Alhamdulillah umat muslim kembali dipertemukan Bulan Ramadan 1445 H, bulan istimewa yang sangat dinanti dan selalu diharapkan dapat bertemu oleh setiap muslim yang beriman (mukmin).
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, hampir separuh bulan Ramadan kita lalui. Masjid-masjid sudah mulai berkurang jemaahnya. Fenomena ini selalu terjadi setiap bulan Ramadan.
Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam di seantero dunia. Lebih hebat lagi penantian Ramadan oleh orang-orang yang mencapai halawatul iman (kemanisan iman). Penikmat keimanan, merasakan begitu indah dan moleknya Ramadan sehingga alpa bahwa kekasihnya itu hanya hadir antara 29 dan 30 hari setahun.
bulan Ramadan dengan penuh kesabaran batiniah yang mereka yakini akan mendapat balasan dari Allah SWT. Mereka akan memperoleh kemenangan setelah penuh pengorbanan dan kesabaran menjalani kewajiban berpuasa.
Aghi tu Andak Yau sedang belego-lego dekat paso sesoghang dighi ajo. Dio malas ngajak bininho, kalau ajak bini kang semuo toko, semuo kedai keno masuk. Tanyo ini, tanyo itu. Tawo sano, tawo situ. Namun membeli tidak. Andak Yau jugo tak endak ngajak anak dio. Kalau bawak anak kang sudahnyo semuo diendak, padahal kocik celana tengah ghebeh.
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika nanti bertemu dengan Rab-Nya” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).
Covid-19 telah menyentak kesadaran dan kesiapan untuk aktif di era digital. Meski telah sirna, tapi dampak “abrasi kemanusiaan” begitu terasa. Sebab, tanpa sadar eksistensinya telah menggerus beberapa dimensi adab (moral) yang seyogyanya terjaga. Hampir semua dimensi interaksi yang sebelumnya face to digital tanpa ruh.