Jumat, 14 Juni 2024

APBD Disahkan, Pemkab Kuansing Utamakan Program Prioritas

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuantan Singingi 2024 sebesar Rp1.569.838.775.188 disahkan, Kamis (22/2) pukul 22.35 WIB.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing akan menggenjot program-program prioritas.

- Advertisement -

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby mengimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memilah program-program prioritas, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk tahap awal ini, selagi kegiatan itu membantu masyarakat banyak, kerjakan. Kami fokus kepada pelayanan untuk masyarakat, baik itu kesehatan, pendidikan maupun kegiatan-kegiatan umum yang melibatkan masyarakat,” kata Suhardiman Amby, Jumat (23/2).

Suhardiman Amby mencontohkan, saat ini Pemkab Kuansing berupaya membuka akses jalan masyarakat yang kondisinya yang tidak layak. Maka Pemkab melakukan perbaikan jalan merata di setiap kecamatan.

- Advertisement -

“Akses jalan ini penting. Kalau jalan-jalan di Kuansing ini bagus, maka ekonomi masyarakat akan berjalan dengan baik. Apalagi saat ini masyarakat banyak yang hidup dari hasil perkebunan,” terangnya.

Selain itu, pelayanan yang dilakukan masing-masing OPD selama ini, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang berada di pedesaan.

“Terkait administrasi kependudukan misalnya, OPD terkait punya program jemput bola dengan cara mendatangi setiap kecamatan untuk melakukan pendataan. Tujuannya, seluruh masyarakat Kuansing harus mempunyai data diri yang terdaftar secara nasional,” katanya.

Selain itu, jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kuansing tetap menjadi prioritas oleh Pemkab sehingga masyarakat tidak merasa dibebani oleh prosedur-prosedur sebelum berobat.

Baca Juga:  PWI Bantu Wartawan Terdampak Banjir di Kuansing

“Cukup memberikan KTP, masyarakat akan langsung dilayani dan mendapatkan pengobatan gratis. Pemkab juga saat ini sedang menggalakan program antar jemput ibu melahirkan di setiap desa,” terangnya.

Dengan sudah disahkannya APBD Kuansing 2024 bersama DPRD baru-baru ini, maka akan lebih memuluskan pemerintah daerah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dan program prioritas yang sudah disepakati bersama.

“Semoga dengan pengesahan ini, semua aspirasi masyarakat bisa terakomodir. Terima kasih kepada DPRD Kuansing atas segala masukan dan koreksi selama ini. Semoga, Kuansing ke depan semakin maju,” harap Suhardiman Amby.

Sementara itu, Dosen Unri dan Ekonom Riau asal Kuansing, Edyanus Herman Halim merasa terpanggil untuk memberi masukan terkait sudah disahkannya APBD Kuansing 2024. Menurut Edyanus, walaupun masyarakat tidak melihat seperti apa isi dari APBD itu, tapi ia meminta masyarakat dapat berprasangka baik. Di mana uang rakyat yang sudah disepakati itu, penggunaannya memang diarahkan untuk sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Semoga nanti dalam pelaksanaannya akan semakin optimal sehingga mampu menjadi stimulator bagi kreativitas dan inovasi rakyat. Mampu menggali dan mewujudkan potensi-potensi daerah menjadi sumber-sumber perbaikan sosial ekonomi rakyat,’’ ujar Edyanus, Jumat (23/2).

Baca Juga:  Turunkan Kasus Stunting di Kuansing, Tim Gencarkan Sosialisasi

Dia juga mengingatkan, soal kemampuan Pemkab Kuansing dalam mendapatkan atau memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) masih kecil, sehingga kemandirian fiskalnya sangat rendah. Karena itu diharapkan pelaksanaan APBD nanti mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah untuk tidak makin tergantung kepada dana pusat.

‘’Struktur APBD Kuansing harus semakin mengarah pada peningkatan belanja modal atau belanja pembangunan dan jangan terarah pada peningkatan belanja rutin yang kurang berdampak pada ekonomi rakyat. Rakyat harus ikut mengawasi implementasi APBD, yang ada di kampung maupun masyarakat yang ada di perantauan,’’ ujar Edyanus.

Tokoh Riau asal Kuansing lainnya, Mardianto Manan turut memberikan apresiasi,meski sedikit kecewa dengan keterlambatan pengesahan APBD 2024 ini. Ia mengatakan, Pemkab Kuansing sudah mengesahkan keperluan rakyat setahun, bahkan seumur hidup dalam implementasi APBD Kuansing.

Ke depan, anggota DPRD Provinsi Riau ini meminta pihak eksekutif dan legislatif di Kuansing bisa mengedepankan kepentingan kampung halaman di atas kepentingan golongan. ‘’Tak mungkin Kuansing ini dibangun tanpa kita bersatu,’’ ujarnya.

‘’Makanya motto itu dirancang para pendiri Kabupaten Kuansing dengan kalimat ‘’Basatu Nogori Maju’’. Maaf, karena saya juga ikut merancang Kuansing masa lalu sehingga jadi Kuansing masa kini. In sya Allah sampai ke masa depan,’’ ujarnya.(yas/dac)






Reporter: Mardias Chan





Reporter: Desriandi Chandra

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuantan Singingi 2024 sebesar Rp1.569.838.775.188 disahkan, Kamis (22/2) pukul 22.35 WIB.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing akan menggenjot program-program prioritas.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby mengimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memilah program-program prioritas, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk tahap awal ini, selagi kegiatan itu membantu masyarakat banyak, kerjakan. Kami fokus kepada pelayanan untuk masyarakat, baik itu kesehatan, pendidikan maupun kegiatan-kegiatan umum yang melibatkan masyarakat,” kata Suhardiman Amby, Jumat (23/2).

Suhardiman Amby mencontohkan, saat ini Pemkab Kuansing berupaya membuka akses jalan masyarakat yang kondisinya yang tidak layak. Maka Pemkab melakukan perbaikan jalan merata di setiap kecamatan.

“Akses jalan ini penting. Kalau jalan-jalan di Kuansing ini bagus, maka ekonomi masyarakat akan berjalan dengan baik. Apalagi saat ini masyarakat banyak yang hidup dari hasil perkebunan,” terangnya.

Selain itu, pelayanan yang dilakukan masing-masing OPD selama ini, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang berada di pedesaan.

“Terkait administrasi kependudukan misalnya, OPD terkait punya program jemput bola dengan cara mendatangi setiap kecamatan untuk melakukan pendataan. Tujuannya, seluruh masyarakat Kuansing harus mempunyai data diri yang terdaftar secara nasional,” katanya.

Selain itu, jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kuansing tetap menjadi prioritas oleh Pemkab sehingga masyarakat tidak merasa dibebani oleh prosedur-prosedur sebelum berobat.

Baca Juga:  Iduladha di Indonesia Serentak, Arab Saudi Beda Sehari

“Cukup memberikan KTP, masyarakat akan langsung dilayani dan mendapatkan pengobatan gratis. Pemkab juga saat ini sedang menggalakan program antar jemput ibu melahirkan di setiap desa,” terangnya.

Dengan sudah disahkannya APBD Kuansing 2024 bersama DPRD baru-baru ini, maka akan lebih memuluskan pemerintah daerah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dan program prioritas yang sudah disepakati bersama.

“Semoga dengan pengesahan ini, semua aspirasi masyarakat bisa terakomodir. Terima kasih kepada DPRD Kuansing atas segala masukan dan koreksi selama ini. Semoga, Kuansing ke depan semakin maju,” harap Suhardiman Amby.

Sementara itu, Dosen Unri dan Ekonom Riau asal Kuansing, Edyanus Herman Halim merasa terpanggil untuk memberi masukan terkait sudah disahkannya APBD Kuansing 2024. Menurut Edyanus, walaupun masyarakat tidak melihat seperti apa isi dari APBD itu, tapi ia meminta masyarakat dapat berprasangka baik. Di mana uang rakyat yang sudah disepakati itu, penggunaannya memang diarahkan untuk sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Semoga nanti dalam pelaksanaannya akan semakin optimal sehingga mampu menjadi stimulator bagi kreativitas dan inovasi rakyat. Mampu menggali dan mewujudkan potensi-potensi daerah menjadi sumber-sumber perbaikan sosial ekonomi rakyat,’’ ujar Edyanus, Jumat (23/2).

Baca Juga:  Turunkan Kasus Stunting di Kuansing, Tim Gencarkan Sosialisasi

Dia juga mengingatkan, soal kemampuan Pemkab Kuansing dalam mendapatkan atau memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) masih kecil, sehingga kemandirian fiskalnya sangat rendah. Karena itu diharapkan pelaksanaan APBD nanti mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah untuk tidak makin tergantung kepada dana pusat.

‘’Struktur APBD Kuansing harus semakin mengarah pada peningkatan belanja modal atau belanja pembangunan dan jangan terarah pada peningkatan belanja rutin yang kurang berdampak pada ekonomi rakyat. Rakyat harus ikut mengawasi implementasi APBD, yang ada di kampung maupun masyarakat yang ada di perantauan,’’ ujar Edyanus.

Tokoh Riau asal Kuansing lainnya, Mardianto Manan turut memberikan apresiasi,meski sedikit kecewa dengan keterlambatan pengesahan APBD 2024 ini. Ia mengatakan, Pemkab Kuansing sudah mengesahkan keperluan rakyat setahun, bahkan seumur hidup dalam implementasi APBD Kuansing.

Ke depan, anggota DPRD Provinsi Riau ini meminta pihak eksekutif dan legislatif di Kuansing bisa mengedepankan kepentingan kampung halaman di atas kepentingan golongan. ‘’Tak mungkin Kuansing ini dibangun tanpa kita bersatu,’’ ujarnya.

‘’Makanya motto itu dirancang para pendiri Kabupaten Kuansing dengan kalimat ‘’Basatu Nogori Maju’’. Maaf, karena saya juga ikut merancang Kuansing masa lalu sehingga jadi Kuansing masa kini. In sya Allah sampai ke masa depan,’’ ujarnya.(yas/dac)






Reporter: Mardias Chan





Reporter: Desriandi Chandra
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari