Rabu, 17 Juni 2026
- Advertisement -

Bupati Siak Afni: Kas Daerah Hanya Rp7 Miliar, Kewajiban Rp125 Miliar

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z mengungkapkan kondisi keuangan daerah sedang kritis. Kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak kini hanya tersisa sekitar Rp7 miliar hingga akhir tahun 2025.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Afni saat berdialog dengan tenaga buruh harian lepas (BHL) di Pasar Seni Siak, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10).

Dalam kesempatan itu, Afni menjelaskan keterlambatan pembayaran gaji tenaga non-ASN, guru ngaji, dan BHL, yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Saya jelaskan apa adanya. Per 28 Oktober 2025, kas Kabupaten Siak hanya sekitar Rp7 miliar. Sementara kewajiban pembayaran bulan ini saja mencapai Rp125 miliar. Setidak sehat itu fiskalnya,” ungkap Afni.

Baca Juga:  Kerisauan Ketua Forikan Siak Rasidah Alfedri Terhadap Stunting

Ia mengatakan, dana transfer dari pusat yang seharusnya sudah masuk pada 25 Oktober baru akan ditransfer oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) pada 31 Oktober mendatang.

“Kami sudah berusaha agar jadwal transfer bisa dipercepat karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Tapi pihak KPPN tetap sesuai jadwal, baru transfer tanggal 31 Oktober,” jelasnya.

Karena keterlambatan tersebut, Pemkab Siak memastikan akan ada penundaan pembayaran gaji bagi sejumlah pegawai non-ASN dan pekerja honorer.

Afni menuturkan, dirinya telah memerintahkan Badan Keuangan Daerah (BKD) mencari alternatif dana talangan agar sebagian gaji dapat dicicil dalam pekan ini.

“Kami berusaha agar setidaknya sebagian pembayaran bisa dilakukan untuk beberapa OPD lebih dulu. Sisanya akan mulai dibayarkan lagi pada Senin (3/11),” ucapnya.

Baca Juga:  Dukung Penghapusan BPHTB untuk Pra-PTSL 

Bupati Afni juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pekerja yang terdampak. Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga agar roda pemerintahan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.

“Percayalah, kami pun tidak nyaman dengan situasi ini. Tapi kami terus mencari solusi agar semua bisa terselesaikan,” tutupnya.

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z mengungkapkan kondisi keuangan daerah sedang kritis. Kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak kini hanya tersisa sekitar Rp7 miliar hingga akhir tahun 2025.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Afni saat berdialog dengan tenaga buruh harian lepas (BHL) di Pasar Seni Siak, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10).

Dalam kesempatan itu, Afni menjelaskan keterlambatan pembayaran gaji tenaga non-ASN, guru ngaji, dan BHL, yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Saya jelaskan apa adanya. Per 28 Oktober 2025, kas Kabupaten Siak hanya sekitar Rp7 miliar. Sementara kewajiban pembayaran bulan ini saja mencapai Rp125 miliar. Setidak sehat itu fiskalnya,” ungkap Afni.

Baca Juga:  JCH Diimbau Kurangi Aktivitas Fisik Jelang Keberangkatan

Ia mengatakan, dana transfer dari pusat yang seharusnya sudah masuk pada 25 Oktober baru akan ditransfer oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) pada 31 Oktober mendatang.

- Advertisement -

“Kami sudah berusaha agar jadwal transfer bisa dipercepat karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Tapi pihak KPPN tetap sesuai jadwal, baru transfer tanggal 31 Oktober,” jelasnya.

Karena keterlambatan tersebut, Pemkab Siak memastikan akan ada penundaan pembayaran gaji bagi sejumlah pegawai non-ASN dan pekerja honorer.

- Advertisement -

Afni menuturkan, dirinya telah memerintahkan Badan Keuangan Daerah (BKD) mencari alternatif dana talangan agar sebagian gaji dapat dicicil dalam pekan ini.

“Kami berusaha agar setidaknya sebagian pembayaran bisa dilakukan untuk beberapa OPD lebih dulu. Sisanya akan mulai dibayarkan lagi pada Senin (3/11),” ucapnya.

Baca Juga:  RS Awal Bros Pekanbaru Raih Predikat Perusahaan Layak Anak Utama

Bupati Afni juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pekerja yang terdampak. Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga agar roda pemerintahan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.

“Percayalah, kami pun tidak nyaman dengan situasi ini. Tapi kami terus mencari solusi agar semua bisa terselesaikan,” tutupnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z mengungkapkan kondisi keuangan daerah sedang kritis. Kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak kini hanya tersisa sekitar Rp7 miliar hingga akhir tahun 2025.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Afni saat berdialog dengan tenaga buruh harian lepas (BHL) di Pasar Seni Siak, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10).

Dalam kesempatan itu, Afni menjelaskan keterlambatan pembayaran gaji tenaga non-ASN, guru ngaji, dan BHL, yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Saya jelaskan apa adanya. Per 28 Oktober 2025, kas Kabupaten Siak hanya sekitar Rp7 miliar. Sementara kewajiban pembayaran bulan ini saja mencapai Rp125 miliar. Setidak sehat itu fiskalnya,” ungkap Afni.

Baca Juga:  Pekan Depan Pj Gubri Mulai Serahkan SK PPPK Pemprov Riau

Ia mengatakan, dana transfer dari pusat yang seharusnya sudah masuk pada 25 Oktober baru akan ditransfer oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) pada 31 Oktober mendatang.

“Kami sudah berusaha agar jadwal transfer bisa dipercepat karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Tapi pihak KPPN tetap sesuai jadwal, baru transfer tanggal 31 Oktober,” jelasnya.

Karena keterlambatan tersebut, Pemkab Siak memastikan akan ada penundaan pembayaran gaji bagi sejumlah pegawai non-ASN dan pekerja honorer.

Afni menuturkan, dirinya telah memerintahkan Badan Keuangan Daerah (BKD) mencari alternatif dana talangan agar sebagian gaji dapat dicicil dalam pekan ini.

“Kami berusaha agar setidaknya sebagian pembayaran bisa dilakukan untuk beberapa OPD lebih dulu. Sisanya akan mulai dibayarkan lagi pada Senin (3/11),” ucapnya.

Baca Juga:  Belanja Pegawai Meranti Tembus Rp399 Miliar, Disebut Jadi Bom Waktu APBD

Bupati Afni juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pekerja yang terdampak. Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga agar roda pemerintahan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.

“Percayalah, kami pun tidak nyaman dengan situasi ini. Tapi kami terus mencari solusi agar semua bisa terselesaikan,” tutupnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari