SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Semarak perayaan Imlek 2577 Kongzili yang dirangkai dengan Festival Perang Air serta momentum menyambut Ramadan 1447 Hijriah mendongkrak mobilitas masyarakat melalui jalur laut di Kabupaten Kepulauan Meranti. Lonjakan itu terlihat dari data pergerakan penumpang di Pelabuhan Selatpanjang yang menembus 37.634 orang.
Data tersebut dirilis oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Selatpanjang selama periode H-7 hingga H+5 Imlek 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang naik dan turun dengan 655 kunjungan kapal yang bersandar di pelabuhan utama Kota Sagu.
Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo melalui Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Ade Kurniawan menjelaskan, tingginya mobilitas dipicu padatnya agenda masyarakat dalam satu waktu.
“Momentum Imlek tahun ini beririsan dengan Festival Perang Air yang menjadi daya tarik wisata, sekaligus persiapan masyarakat menyambut Ramadan. Jadi pergerakan orang cukup tinggi, baik yang datang maupun yang berangkat,” ujar Ade, Senin (23/2).
Ia menegaskan, secara umum arus penumpang berjalan lancar dan terkendali. Koordinasi antara KSOP, operator kapal, TNI-Polri, serta instansi terkait dinilai efektif menjaga kelancaran embarkasi dan debarkasi.
Lonjakan tertinggi terjadi pada puncak arus balik H+5 atau 22 Februari 2026. Pada hari itu tercatat 3.022 penumpang berangkat dan 672 penumpang datang, sehingga total pergerakan mencapai 3.694 orang. Angka tersebut meningkat 17,94 persen dibandingkan periode yang sama pada Imlek tahun sebelumnya.
Selain itu, peningkatan signifikan juga terjadi pada H-2 Imlek dengan total 4.076 penumpang atau naik 30,52 persen dibandingkan 2025. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung merayakan Imlek sekaligus mengikuti tradisi Perang Air yang telah menjadi agenda tahunan daerah.
Namun pada H+4 tercatat 2.522 penumpang atau turun 36,07 persen dibandingkan tahun lalu. Ade menyebut, fluktuasi tersebut dipengaruhi pola libur panjang serta strategi masyarakat yang memilih kembali lebih awal sebelum puncak arus balik.
Sementara itu, Capten Derita Adi Prasetyo menegaskan bahwa di tengah tingginya mobilitas tersebut, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.(wir)

