Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

Banjir Rob Rendam Pelabuhan Selatpanjang, Pelindo Turunkan 10 Becak Gratis untuk Penumpang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Menjelang akhir tahun 2025, banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk area Pelabuhan Domestik Regional Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi. Akibatnya, aktivitas masyarakat dan penumpang kapal sempat terganggu.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pelindo Regional 1 Selatpanjang bergerak cepat dengan menyediakan layanan ekstra bagi seluruh penumpang, baik yang datang maupun berangkat.
Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan aman dan nyaman meski pelabuhan terendam air pasang.

Manager Kawasan Pelindo Selatpanjang, Bruri, menjelaskan bahwa area jalan masuk dan parkir pelabuhan sempat tergenang air hingga setinggi lutut selama hampir tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Baca Juga:  Gubernur Edy Natar Nasution Panen Raya Padi di Desa Topang, Kabupaten Meranti

“Untuk memastikan penumpang tetap bisa keluar dan masuk ke area pelabuhan, kami menyediakan sepuluh unit becak gratis. Ini bentuk tanggung jawab Pelindo terhadap kelancaran pelayanan, meskipun kondisi sedang tidak bersahabat,” jelas Bruri, Rabu (12/11).

Menurutnya, layanan darurat tersebut merupakan solusi cepat agar penumpang tidak terhambat akibat genangan rob yang rutin terjadi setiap akhir tahun.
Ia menegaskan, kondisi bencana sekalipun tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.

“Bagi kami, pelayanan publik adalah komitmen, bukan pilihan. Apa pun kondisinya, Pelindo akan selalu hadir memberikan solusi agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain langkah darurat, Pelindo juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengatasi persoalan rob di kawasan pelabuhan.
Bruri menyebutkan, Detail Engineering Design (DED) untuk rehabilitasi jalan masuk dan pembangunan area parkir baru Pelabuhan Tanjung Harapan telah rampung disusun tahun ini.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengurangi dampak rob yang setiap tahun mengganggu aktivitas pelabuhan.

Baca Juga:  Tingkat Kehadiran ASN Meranti 97 Persen 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Menjelang akhir tahun 2025, banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk area Pelabuhan Domestik Regional Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi. Akibatnya, aktivitas masyarakat dan penumpang kapal sempat terganggu.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pelindo Regional 1 Selatpanjang bergerak cepat dengan menyediakan layanan ekstra bagi seluruh penumpang, baik yang datang maupun berangkat.
Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan aman dan nyaman meski pelabuhan terendam air pasang.

Manager Kawasan Pelindo Selatpanjang, Bruri, menjelaskan bahwa area jalan masuk dan parkir pelabuhan sempat tergenang air hingga setinggi lutut selama hampir tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Baca Juga:  Tingkat Kehadiran ASN Meranti 97 Persen 

“Untuk memastikan penumpang tetap bisa keluar dan masuk ke area pelabuhan, kami menyediakan sepuluh unit becak gratis. Ini bentuk tanggung jawab Pelindo terhadap kelancaran pelayanan, meskipun kondisi sedang tidak bersahabat,” jelas Bruri, Rabu (12/11).

Menurutnya, layanan darurat tersebut merupakan solusi cepat agar penumpang tidak terhambat akibat genangan rob yang rutin terjadi setiap akhir tahun.
Ia menegaskan, kondisi bencana sekalipun tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.

- Advertisement -

“Bagi kami, pelayanan publik adalah komitmen, bukan pilihan. Apa pun kondisinya, Pelindo akan selalu hadir memberikan solusi agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain langkah darurat, Pelindo juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengatasi persoalan rob di kawasan pelabuhan.
Bruri menyebutkan, Detail Engineering Design (DED) untuk rehabilitasi jalan masuk dan pembangunan area parkir baru Pelabuhan Tanjung Harapan telah rampung disusun tahun ini.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengurangi dampak rob yang setiap tahun mengganggu aktivitas pelabuhan.

Baca Juga:  Meranti Waspada Omicron di Jalur Internasional 
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Menjelang akhir tahun 2025, banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk area Pelabuhan Domestik Regional Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi. Akibatnya, aktivitas masyarakat dan penumpang kapal sempat terganggu.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pelindo Regional 1 Selatpanjang bergerak cepat dengan menyediakan layanan ekstra bagi seluruh penumpang, baik yang datang maupun berangkat.
Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan aman dan nyaman meski pelabuhan terendam air pasang.

Manager Kawasan Pelindo Selatpanjang, Bruri, menjelaskan bahwa area jalan masuk dan parkir pelabuhan sempat tergenang air hingga setinggi lutut selama hampir tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Baca Juga:  6.000 Warga Meranti Bekerja di Malaysia

“Untuk memastikan penumpang tetap bisa keluar dan masuk ke area pelabuhan, kami menyediakan sepuluh unit becak gratis. Ini bentuk tanggung jawab Pelindo terhadap kelancaran pelayanan, meskipun kondisi sedang tidak bersahabat,” jelas Bruri, Rabu (12/11).

Menurutnya, layanan darurat tersebut merupakan solusi cepat agar penumpang tidak terhambat akibat genangan rob yang rutin terjadi setiap akhir tahun.
Ia menegaskan, kondisi bencana sekalipun tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.

“Bagi kami, pelayanan publik adalah komitmen, bukan pilihan. Apa pun kondisinya, Pelindo akan selalu hadir memberikan solusi agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain langkah darurat, Pelindo juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengatasi persoalan rob di kawasan pelabuhan.
Bruri menyebutkan, Detail Engineering Design (DED) untuk rehabilitasi jalan masuk dan pembangunan area parkir baru Pelabuhan Tanjung Harapan telah rampung disusun tahun ini.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengurangi dampak rob yang setiap tahun mengganggu aktivitas pelabuhan.

Baca Juga:  Murid Keracunan Massal di Meranti Bertambah Dua Kali Lipat

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari