Kamis, 6 Agustus 2026
- Advertisement -

Dua Warga Kembali Diserang, Monyet Liar di Tembilahan Belum Berhasil Ditangkap

TEMBILAHAN, (RIAUPOS.CO) — Monyet liar yang menyerang warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hingga kini masih belum berhasil diamankan. Bahkan, jumlah korban terus bertambah menjadi 17 orang sejak insiden pertama terjadi pada 23 Juli 2026. Pada Selasa (4/8), dua warga kembali menjadi korban serangan satwa tersebut.

Bertambahnya jumlah korban membuat tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Polres Inhil, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat terus meningkatkan upaya pencarian terhadap monyet liar yang masih berkeliaran di kawasan permukiman.

Berbagai langkah penanganan dilakukan, termasuk penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian satwa tersebut.

Baca Juga:  Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah cara untuk menangkap monyet liar tersebut. Salah satunya dengan memasang jerat dan melakukan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa.

“Kami memasang jerat dan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa untuk mendorong monyet keluar dari tempat persembunyiannya. Namun sampai saat ini belum teratasi,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Doni Eko Listianto mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah. Ia juga meminta warga tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan penangkapan sendiri. Serahkan penanganannya kepada tim yang sudah melakukan upaya di lapangan,” tegas Kapolres.

Baca Juga:  Harga Melonjak Tajam, Inflasi Tembilahan Februari 2026 Capai 7,32 Persen

Berdasarkan data dari Kelurahan Tembilahan Hilir, sejak 23 Juli hingga 4 Agustus 2026 tercatat sebanyak 17 warga telah menjadi korban serangan monyet liar tersebut. Hingga kini, tim gabungan masih terus berupaya mengamankan satwa itu agar tidak kembali menyerang masyarakat. (*2)

TEMBILAHAN, (RIAUPOS.CO) — Monyet liar yang menyerang warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hingga kini masih belum berhasil diamankan. Bahkan, jumlah korban terus bertambah menjadi 17 orang sejak insiden pertama terjadi pada 23 Juli 2026. Pada Selasa (4/8), dua warga kembali menjadi korban serangan satwa tersebut.

Bertambahnya jumlah korban membuat tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Polres Inhil, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat terus meningkatkan upaya pencarian terhadap monyet liar yang masih berkeliaran di kawasan permukiman.

Berbagai langkah penanganan dilakukan, termasuk penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian satwa tersebut.

Baca Juga:  PUPR Turunkan Alat Berat dan Material ke Lokasi Longsor Jalan Kuala Cinaku

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah cara untuk menangkap monyet liar tersebut. Salah satunya dengan memasang jerat dan melakukan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa.

“Kami memasang jerat dan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa untuk mendorong monyet keluar dari tempat persembunyiannya. Namun sampai saat ini belum teratasi,” ujarnya, kemarin.

- Advertisement -

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Doni Eko Listianto mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah. Ia juga meminta warga tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan penangkapan sendiri. Serahkan penanganannya kepada tim yang sudah melakukan upaya di lapangan,” tegas Kapolres.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Berdasarkan data dari Kelurahan Tembilahan Hilir, sejak 23 Juli hingga 4 Agustus 2026 tercatat sebanyak 17 warga telah menjadi korban serangan monyet liar tersebut. Hingga kini, tim gabungan masih terus berupaya mengamankan satwa itu agar tidak kembali menyerang masyarakat. (*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN, (RIAUPOS.CO) — Monyet liar yang menyerang warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hingga kini masih belum berhasil diamankan. Bahkan, jumlah korban terus bertambah menjadi 17 orang sejak insiden pertama terjadi pada 23 Juli 2026. Pada Selasa (4/8), dua warga kembali menjadi korban serangan satwa tersebut.

Bertambahnya jumlah korban membuat tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Polres Inhil, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat terus meningkatkan upaya pencarian terhadap monyet liar yang masih berkeliaran di kawasan permukiman.

Berbagai langkah penanganan dilakukan, termasuk penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian satwa tersebut.

Baca Juga:  BBM Langka, Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Ikut Merangkak Naik

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah cara untuk menangkap monyet liar tersebut. Salah satunya dengan memasang jerat dan melakukan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa.

“Kami memasang jerat dan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa untuk mendorong monyet keluar dari tempat persembunyiannya. Namun sampai saat ini belum teratasi,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Doni Eko Listianto mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah. Ia juga meminta warga tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan penangkapan sendiri. Serahkan penanganannya kepada tim yang sudah melakukan upaya di lapangan,” tegas Kapolres.

Baca Juga:  Rehabilitasi Mangrove, BRGM Rangkul Berbagai Pihak

Berdasarkan data dari Kelurahan Tembilahan Hilir, sejak 23 Juli hingga 4 Agustus 2026 tercatat sebanyak 17 warga telah menjadi korban serangan monyet liar tersebut. Hingga kini, tim gabungan masih terus berupaya mengamankan satwa itu agar tidak kembali menyerang masyarakat. (*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari