Senin, 1 Juni 2026
- Advertisement -

Disdik Kota Pekanbaru Tegaskan Tak Ada Paksaan Beli Seragam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tahun ajaran baru ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengingatkan kembali, sekolah tidak boleh memaksa siswa membeli seragam di tempat tertentu, apalagi mengoordinir penjualannya.

Saat ini pihak komite sekolah sedang melaksanakan rapat bersama dengan orang tua untuk membahas seragam. Sementara siswa baru saat ini masih menggunakan seragam SD untuk tingkat SMP.

Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal menegaskan, orang tua memiliki kebebasan penuh memilih di mana membeli seragam untuk anak mereka.

’’Tidak ada paksaan. Sekolah tidak boleh mengadakan atau mengoordinir pembelian seragam, baik di sekolah maupun di luar,’’ ujarnya, Jumat (8/8).

Jamal menyebut, pihaknya telah berulang kali mengingatkan sekolah agar tidak terlibat dalam urusan pengadaan seragam. Jika ada sekolah yang memaksa, orangtua diminta segera melapor ke Disdik.

Baca Juga:  Truk Bertonase Besar Lalu Lalang di Jalanan

‘’Kami minta kepada orangtua, kalau ada sekolah yang menyuruh beli seragam di tempat tertentu, bantu kami dengan tidak ikut serta dan segera laporkan,’’ tegasnya.

Langkah ini diambil untuk menghindari polemik yang kerap muncul terkait pengadaan seragam setiap awal tahun ajaran baru. Jamal pun mengimbau sekolah agar fokus terlebih dahulu pada proses pembelajaran, bukan pada urusan seragam.(ilo)






Reporter: Joko Susilo

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tahun ajaran baru ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengingatkan kembali, sekolah tidak boleh memaksa siswa membeli seragam di tempat tertentu, apalagi mengoordinir penjualannya.

Saat ini pihak komite sekolah sedang melaksanakan rapat bersama dengan orang tua untuk membahas seragam. Sementara siswa baru saat ini masih menggunakan seragam SD untuk tingkat SMP.

Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal menegaskan, orang tua memiliki kebebasan penuh memilih di mana membeli seragam untuk anak mereka.

’’Tidak ada paksaan. Sekolah tidak boleh mengadakan atau mengoordinir pembelian seragam, baik di sekolah maupun di luar,’’ ujarnya, Jumat (8/8).

Jamal menyebut, pihaknya telah berulang kali mengingatkan sekolah agar tidak terlibat dalam urusan pengadaan seragam. Jika ada sekolah yang memaksa, orangtua diminta segera melapor ke Disdik.

- Advertisement -
Baca Juga:  Hari Pertama, PBBDD Berhasil Kumpulkan 735 Kantong Darah

‘’Kami minta kepada orangtua, kalau ada sekolah yang menyuruh beli seragam di tempat tertentu, bantu kami dengan tidak ikut serta dan segera laporkan,’’ tegasnya.

Langkah ini diambil untuk menghindari polemik yang kerap muncul terkait pengadaan seragam setiap awal tahun ajaran baru. Jamal pun mengimbau sekolah agar fokus terlebih dahulu pada proses pembelajaran, bukan pada urusan seragam.(ilo)






Reporter: Joko Susilo
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tahun ajaran baru ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengingatkan kembali, sekolah tidak boleh memaksa siswa membeli seragam di tempat tertentu, apalagi mengoordinir penjualannya.

Saat ini pihak komite sekolah sedang melaksanakan rapat bersama dengan orang tua untuk membahas seragam. Sementara siswa baru saat ini masih menggunakan seragam SD untuk tingkat SMP.

Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal menegaskan, orang tua memiliki kebebasan penuh memilih di mana membeli seragam untuk anak mereka.

’’Tidak ada paksaan. Sekolah tidak boleh mengadakan atau mengoordinir pembelian seragam, baik di sekolah maupun di luar,’’ ujarnya, Jumat (8/8).

Jamal menyebut, pihaknya telah berulang kali mengingatkan sekolah agar tidak terlibat dalam urusan pengadaan seragam. Jika ada sekolah yang memaksa, orangtua diminta segera melapor ke Disdik.

Baca Juga:  Pasar Ramadan, Pemko Imbau Pedagang Tidak Jual Takjil Berbahan Berbahaya 

‘’Kami minta kepada orangtua, kalau ada sekolah yang menyuruh beli seragam di tempat tertentu, bantu kami dengan tidak ikut serta dan segera laporkan,’’ tegasnya.

Langkah ini diambil untuk menghindari polemik yang kerap muncul terkait pengadaan seragam setiap awal tahun ajaran baru. Jamal pun mengimbau sekolah agar fokus terlebih dahulu pada proses pembelajaran, bukan pada urusan seragam.(ilo)






Reporter: Joko Susilo

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari