Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

Warga Inhu Digegerkan Aroma Gas Sertai Semburan Air Campur Tanah

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan oleh fenomena alam yang terjadi tak jauh dari sumur produksi milik Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) Lirik Field. Sejak Kamis (24/5) dilaporkan adanya semburan air bercampur tanah mencapai 25 meter dan aroma gas tercium di sekitar lokasi.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Inhu, AKBP Dody Wirawijaya SIK melalui Kapolsek Lirik Iptu Endang Kusma Jaya SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Setelah menerima laporan dari warga, saya didampingi sejumlah personel langsung turun Jaya, Jumat (24/5).

Menurutnya, semburan air bercampur tanah yang diduga terdapat gas itu terjadi di Desa Gudang Batu, Kecamatan Lirik, Kamis (23/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Atas kejadian itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak PEP Lirik agar kejadian yang terjadi tidak membuat masyarakat panik dan resah. “Jarak lokasi kejadian dengan permukiman warga antara 1 hingga 1,5 kilometer (km). Saat ini sudah ditangani pihak PEP Lirik,” jelasnya.

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalintim, Satu Tewas

Sementara itu, Pjs Field Manager PEP Lirik Kemas Ghazali mengatakan, pihaknya dengan sigap menangani kejadian fenomena alam di Kecamatan Lirik dan sudah ditangani sejak Kamis (23/5). “Fenomena alam yang terjadi adalah crater gas (gas kawah) yang menimbulkan rekahan lapisan tanah sehingga menjadi media mengalirnya fluida dari bawah tanah ke permukaan,” ucapnya.

Temuan itu sambungnya, direspons cepat oleh PEP Lirik Field dengan mengirim tim untuk melakukan pengamanan lokasi. Bahkan, langsung dilakukan mengidentifikasi penyebab kejadian.  Dari tindakan yang dilakukan, hasilnya ditemukan semburan awal dengan jarak titik semburan dari titik sumur LS-078 kurang lebih mencapai 25 meter.

Titik semburan berada jauh dari permukiman warga dan dipastikan crater tersebut bukan dampak dari kegiatan operasional PEP Lirik Field. “Indikasi awal berasal dari adanya gas rawa (shallow gas),” tambahnya.

Untuk itu pihaknya, memastikan timnya mengambil langkah tepat dan cepat sesuai dengan prosedur yakni dengan memasang barikade (safety line) di sekitar lokasi untuk menjaga batas aman area dan mengaktifkan tim tanggap darurat yakni Site Emergency Response Team (SERT).

Baca Juga:  ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Beberapa kegiatan penanganan yang dilakukan di antaranya membuat penampungan sementara (temporary pit) dan tanggul menggunakan alat berat. Tanggul itu untuk melokalisir dampak dari semburan air yang keluar.

Tindakan lainnya, berupa pengujian gas secara berkala untuk mengetahui kadarnya, termasuk mengalokasikan secara aktif pengamanan security. “Kami melakukan uji gas berkala setiap satu jam sekali dan dipastikan tidak ada gas beracun,” katanya.

Lebih jauh disampaikannya, lumpur yang sudah menumpuk di kolam yang disiapkan, selanjutnya divakum dan ditumpuk di kawasan Sungai Karas Kompleks PEP Lirik. “Hingga saat ini, kandungan gas sudah nol dan kejadian itu sudah disosialisasikan kepada warga setempat,” bebernya.(kas)






Reporter: Kasmedi

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan oleh fenomena alam yang terjadi tak jauh dari sumur produksi milik Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) Lirik Field. Sejak Kamis (24/5) dilaporkan adanya semburan air bercampur tanah mencapai 25 meter dan aroma gas tercium di sekitar lokasi.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Inhu, AKBP Dody Wirawijaya SIK melalui Kapolsek Lirik Iptu Endang Kusma Jaya SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Setelah menerima laporan dari warga, saya didampingi sejumlah personel langsung turun Jaya, Jumat (24/5).

Menurutnya, semburan air bercampur tanah yang diduga terdapat gas itu terjadi di Desa Gudang Batu, Kecamatan Lirik, Kamis (23/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Atas kejadian itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak PEP Lirik agar kejadian yang terjadi tidak membuat masyarakat panik dan resah. “Jarak lokasi kejadian dengan permukiman warga antara 1 hingga 1,5 kilometer (km). Saat ini sudah ditangani pihak PEP Lirik,” jelasnya.

Baca Juga:  Balai Bahasa Riau Selenggarakan Revitalisasi Bahasa Daerah di Inhu

Sementara itu, Pjs Field Manager PEP Lirik Kemas Ghazali mengatakan, pihaknya dengan sigap menangani kejadian fenomena alam di Kecamatan Lirik dan sudah ditangani sejak Kamis (23/5). “Fenomena alam yang terjadi adalah crater gas (gas kawah) yang menimbulkan rekahan lapisan tanah sehingga menjadi media mengalirnya fluida dari bawah tanah ke permukaan,” ucapnya.

Temuan itu sambungnya, direspons cepat oleh PEP Lirik Field dengan mengirim tim untuk melakukan pengamanan lokasi. Bahkan, langsung dilakukan mengidentifikasi penyebab kejadian.  Dari tindakan yang dilakukan, hasilnya ditemukan semburan awal dengan jarak titik semburan dari titik sumur LS-078 kurang lebih mencapai 25 meter.

- Advertisement -

Titik semburan berada jauh dari permukiman warga dan dipastikan crater tersebut bukan dampak dari kegiatan operasional PEP Lirik Field. “Indikasi awal berasal dari adanya gas rawa (shallow gas),” tambahnya.

Untuk itu pihaknya, memastikan timnya mengambil langkah tepat dan cepat sesuai dengan prosedur yakni dengan memasang barikade (safety line) di sekitar lokasi untuk menjaga batas aman area dan mengaktifkan tim tanggap darurat yakni Site Emergency Response Team (SERT).

- Advertisement -
Baca Juga:  Asrama SMK Teknologi YPL Lirik Terbakar

Beberapa kegiatan penanganan yang dilakukan di antaranya membuat penampungan sementara (temporary pit) dan tanggul menggunakan alat berat. Tanggul itu untuk melokalisir dampak dari semburan air yang keluar.

Tindakan lainnya, berupa pengujian gas secara berkala untuk mengetahui kadarnya, termasuk mengalokasikan secara aktif pengamanan security. “Kami melakukan uji gas berkala setiap satu jam sekali dan dipastikan tidak ada gas beracun,” katanya.

Lebih jauh disampaikannya, lumpur yang sudah menumpuk di kolam yang disiapkan, selanjutnya divakum dan ditumpuk di kawasan Sungai Karas Kompleks PEP Lirik. “Hingga saat ini, kandungan gas sudah nol dan kejadian itu sudah disosialisasikan kepada warga setempat,” bebernya.(kas)






Reporter: Kasmedi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan oleh fenomena alam yang terjadi tak jauh dari sumur produksi milik Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) Lirik Field. Sejak Kamis (24/5) dilaporkan adanya semburan air bercampur tanah mencapai 25 meter dan aroma gas tercium di sekitar lokasi.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Inhu, AKBP Dody Wirawijaya SIK melalui Kapolsek Lirik Iptu Endang Kusma Jaya SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Setelah menerima laporan dari warga, saya didampingi sejumlah personel langsung turun Jaya, Jumat (24/5).

Menurutnya, semburan air bercampur tanah yang diduga terdapat gas itu terjadi di Desa Gudang Batu, Kecamatan Lirik, Kamis (23/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Atas kejadian itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak PEP Lirik agar kejadian yang terjadi tidak membuat masyarakat panik dan resah. “Jarak lokasi kejadian dengan permukiman warga antara 1 hingga 1,5 kilometer (km). Saat ini sudah ditangani pihak PEP Lirik,” jelasnya.

Baca Juga:  Diterkam Harimau, Warga Inhu Lolos dari Maut Setelah Melawan dengan Tangan Kosong

Sementara itu, Pjs Field Manager PEP Lirik Kemas Ghazali mengatakan, pihaknya dengan sigap menangani kejadian fenomena alam di Kecamatan Lirik dan sudah ditangani sejak Kamis (23/5). “Fenomena alam yang terjadi adalah crater gas (gas kawah) yang menimbulkan rekahan lapisan tanah sehingga menjadi media mengalirnya fluida dari bawah tanah ke permukaan,” ucapnya.

Temuan itu sambungnya, direspons cepat oleh PEP Lirik Field dengan mengirim tim untuk melakukan pengamanan lokasi. Bahkan, langsung dilakukan mengidentifikasi penyebab kejadian.  Dari tindakan yang dilakukan, hasilnya ditemukan semburan awal dengan jarak titik semburan dari titik sumur LS-078 kurang lebih mencapai 25 meter.

Titik semburan berada jauh dari permukiman warga dan dipastikan crater tersebut bukan dampak dari kegiatan operasional PEP Lirik Field. “Indikasi awal berasal dari adanya gas rawa (shallow gas),” tambahnya.

Untuk itu pihaknya, memastikan timnya mengambil langkah tepat dan cepat sesuai dengan prosedur yakni dengan memasang barikade (safety line) di sekitar lokasi untuk menjaga batas aman area dan mengaktifkan tim tanggap darurat yakni Site Emergency Response Team (SERT).

Baca Juga:  Ajak Semua Pihak Wujudkan Inhu Lebih Sejahtera

Beberapa kegiatan penanganan yang dilakukan di antaranya membuat penampungan sementara (temporary pit) dan tanggul menggunakan alat berat. Tanggul itu untuk melokalisir dampak dari semburan air yang keluar.

Tindakan lainnya, berupa pengujian gas secara berkala untuk mengetahui kadarnya, termasuk mengalokasikan secara aktif pengamanan security. “Kami melakukan uji gas berkala setiap satu jam sekali dan dipastikan tidak ada gas beracun,” katanya.

Lebih jauh disampaikannya, lumpur yang sudah menumpuk di kolam yang disiapkan, selanjutnya divakum dan ditumpuk di kawasan Sungai Karas Kompleks PEP Lirik. “Hingga saat ini, kandungan gas sudah nol dan kejadian itu sudah disosialisasikan kepada warga setempat,” bebernya.(kas)






Reporter: Kasmedi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari