Kamis, 23 Mei 2024

Tertibkan Tarif Jasa Towing di Lokasi Banjir

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan masih dilanda banjir. Sejumlah pengendara harus memanfaatkan jasa mobil towing atau derek gendong untuk bisa menyeberang dan melewati jalan ini. Namun, tarifnya dikeluhkan warga.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menertibkan tarif jasa mobil derek gendong ini . Hal ini diputuskan dalam rapat Dishub Pelalawan bersama seluruh pemilik usaha jasa mobil gendong tersebut.

Yamaha

“Dari rapat tersebut diputuskan hasil penetapan tarif jasa mobil gendong. Yakni untuk kendaraan roda dua maksimal sebesar Rp40 ribu, baik pengemudi, penumpang maupun kendaraannya. Begitu juga dengan tarif maksimal untuk kendaraan roda empat sebesar Rp300 ribu,” ungkap Kadishub Pelalawan, Fery Zulkarnain, Senin (8/1).

Dikatakannya, penetapan tarif jasa mobil gendong ini akan diberlakukan mulai Selasa (9/1) hari ini. Di mana pihaknya akan memasang spanduk penetapan tarif jasa angkut tersebut di setiap lokasi penyeberangan penumpang dan juga kendaraan. Seperti Jalan Lintas Timur Sumatera KM 76-83 di Dusun Simpang Kualo dan Desa Lubuk Ogung.

“Artinya, tarif harga ini diberlakukan di seluruh penyeberangan lokasi banjir. Tidak hanya di Jalintim Sumatera, tapi juga di lokasi penyeberangan banjir lainnya. Dan di setiap titik ini, kita akan menyiagakan tiga petugas yang dibantu personel Satlantas Polres Pelalawan,’’ ujarnya.

- Advertisement -

‘’Jika di lapangan ditemukan masih ada pengusaha yang tidak menerapkan tarif sesuai ketentuan, tentunya akan kami berikan sanksi tidak diperkenankan menyediakan layanan jasa angkut penyeberangan penumpang dan kendaraan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKPB Suwinto SH SIk mengatakan, banjir yang merendam badan Jalintim Sumatera Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras tepatnya dari KM 76-83 tak kunjung menunjukkan tanda-tanda penyurutan hingga Senin (8/1).

- Advertisement -

Genangan air dampak meluapnya debit air luapan Sungai Kampar ini, hingga saat ini masih memutus akses transportasi darat, khususnya kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat hingga roda enam. “Dan untuk mengurai kepadatan dan kemacetan kendaraan, kami masih tetap melakukan rekayasa lalu lintas. Dengan  pola pengalihan arus lalu lintas dan pola buka tutup jalan,” kata Akira.

Mantan Kasat Lantas Polres Dumai ini menambahkan, hingga saat ini tinggi air bervariasi. Seperti di KM 76, debit air masih mencapai antara 30 cm-50 cm. Kemudian di KM 78, debit air 50 cm-70 cm disertai dengan arus yang cukup deras. “Sedangkan debit air di KM 80 cm-83 cm, tinggi air lebih dari sepinggang orang dewasa atau diperkirakan tingginya 1,2 cm,” ujarnya.

Baca Juga:  Awasi Penjualan Bio Solar di SPBU

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan MSi menambahkan, hingga saat ini banjir masih melanda  desa dan kelurahan di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Langgam, Pangkalankerinci, Pelalawan, Pangkalan Kuras, Ukui dan Teluk Meranti.

Indikator level ketinggian permukaan air di Sungai Kampar berada pada angka 4,13 meter. Tidak hanya menggenangi rumah warga, namun bencana banjir ini juga telah memutus akses jalur darat warga akibat badan jalan direndam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga mencapai 2 meter.

Sedangkan, kondisi banjir terparah masih berada di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam dengan ketinggian air merendam badan jalan dua meter. Untuk itu, pihaknya masih terus intens memantau perkembangan banjir sehingga upaya penanggulangan dapat cepat dilakukan. ‘’Alhamdulillah, seluruh korban terdampak banjir telah kita distribusikan bantuan. Namun demikian, kita juga tentunya mengimbau peran serta kepedulian perusahaan dan pihak swasta, khususnya pihak Perbankan untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir ini,” tuturnya.

Jalan Banyak Rusak, Desak Segera Lakukan Perbaikan
Kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Pelalawan dan jalur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat memprihatinkan. Salah satunya Jalan Lingkar Pangkalankerinci, Jalan Lintas Bono dan Jalan Lintas Timur (Jalintim) dari Kecamatan Bandar Seikijang hingga Kecamatan Ukui. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Negeri Seiya Sekata ini.

Kerusakan tidak saja disebabkan tingkat curah hujan yang tinggi sehingga saat ini masih merendam badan jalan, namun truk melebihi tonase melintas yang bebas di badan jalan yang tidak semestinya tanpa pengawasan juga menjadi salah satu faktor.

Bahkan, hampir semua jalur pedesaaan di wilayah Kabupaten Pelalawan ataupun di jalur provinsi mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian besar dampak banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Negeri Amanah ini.

Lebih parah lagi  terjadi kecelakaan pada malam hari karena pengendara tidak mengetahui jalur tersebut berlubang dan minim penerangan. Belum lagi jalan rusak di permukiman warga di setiap kecamatan yang hingga saat ini memang belum tersentuh program pembangunan Pemkab Pelalawan maupun Pemprov Riau.

Baca Juga:  Riau Lumbung Ikan dan Energi

Demikian hal ini disampaikan Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin SH MH  kepada Riau Pos, Senin (8/1). Dikatakannya, dengan adanya kerusakan fasilitas umum berupa jalan ini, pihaknya mendesak agar Pemkab Pelalawan dan Pemprov Riau harus berkoordinasi untuk segera melakukan perbaikan.

“Ya, kami banyak mendapatkan keluhan warga terkait jalan rusak di Pelalawan ini. Tentunya kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemkab Pelalawan harus berkoordinasi dengan Pemprov Riau melakukan perbaikan secepatnya,” terangnya.

Diungkapkan mantan Ketua Fraksi Golkar Pelalawan ini, pihaknya meminta Pemkab Pelalawan juga memantau penerangan di jalan yang rusak agar lebih memadai. Dan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati jika berkendara. Hal ini untuk mengurangi angka kecelakaan yang tinggi akibat jalan rusak tersebut.

“Ini demi keselamatan bersama pengguna jalan dan kepentingan umum. Di berbagai jalur ini di wilayah Negeri Amanah ini perlu mendapatkan perhatian lebih,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Irham Misbar ST MT menambahkan, infrastruktur jalan sebagai salah satu akses utama warga untuk menopang perekonomian dan sosial menjadi program prioritas Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR pada tahun 2024 ini. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Pangkalankerinci yang mengalami kerusakan.

“Jadi, titik ruas jalan yang rusak akan diambil tindakan perbaikan agar bisa dilalui oleh kendaraan. Salah satunya perbaikan Jalan Sultan Syarif Hasyim, Jalan Tengku Said Jaffar, Jalan Lingkar, dan sejumlah titik jalan lainnya yang mengalami kerusakan. Dan untuk tahap awal, perbaikan jalan ini kita fokuskan di Kecamatan Pangkalankerinci sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan,” paparnya.

Kemudian, sambung mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Pelalawan ini, terkait kerusakaan jalintim dan jalan milik Pemprov Riau, pihaknya juga intens melakukan koordinasi agar jalan rusak tersebut dapat segera dilakukan perbaikan. ‘’Salah satunya perbaikan di titik yang saat ini masih direndam banjir dan akan segera direalisasikan Pemprov Riau perbaikannya dalam waktu dekat tahun ini,’’ ujarnya.(amn)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan masih dilanda banjir. Sejumlah pengendara harus memanfaatkan jasa mobil towing atau derek gendong untuk bisa menyeberang dan melewati jalan ini. Namun, tarifnya dikeluhkan warga.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menertibkan tarif jasa mobil derek gendong ini . Hal ini diputuskan dalam rapat Dishub Pelalawan bersama seluruh pemilik usaha jasa mobil gendong tersebut.

“Dari rapat tersebut diputuskan hasil penetapan tarif jasa mobil gendong. Yakni untuk kendaraan roda dua maksimal sebesar Rp40 ribu, baik pengemudi, penumpang maupun kendaraannya. Begitu juga dengan tarif maksimal untuk kendaraan roda empat sebesar Rp300 ribu,” ungkap Kadishub Pelalawan, Fery Zulkarnain, Senin (8/1).

Dikatakannya, penetapan tarif jasa mobil gendong ini akan diberlakukan mulai Selasa (9/1) hari ini. Di mana pihaknya akan memasang spanduk penetapan tarif jasa angkut tersebut di setiap lokasi penyeberangan penumpang dan juga kendaraan. Seperti Jalan Lintas Timur Sumatera KM 76-83 di Dusun Simpang Kualo dan Desa Lubuk Ogung.

“Artinya, tarif harga ini diberlakukan di seluruh penyeberangan lokasi banjir. Tidak hanya di Jalintim Sumatera, tapi juga di lokasi penyeberangan banjir lainnya. Dan di setiap titik ini, kita akan menyiagakan tiga petugas yang dibantu personel Satlantas Polres Pelalawan,’’ ujarnya.

‘’Jika di lapangan ditemukan masih ada pengusaha yang tidak menerapkan tarif sesuai ketentuan, tentunya akan kami berikan sanksi tidak diperkenankan menyediakan layanan jasa angkut penyeberangan penumpang dan kendaraan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKPB Suwinto SH SIk mengatakan, banjir yang merendam badan Jalintim Sumatera Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras tepatnya dari KM 76-83 tak kunjung menunjukkan tanda-tanda penyurutan hingga Senin (8/1).

Genangan air dampak meluapnya debit air luapan Sungai Kampar ini, hingga saat ini masih memutus akses transportasi darat, khususnya kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat hingga roda enam. “Dan untuk mengurai kepadatan dan kemacetan kendaraan, kami masih tetap melakukan rekayasa lalu lintas. Dengan  pola pengalihan arus lalu lintas dan pola buka tutup jalan,” kata Akira.

Mantan Kasat Lantas Polres Dumai ini menambahkan, hingga saat ini tinggi air bervariasi. Seperti di KM 76, debit air masih mencapai antara 30 cm-50 cm. Kemudian di KM 78, debit air 50 cm-70 cm disertai dengan arus yang cukup deras. “Sedangkan debit air di KM 80 cm-83 cm, tinggi air lebih dari sepinggang orang dewasa atau diperkirakan tingginya 1,2 cm,” ujarnya.

Baca Juga:  Rangkaian G20 di Bali Mulai Digelar, Delegasi Diangkut Pesawat Khusus

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan MSi menambahkan, hingga saat ini banjir masih melanda  desa dan kelurahan di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Langgam, Pangkalankerinci, Pelalawan, Pangkalan Kuras, Ukui dan Teluk Meranti.

Indikator level ketinggian permukaan air di Sungai Kampar berada pada angka 4,13 meter. Tidak hanya menggenangi rumah warga, namun bencana banjir ini juga telah memutus akses jalur darat warga akibat badan jalan direndam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga mencapai 2 meter.

Sedangkan, kondisi banjir terparah masih berada di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam dengan ketinggian air merendam badan jalan dua meter. Untuk itu, pihaknya masih terus intens memantau perkembangan banjir sehingga upaya penanggulangan dapat cepat dilakukan. ‘’Alhamdulillah, seluruh korban terdampak banjir telah kita distribusikan bantuan. Namun demikian, kita juga tentunya mengimbau peran serta kepedulian perusahaan dan pihak swasta, khususnya pihak Perbankan untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir ini,” tuturnya.

Jalan Banyak Rusak, Desak Segera Lakukan Perbaikan
Kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Pelalawan dan jalur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat memprihatinkan. Salah satunya Jalan Lingkar Pangkalankerinci, Jalan Lintas Bono dan Jalan Lintas Timur (Jalintim) dari Kecamatan Bandar Seikijang hingga Kecamatan Ukui. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Negeri Seiya Sekata ini.

Kerusakan tidak saja disebabkan tingkat curah hujan yang tinggi sehingga saat ini masih merendam badan jalan, namun truk melebihi tonase melintas yang bebas di badan jalan yang tidak semestinya tanpa pengawasan juga menjadi salah satu faktor.

Bahkan, hampir semua jalur pedesaaan di wilayah Kabupaten Pelalawan ataupun di jalur provinsi mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian besar dampak banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Negeri Amanah ini.

Lebih parah lagi  terjadi kecelakaan pada malam hari karena pengendara tidak mengetahui jalur tersebut berlubang dan minim penerangan. Belum lagi jalan rusak di permukiman warga di setiap kecamatan yang hingga saat ini memang belum tersentuh program pembangunan Pemkab Pelalawan maupun Pemprov Riau.

Baca Juga:  Kemacetan di Jalan Lintas Timur hingga 10 Km

Demikian hal ini disampaikan Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin SH MH  kepada Riau Pos, Senin (8/1). Dikatakannya, dengan adanya kerusakan fasilitas umum berupa jalan ini, pihaknya mendesak agar Pemkab Pelalawan dan Pemprov Riau harus berkoordinasi untuk segera melakukan perbaikan.

“Ya, kami banyak mendapatkan keluhan warga terkait jalan rusak di Pelalawan ini. Tentunya kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemkab Pelalawan harus berkoordinasi dengan Pemprov Riau melakukan perbaikan secepatnya,” terangnya.

Diungkapkan mantan Ketua Fraksi Golkar Pelalawan ini, pihaknya meminta Pemkab Pelalawan juga memantau penerangan di jalan yang rusak agar lebih memadai. Dan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati jika berkendara. Hal ini untuk mengurangi angka kecelakaan yang tinggi akibat jalan rusak tersebut.

“Ini demi keselamatan bersama pengguna jalan dan kepentingan umum. Di berbagai jalur ini di wilayah Negeri Amanah ini perlu mendapatkan perhatian lebih,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Irham Misbar ST MT menambahkan, infrastruktur jalan sebagai salah satu akses utama warga untuk menopang perekonomian dan sosial menjadi program prioritas Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR pada tahun 2024 ini. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Pangkalankerinci yang mengalami kerusakan.

“Jadi, titik ruas jalan yang rusak akan diambil tindakan perbaikan agar bisa dilalui oleh kendaraan. Salah satunya perbaikan Jalan Sultan Syarif Hasyim, Jalan Tengku Said Jaffar, Jalan Lingkar, dan sejumlah titik jalan lainnya yang mengalami kerusakan. Dan untuk tahap awal, perbaikan jalan ini kita fokuskan di Kecamatan Pangkalankerinci sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan,” paparnya.

Kemudian, sambung mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Pelalawan ini, terkait kerusakaan jalintim dan jalan milik Pemprov Riau, pihaknya juga intens melakukan koordinasi agar jalan rusak tersebut dapat segera dilakukan perbaikan. ‘’Salah satunya perbaikan di titik yang saat ini masih direndam banjir dan akan segera direalisasikan Pemprov Riau perbaikannya dalam waktu dekat tahun ini,’’ ujarnya.(amn)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari