Jumat, 4 April 2025
spot_img

Rahmatiah Sembunyi 6 Jam di Kandang Babi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu menyimpan cerita dan trauma mendalam bagi para warga pendatang. Seperti halnya yang dialami salah seorang warga Takalar, Rahmatiah yang sudah 10 tahun tinggal di sana bersama suami dan anaknya.

Seperti diberitakan Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Rahmatiah mengaku tak bisa melupakan kejadian mencekam yang dialaminya itu. Sebab kejadian yang berlangsung begitu cepat ini menghanguskan rumah beserta dua unit motor miliknya.

Meski demikian ia bersyukur karena dia dan keluarganya bisa selamat dari maut.

"Masih banyak pembakaran, kita masih takut," katanya.

Dia berceritra saat kejadian ia diselamatkan oleh si pemilik tanah yang ia sewa.

Baca Juga:  PA 212 Gelar Ijtimak Ulama IV

"Yang selamatkan kita itu istrinya yang punya tanah, dia panggil kita keluar dari rumah kemudian di bawa ke belakang rumah pak desa dan dimasukkan ke dalam kandang babi. Ada sekitar 30 orang, campur dengan orang asal Tator," kenangnya dengan mata sembab.

Dia mengaku harus rela bersembunyi berjam-jam di kandang babi agar bisa selamat dari tindakan keji oknum tak bertanggung jawab itu.

"Saya masuk pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, baru bisa dievakuasi sama petugas. Kami kemudian dievakuasi ke Polres Wamena selama tiga hari dipengungsian baru berangkat ke Jayapura," tutur dia.

Istri Ruslan ini pun mengaku enggan kembali lagi ke Wamena. Dia memilih pulang ke kampung halamannya dan memindahkan sekolah anaknya.

Baca Juga:  Kuota Bidikmisi Bertambah Jadi 130 Ribu

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu menyimpan cerita dan trauma mendalam bagi para warga pendatang. Seperti halnya yang dialami salah seorang warga Takalar, Rahmatiah yang sudah 10 tahun tinggal di sana bersama suami dan anaknya.

Seperti diberitakan Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Rahmatiah mengaku tak bisa melupakan kejadian mencekam yang dialaminya itu. Sebab kejadian yang berlangsung begitu cepat ini menghanguskan rumah beserta dua unit motor miliknya.

Meski demikian ia bersyukur karena dia dan keluarganya bisa selamat dari maut.

"Masih banyak pembakaran, kita masih takut," katanya.

Dia berceritra saat kejadian ia diselamatkan oleh si pemilik tanah yang ia sewa.

Baca Juga:  Benarkah Virus Corona Bisa Tertular Lewat Mata?

"Yang selamatkan kita itu istrinya yang punya tanah, dia panggil kita keluar dari rumah kemudian di bawa ke belakang rumah pak desa dan dimasukkan ke dalam kandang babi. Ada sekitar 30 orang, campur dengan orang asal Tator," kenangnya dengan mata sembab.

Dia mengaku harus rela bersembunyi berjam-jam di kandang babi agar bisa selamat dari tindakan keji oknum tak bertanggung jawab itu.

"Saya masuk pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, baru bisa dievakuasi sama petugas. Kami kemudian dievakuasi ke Polres Wamena selama tiga hari dipengungsian baru berangkat ke Jayapura," tutur dia.

Istri Ruslan ini pun mengaku enggan kembali lagi ke Wamena. Dia memilih pulang ke kampung halamannya dan memindahkan sekolah anaknya.

Baca Juga:  Bikin Bangga Singapura, Namanya Disejajarkan Joseph Schooling 

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Rahmatiah Sembunyi 6 Jam di Kandang Babi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu menyimpan cerita dan trauma mendalam bagi para warga pendatang. Seperti halnya yang dialami salah seorang warga Takalar, Rahmatiah yang sudah 10 tahun tinggal di sana bersama suami dan anaknya.

Seperti diberitakan Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Rahmatiah mengaku tak bisa melupakan kejadian mencekam yang dialaminya itu. Sebab kejadian yang berlangsung begitu cepat ini menghanguskan rumah beserta dua unit motor miliknya.

Meski demikian ia bersyukur karena dia dan keluarganya bisa selamat dari maut.

"Masih banyak pembakaran, kita masih takut," katanya.

Dia berceritra saat kejadian ia diselamatkan oleh si pemilik tanah yang ia sewa.

Baca Juga:  Eks Direktur Operasional PT PDB Ditangkap

"Yang selamatkan kita itu istrinya yang punya tanah, dia panggil kita keluar dari rumah kemudian di bawa ke belakang rumah pak desa dan dimasukkan ke dalam kandang babi. Ada sekitar 30 orang, campur dengan orang asal Tator," kenangnya dengan mata sembab.

Dia mengaku harus rela bersembunyi berjam-jam di kandang babi agar bisa selamat dari tindakan keji oknum tak bertanggung jawab itu.

"Saya masuk pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, baru bisa dievakuasi sama petugas. Kami kemudian dievakuasi ke Polres Wamena selama tiga hari dipengungsian baru berangkat ke Jayapura," tutur dia.

Istri Ruslan ini pun mengaku enggan kembali lagi ke Wamena. Dia memilih pulang ke kampung halamannya dan memindahkan sekolah anaknya.

Baca Juga:  Mobil Dilarikan Karyawan Bengkel

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu menyimpan cerita dan trauma mendalam bagi para warga pendatang. Seperti halnya yang dialami salah seorang warga Takalar, Rahmatiah yang sudah 10 tahun tinggal di sana bersama suami dan anaknya.

Seperti diberitakan Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Rahmatiah mengaku tak bisa melupakan kejadian mencekam yang dialaminya itu. Sebab kejadian yang berlangsung begitu cepat ini menghanguskan rumah beserta dua unit motor miliknya.

Meski demikian ia bersyukur karena dia dan keluarganya bisa selamat dari maut.

"Masih banyak pembakaran, kita masih takut," katanya.

Dia berceritra saat kejadian ia diselamatkan oleh si pemilik tanah yang ia sewa.

Baca Juga:  Bikin Bangga Singapura, Namanya Disejajarkan Joseph Schooling 

"Yang selamatkan kita itu istrinya yang punya tanah, dia panggil kita keluar dari rumah kemudian di bawa ke belakang rumah pak desa dan dimasukkan ke dalam kandang babi. Ada sekitar 30 orang, campur dengan orang asal Tator," kenangnya dengan mata sembab.

Dia mengaku harus rela bersembunyi berjam-jam di kandang babi agar bisa selamat dari tindakan keji oknum tak bertanggung jawab itu.

"Saya masuk pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, baru bisa dievakuasi sama petugas. Kami kemudian dievakuasi ke Polres Wamena selama tiga hari dipengungsian baru berangkat ke Jayapura," tutur dia.

Istri Ruslan ini pun mengaku enggan kembali lagi ke Wamena. Dia memilih pulang ke kampung halamannya dan memindahkan sekolah anaknya.

Baca Juga:  Mobil Dilarikan Karyawan Bengkel

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari