Januari 2026, harga kelapa sempat bertahan di angka Rp4.500 hingga Rp4.700 per kilogram. Memasuki pertengahan Januari, harga mulai turun ke kisaran Rp3.700 hingga Rp3.800 per kilogram. Tren penurunan tersebut berlanjut sepanjang Februari hingga akhirnya menyentuh di bawah Rp3.000 per kilogram.

Hamdan, salah seorang petani kelapa di Kecamatan Mandah, Ahad (1/3) mengungkapkan kondisi saat ini sangat memberatkan. Dengan harga tertinggi Rp2.900 per kilogram, pendapatan yang diterima hampir tidak memberikan keuntungan.

Baca Juga:  Teror Monyet Liar di Tembilahan Makin Mengkhawatirkan, Korban Bertambah Jadi 15 Orang

“Sekarang paling tinggi Rp2.900 per kilo. Biaya panen, upah pekerja, sampai ongkos angkut terus naik. Kadang hasil jual hanya cukup untuk bayar upah,” ujarnya.

Menurutnya, ketika harga masih berada di atas Rp4.000 per kilogram, petani masih bisa menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus merawat kebun. Namun dengan kondisi saat ini, sebagian petani terpaksa menunda pemupukan dan pembersihan lahan karena keterbatasan biaya.

Para petani berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu menjaga stabilitas harga. Upaya yang diharapkan antara lain memperluas akses pasar, mendorong hilirisasi produk turunan kelapa, serta kebijakan lain yang mampu menopang harga di tingkat petani. (ali/*2)

Baca Juga:  Kepesertaan JKN di Inhil Capai 98,64 Persen, Keaktifan Masih Jadi Tantangan

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari