Selasa, 29 September 2026
- Advertisement -

TPP Belum Dibayar, Guru di Kepulauan Meranti Bertahan di Tengah Keterbatasan

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) – Guru di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) meski memikul tanggung jawab besar sebagai pendidik di daerah 3T.

Gusri, seorang guru ASN, menyebut pemerintah daerah masih menunggak TPP selama tiga bulan. Beban kerja yang meningkat tidak sebanding dengan hak yang diterima.

Nasib guru honorer lebih berat. Ada yang hanya menerima Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan dan harus merangkap mata pelajaran karena kurangnya tenaga pengajar.

Bupati Meranti H Asmar menegaskan TPP yang tertunda masuk kategori tunda bayar dan tetap menjadi kewajiban pemerintah daerah, disesuaikan dengan kemampuan fiskal.

Baca Juga:  Empat Mesin Hidup Lagi, Krisis Listrik Selatpanjang Berangsur Pulih!

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) – Guru di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) meski memikul tanggung jawab besar sebagai pendidik di daerah 3T.

Gusri, seorang guru ASN, menyebut pemerintah daerah masih menunggak TPP selama tiga bulan. Beban kerja yang meningkat tidak sebanding dengan hak yang diterima.

Nasib guru honorer lebih berat. Ada yang hanya menerima Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan dan harus merangkap mata pelajaran karena kurangnya tenaga pengajar.

Bupati Meranti H Asmar menegaskan TPP yang tertunda masuk kategori tunda bayar dan tetap menjadi kewajiban pemerintah daerah, disesuaikan dengan kemampuan fiskal.

Baca Juga:  Pelukan dan Air Mata Warnai Kepulangan Jemaah Haji Asal Kepulauan Meranti
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) – Guru di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) meski memikul tanggung jawab besar sebagai pendidik di daerah 3T.

Gusri, seorang guru ASN, menyebut pemerintah daerah masih menunggak TPP selama tiga bulan. Beban kerja yang meningkat tidak sebanding dengan hak yang diterima.

Nasib guru honorer lebih berat. Ada yang hanya menerima Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan dan harus merangkap mata pelajaran karena kurangnya tenaga pengajar.

Bupati Meranti H Asmar menegaskan TPP yang tertunda masuk kategori tunda bayar dan tetap menjadi kewajiban pemerintah daerah, disesuaikan dengan kemampuan fiskal.

Baca Juga:  BKPSDM Mulai Data Formasi CPNS dan PPPK

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari