Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

SIAK (RIAUPOS.CO) – Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Genangan air yang mencapai sekitar dua kilometer ini menyebabkan kesulitan bagi warga yang hendak melintas, terutama bagi pengguna sepeda motor dan mobil pribadi.

Jamal, warga Sungai Rawa, mengungkapkan bahwa akibat kondisi ini, ia terpaksa memilih jalur alternatif melalui Kecamatan Bungaraya untuk menuju Siak, karena jalan utama sudah tidak bisa dilewati.

“Pernah motor saya kemasukan air hingga mesinnya rusak. Akibatnya, saya harus membongkar mesin dan mengeluarkan biaya yang cukup besar,” ujar Jamal.

Ia juga merasa heran karena seolah tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini. Sementara itu, hanya kendaraan besar seperti truk pengangkut cangkang yang masih bisa melintas tanpa hambatan.

Baca Juga:  Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

“Kami, masyarakat kecil, sangat terdampak karena jalan ini merupakan akses utama menuju Kota Siak,” tambahnya.

Saat ini, kondisi jalan semakin memburuk karena genangan air yang terus bertahan menyebabkan aspal mengelupas dan memperparah kerusakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, H. Heriyanto SH, menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan instansi terkait, guna mencari solusi.

“Saya berharap masalah ini segera teratasi agar tidak semakin berdampak pada masyarakat,” katanya.

Namun, hingga kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, meskipun banyak kendaraan yang mengalami kerusakan dan kecelakaan akibat lubang yang tertutup genangan air.

Jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut, masyarakat akan semakin dirugikan. Oleh karena itu, diperlukan tindakan segera agar beban mereka tidak semakin bertambah, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.(mng)

Baca Juga:  Harimau Kembali Muncul di Siak, Warga Diminta Hindari Kebun dan Keluar Malam Hari

SIAK (RIAUPOS.CO) – Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Genangan air yang mencapai sekitar dua kilometer ini menyebabkan kesulitan bagi warga yang hendak melintas, terutama bagi pengguna sepeda motor dan mobil pribadi.

Jamal, warga Sungai Rawa, mengungkapkan bahwa akibat kondisi ini, ia terpaksa memilih jalur alternatif melalui Kecamatan Bungaraya untuk menuju Siak, karena jalan utama sudah tidak bisa dilewati.

“Pernah motor saya kemasukan air hingga mesinnya rusak. Akibatnya, saya harus membongkar mesin dan mengeluarkan biaya yang cukup besar,” ujar Jamal.

Ia juga merasa heran karena seolah tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini. Sementara itu, hanya kendaraan besar seperti truk pengangkut cangkang yang masih bisa melintas tanpa hambatan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Harimau Kembali Muncul di Siak, Warga Diminta Hindari Kebun dan Keluar Malam Hari

“Kami, masyarakat kecil, sangat terdampak karena jalan ini merupakan akses utama menuju Kota Siak,” tambahnya.

Saat ini, kondisi jalan semakin memburuk karena genangan air yang terus bertahan menyebabkan aspal mengelupas dan memperparah kerusakan.

- Advertisement -

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, H. Heriyanto SH, menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan instansi terkait, guna mencari solusi.

“Saya berharap masalah ini segera teratasi agar tidak semakin berdampak pada masyarakat,” katanya.

Namun, hingga kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, meskipun banyak kendaraan yang mengalami kerusakan dan kecelakaan akibat lubang yang tertutup genangan air.

Jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut, masyarakat akan semakin dirugikan. Oleh karena itu, diperlukan tindakan segera agar beban mereka tidak semakin bertambah, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.(mng)

Baca Juga:  Dilantik, Bunda Literasi Kecamatan dan Kampung Sabak Auh 
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) – Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Genangan air yang mencapai sekitar dua kilometer ini menyebabkan kesulitan bagi warga yang hendak melintas, terutama bagi pengguna sepeda motor dan mobil pribadi.

Jamal, warga Sungai Rawa, mengungkapkan bahwa akibat kondisi ini, ia terpaksa memilih jalur alternatif melalui Kecamatan Bungaraya untuk menuju Siak, karena jalan utama sudah tidak bisa dilewati.

“Pernah motor saya kemasukan air hingga mesinnya rusak. Akibatnya, saya harus membongkar mesin dan mengeluarkan biaya yang cukup besar,” ujar Jamal.

Ia juga merasa heran karena seolah tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini. Sementara itu, hanya kendaraan besar seperti truk pengangkut cangkang yang masih bisa melintas tanpa hambatan.

Baca Juga:  Jangan Lakukan Hal TakTerpuji untuk Meraih Prestasi

“Kami, masyarakat kecil, sangat terdampak karena jalan ini merupakan akses utama menuju Kota Siak,” tambahnya.

Saat ini, kondisi jalan semakin memburuk karena genangan air yang terus bertahan menyebabkan aspal mengelupas dan memperparah kerusakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, H. Heriyanto SH, menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan instansi terkait, guna mencari solusi.

“Saya berharap masalah ini segera teratasi agar tidak semakin berdampak pada masyarakat,” katanya.

Namun, hingga kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, meskipun banyak kendaraan yang mengalami kerusakan dan kecelakaan akibat lubang yang tertutup genangan air.

Jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut, masyarakat akan semakin dirugikan. Oleh karena itu, diperlukan tindakan segera agar beban mereka tidak semakin bertambah, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.(mng)

Baca Juga:  Harimau Kembali Muncul di Siak, Warga Diminta Hindari Kebun dan Keluar Malam Hari

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari