Jumat, 11 September 2026
- Advertisement -

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Harapan masyarakat Singingi menikmati air Sungai Singingi yang jernih kembali terganggu. Setelah sempat membaik saat pelaksanaan pacu jalur, kondisi air sungai kini kembali keruh dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang sebelumnya mulai memanfaatkan sungai untuk mandi di tengah musim kemarau kembali harus mengurungkan niatnya. Air yang tidak lagi jernih diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang mulai muncul di wilayah Kecamatan Singingi.

“Air Sungai Singingi sudah keruh lagi. PETI sudah mulai beraksi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Singingi, H Firdaus Bahar, Sabtu (29/8) siang.

Firdaus berharap aparat kembali meningkatkan pengawasan dan razia terhadap aktivitas PETI. Menurutnya, keberadaan sungai sangat berarti bagi masyarakat, terlebih ketika wilayah tersebut sedang dilanda musim kemarau.

Baca Juga:  Dedy Sambudi Jadi Kadis Perpustakaan

Menindaklanjuti informasi masyarakat, Polsek Singingi kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI. Pada Jumat (28/8) siang, personel Polsek Singingi mendatangi lokasi yang berada di Desa Kebun Lado.

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai dugaan aktivitas PETI di kawasan tersebut. Petugas kemudian melakukan pengecekan sekaligus penyelidikan untuk memastikan kondisi di lapangan.

Kapolsek Singingi AKP Azhari SH mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah dampak negatif yang dapat ditimbulkan aktivitas PETI.

“Setelah menerima informasi, personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Di sana ditemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Untuk mencegah agar tidak kembali digunakan, kedua rakit tersebut dilakukan penertiban,” ujar Azhari.

Baca Juga:  Momen HUT Kuansing, Warga Bisa Nikmati Pembebasan Pajak PBB-P2

Dalam penertiban itu, dua unit rakit PETI dirusak dan kemudian dibakar. Polisi tidak menemukan pelaku maupun barang bukti lain yang bisa diamankan karena saat petugas tiba, kegiatan penambangan sedang tidak berlangsung.

Meski hanya menemukan dua rakit dalam kondisi tidak beroperasi, Polsek Singingi memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Polisi juga akan menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI. (muh)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Harapan masyarakat Singingi menikmati air Sungai Singingi yang jernih kembali terganggu. Setelah sempat membaik saat pelaksanaan pacu jalur, kondisi air sungai kini kembali keruh dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang sebelumnya mulai memanfaatkan sungai untuk mandi di tengah musim kemarau kembali harus mengurungkan niatnya. Air yang tidak lagi jernih diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang mulai muncul di wilayah Kecamatan Singingi.

“Air Sungai Singingi sudah keruh lagi. PETI sudah mulai beraksi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Singingi, H Firdaus Bahar, Sabtu (29/8) siang.

Firdaus berharap aparat kembali meningkatkan pengawasan dan razia terhadap aktivitas PETI. Menurutnya, keberadaan sungai sangat berarti bagi masyarakat, terlebih ketika wilayah tersebut sedang dilanda musim kemarau.

Baca Juga:  Pacu Jalur Bawa Berkah, Menteri PU Siap Kaji Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing

Menindaklanjuti informasi masyarakat, Polsek Singingi kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI. Pada Jumat (28/8) siang, personel Polsek Singingi mendatangi lokasi yang berada di Desa Kebun Lado.

- Advertisement -

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai dugaan aktivitas PETI di kawasan tersebut. Petugas kemudian melakukan pengecekan sekaligus penyelidikan untuk memastikan kondisi di lapangan.

Kapolsek Singingi AKP Azhari SH mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah dampak negatif yang dapat ditimbulkan aktivitas PETI.

- Advertisement -

“Setelah menerima informasi, personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Di sana ditemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Untuk mencegah agar tidak kembali digunakan, kedua rakit tersebut dilakukan penertiban,” ujar Azhari.

Baca Juga:  Momen HUT Kuansing, Warga Bisa Nikmati Pembebasan Pajak PBB-P2

Dalam penertiban itu, dua unit rakit PETI dirusak dan kemudian dibakar. Polisi tidak menemukan pelaku maupun barang bukti lain yang bisa diamankan karena saat petugas tiba, kegiatan penambangan sedang tidak berlangsung.

Meski hanya menemukan dua rakit dalam kondisi tidak beroperasi, Polsek Singingi memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Polisi juga akan menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI. (muh)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Harapan masyarakat Singingi menikmati air Sungai Singingi yang jernih kembali terganggu. Setelah sempat membaik saat pelaksanaan pacu jalur, kondisi air sungai kini kembali keruh dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang sebelumnya mulai memanfaatkan sungai untuk mandi di tengah musim kemarau kembali harus mengurungkan niatnya. Air yang tidak lagi jernih diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang mulai muncul di wilayah Kecamatan Singingi.

“Air Sungai Singingi sudah keruh lagi. PETI sudah mulai beraksi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Singingi, H Firdaus Bahar, Sabtu (29/8) siang.

Firdaus berharap aparat kembali meningkatkan pengawasan dan razia terhadap aktivitas PETI. Menurutnya, keberadaan sungai sangat berarti bagi masyarakat, terlebih ketika wilayah tersebut sedang dilanda musim kemarau.

Baca Juga:  APBD Disahkan, Pemkab Kuansing Utamakan Program Prioritas

Menindaklanjuti informasi masyarakat, Polsek Singingi kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI. Pada Jumat (28/8) siang, personel Polsek Singingi mendatangi lokasi yang berada di Desa Kebun Lado.

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai dugaan aktivitas PETI di kawasan tersebut. Petugas kemudian melakukan pengecekan sekaligus penyelidikan untuk memastikan kondisi di lapangan.

Kapolsek Singingi AKP Azhari SH mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah dampak negatif yang dapat ditimbulkan aktivitas PETI.

“Setelah menerima informasi, personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Di sana ditemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Untuk mencegah agar tidak kembali digunakan, kedua rakit tersebut dilakukan penertiban,” ujar Azhari.

Baca Juga:  Tahun Ini, Kuansing Rekrut 200 CPNS

Dalam penertiban itu, dua unit rakit PETI dirusak dan kemudian dibakar. Polisi tidak menemukan pelaku maupun barang bukti lain yang bisa diamankan karena saat petugas tiba, kegiatan penambangan sedang tidak berlangsung.

Meski hanya menemukan dua rakit dalam kondisi tidak beroperasi, Polsek Singingi memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Polisi juga akan menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI. (muh)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari