Kamis, 23 Mei 2024

Jalur Riau-Sumbar via Kiliranjao Masih Buka Tutup

Sungai Kampar Meluap, Jalintim Km 83 Kembali Terendam

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, Senin (26/2), termasuk di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras. Banjir di jalan provinsi ini sempat surut total.

Banjir kembali terjadi akibat dari meluapnya debit air Sungai Kampar.Meski belum berdampak kembali terhambatnya kelancaran aktivitas arus lalu lintas di jalan ini, namun pengendara kendaraan bermotor tetap diimbau waspada saat melintas.

Yamaha

Pasalnya, curah hujan yang kembali meninggi di Negeri Seiya Sekata sejak sepekan terakhir diprediksi menyebabkan tinggi permukaan air yang merendam badan jalintim ini akan kembali naik.

“Ya, banjir kembali merendam badan Jalintim Km 83 mulai hari ini (kemarin, red). Genangan air yang sebelumnya masih berada di bahu jalan, namun pada Ahad (25/2) malam lalu, mulai meluap ke badan jalan,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, Senin (26/2).

Mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini menambahkan, sejak 21 Februari hingga 25 Februari lalu, tinggi permukaan air Sungai Kampar, naik mencapai 29 cm. Berdasarkan penghitungan alat pengukur di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, saat ini debit air Sungai Kampar terpantau berada di angka 3,45 meter dari batas ambang normal.

- Advertisement -

“Dan khusus hari ini (kemarin, red), tinggi debit Sungai Kampar kembali naik sekitar 10 cm. Alhasil, peningkatan tersebut telah menyebabkan air sungai meluap dan meluber ke badan Jalintim Km 83 sehingga genangan air yang sebelumnya telah surut total saat ini kembali merendam jalan padat aktivitas kendaraan bermotor dengan tinggi permukaan air mencapai 5-7 cm,” paparnya.

Baca Juga:  Diprediksi 60 Persen Pemudik Lewat Jalur Riau-Sumatera Barat

Untuk itu, Zulfan kembali mengimbau agar masyarakat pengguna jalan tetap waspada. Pasalnya, curah hujan yang masih tinggi serta adanya pembukaan pintu waduk PLTA Koto Kampar diperkirakan akan menyebabkan tinggi permukaan air akan kembali naik dalam beberapa hari kedepan.

- Advertisement -

“Kami juga tentunya tetap intens melakukan pemantauan perkembangan debit air Sungai Kampar. Sehingga jika kondisi banjir susulan kembali naik dan mengkhawatirkan, tentunya upaya evakuasi warga pengungsi yang telah kembali ke kediamannya akan kembali kami lakukan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto SH SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Akira Ceria SIK MM membenarkan Jalintim Km83 Desa Kemang kembali direndam banjir dengan tinggi permukaan air mencapai 7 cm.

Meski sejauh ini genangan air belum mempengaruhi arus lalu lintas, namun demikian, pihaknya tetap mewaspadai kondisi tersebut. “Meski saat ini aktivitas moda transportasi masih berjalan normal dan lancar, tapi kita tetap waspada dan melakukan pemantauan secara berkala ke lokasi banjir,’’ ujarnya.

‘’Kami sekaligus memonitor arus lalu lintas melalui patroli rutin. Sehingga jika kondisi tinggi permukaan air terus bergerak naik dan kian mengkhawatirkan, maka tentunya upaya pengaturan arus lalu lintas dengan sistem pola tutup jalan akan kembali diterapkan,” tambahnya.

Untuk itu, sambung mantan Kasat Lantas Polres Dumai ini, pihak kembali mengimbau agar masyarakat pengguna jalan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, khususnya di Jalintim Km 83.

Baca Juga:  Tertibkan Tarif Jasa Towing di Lokasi Banjir

Jika di Jalintim Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras lalu lintas masih lancar, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tepatnya di Jalan Lintas Sumbar-Riau via Telukkuantan-Kiliranjao saat ini masih diberlakukan buka tutup. Hal itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di Kuansing.

Kondisi ini juga membuat Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau kesulitan untuk untuk memperbaiki jalan penghubung Riau-Sumbar tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 wilayah Muara Lembu-Batas Provinsi Sumbar, Hervin Haykal, menyebutkan saat ini sudah memasang rambu-rambu sebagai penunjuk jalan untuk pengendara.

Selain itu, BPJN juga sudah menutup lokasi longsor dengan terpal untuk mencegah erosi serta membuat pelebaran jalan ke sisi tebing, sehingga badan jalan dapat digunakan 2 arah. “BPJN juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk memberikan imbauan dalam berkendara,” kata Hervin Haykal.

Berapa lama selesai pengerjaan jalan tersebut? Hervin Haykal menjawab tergantung cuaca di lokasi. “Namun yang jelas, selesai pelebaran ini, kita akan buka dua arah,” kata Hervin Haykal.

Kasatlantas Polres Kuansing, AKP Boy Setiawan menyebutkan, untuk arus lalu lintas kendaraan masih lancar. Bahkan, tidak terjadi antrean kendaraan yang panjang. “Kami terus menempatkan petugas di lokasi longsor untuk mengatur pengendara. Ini dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan, baik yang dari Sumbar maupun dari Telukkuantan,” kata Boy Setiawan.(amn/yas)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, Senin (26/2), termasuk di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras. Banjir di jalan provinsi ini sempat surut total.

Banjir kembali terjadi akibat dari meluapnya debit air Sungai Kampar.Meski belum berdampak kembali terhambatnya kelancaran aktivitas arus lalu lintas di jalan ini, namun pengendara kendaraan bermotor tetap diimbau waspada saat melintas.

Pasalnya, curah hujan yang kembali meninggi di Negeri Seiya Sekata sejak sepekan terakhir diprediksi menyebabkan tinggi permukaan air yang merendam badan jalintim ini akan kembali naik.

“Ya, banjir kembali merendam badan Jalintim Km 83 mulai hari ini (kemarin, red). Genangan air yang sebelumnya masih berada di bahu jalan, namun pada Ahad (25/2) malam lalu, mulai meluap ke badan jalan,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, Senin (26/2).

Mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini menambahkan, sejak 21 Februari hingga 25 Februari lalu, tinggi permukaan air Sungai Kampar, naik mencapai 29 cm. Berdasarkan penghitungan alat pengukur di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, saat ini debit air Sungai Kampar terpantau berada di angka 3,45 meter dari batas ambang normal.

“Dan khusus hari ini (kemarin, red), tinggi debit Sungai Kampar kembali naik sekitar 10 cm. Alhasil, peningkatan tersebut telah menyebabkan air sungai meluap dan meluber ke badan Jalintim Km 83 sehingga genangan air yang sebelumnya telah surut total saat ini kembali merendam jalan padat aktivitas kendaraan bermotor dengan tinggi permukaan air mencapai 5-7 cm,” paparnya.

Baca Juga:  Tertibkan Tarif Jasa Towing di Lokasi Banjir

Untuk itu, Zulfan kembali mengimbau agar masyarakat pengguna jalan tetap waspada. Pasalnya, curah hujan yang masih tinggi serta adanya pembukaan pintu waduk PLTA Koto Kampar diperkirakan akan menyebabkan tinggi permukaan air akan kembali naik dalam beberapa hari kedepan.

“Kami juga tentunya tetap intens melakukan pemantauan perkembangan debit air Sungai Kampar. Sehingga jika kondisi banjir susulan kembali naik dan mengkhawatirkan, tentunya upaya evakuasi warga pengungsi yang telah kembali ke kediamannya akan kembali kami lakukan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto SH SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Akira Ceria SIK MM membenarkan Jalintim Km83 Desa Kemang kembali direndam banjir dengan tinggi permukaan air mencapai 7 cm.

Meski sejauh ini genangan air belum mempengaruhi arus lalu lintas, namun demikian, pihaknya tetap mewaspadai kondisi tersebut. “Meski saat ini aktivitas moda transportasi masih berjalan normal dan lancar, tapi kita tetap waspada dan melakukan pemantauan secara berkala ke lokasi banjir,’’ ujarnya.

‘’Kami sekaligus memonitor arus lalu lintas melalui patroli rutin. Sehingga jika kondisi tinggi permukaan air terus bergerak naik dan kian mengkhawatirkan, maka tentunya upaya pengaturan arus lalu lintas dengan sistem pola tutup jalan akan kembali diterapkan,” tambahnya.

Untuk itu, sambung mantan Kasat Lantas Polres Dumai ini, pihak kembali mengimbau agar masyarakat pengguna jalan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, khususnya di Jalintim Km 83.

Baca Juga:  Jalintim Sudah Dibuka Dua Arah

Jika di Jalintim Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras lalu lintas masih lancar, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tepatnya di Jalan Lintas Sumbar-Riau via Telukkuantan-Kiliranjao saat ini masih diberlakukan buka tutup. Hal itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di Kuansing.

Kondisi ini juga membuat Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau kesulitan untuk untuk memperbaiki jalan penghubung Riau-Sumbar tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 wilayah Muara Lembu-Batas Provinsi Sumbar, Hervin Haykal, menyebutkan saat ini sudah memasang rambu-rambu sebagai penunjuk jalan untuk pengendara.

Selain itu, BPJN juga sudah menutup lokasi longsor dengan terpal untuk mencegah erosi serta membuat pelebaran jalan ke sisi tebing, sehingga badan jalan dapat digunakan 2 arah. “BPJN juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk memberikan imbauan dalam berkendara,” kata Hervin Haykal.

Berapa lama selesai pengerjaan jalan tersebut? Hervin Haykal menjawab tergantung cuaca di lokasi. “Namun yang jelas, selesai pelebaran ini, kita akan buka dua arah,” kata Hervin Haykal.

Kasatlantas Polres Kuansing, AKP Boy Setiawan menyebutkan, untuk arus lalu lintas kendaraan masih lancar. Bahkan, tidak terjadi antrean kendaraan yang panjang. “Kami terus menempatkan petugas di lokasi longsor untuk mengatur pengendara. Ini dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan, baik yang dari Sumbar maupun dari Telukkuantan,” kata Boy Setiawan.(amn/yas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari