TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengawalan ketat terhadap proses pergantian pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) pascaledakan yang terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning. Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan perbaikan berjalan aman, sesuai prosedur, serta tanggung jawab perusahaan terhadap korban benar-benar dilaksanakan.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK menegaskan kehadiran aparat kepolisian di lokasi sejak awal kejadian merupakan bentuk pengawasan langsung agar tidak ada tahapan yang terabaikan.
“Kami memastikan seluruh stakeholder menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai aturan. Mulai dari PT TGI, Bidlabfor Polda Riau, hingga penanganan korban dan kerugian material, semuanya harus berjalan aman dan transparan,” tegas AKBP Farouk, Senin (5/1).
Saat ini, proses pergantian pipa gas yang rusak masih berlangsung. Tim teknisi PT TGI melakukan penggalian menggunakan alat berat untuk menentukan batas pipa yang harus diganti.
“Alat berat sedang bekerja. Sejauh mana pipa diganti akan ditentukan setelah penggalian selesai. Secara teknis, hal tersebut menjadi kewenangan dan tanggung jawab PT TGI,” jelasnya.
Kapolres juga memastikan seluruh korban luka bakar telah mendapatkan penanganan medis melalui Puskesmas Selensen. Seluruh proses perawatan tersebut difasilitasi penuh oleh PT TGI sebagai pemilik dan pengelola pipa gas.
“Korban luka sudah ditangani. Kerugian material, baik lahan sawit, rumah warga, maupun kendaraan, juga menjadi tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, penyebab pasti ledakan pipa gas masih dalam tahap penyelidikan. Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau telah mengamankan potongan pipa gas sebagai barang bukti untuk dilakukan analisis di laboratorium.
“Kesimpulan penyebab belum bisa disampaikan. Barang bukti sudah diamankan dan akan dianalisis secara ilmiah oleh Bidlabfor Polda Riau,” tambah Kapolres.
Di sisi lain, Kasat Lantas Inhil AKP Ricky Marzuki memastikan proses perbaikan pipa gas tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur.
“Sejak api dinyatakan padam, Jalan Lintas Timur sudah dibuka normal. Tidak ada lagi rekayasa lalu lintas, baik arah Pekanbaru–Jambi maupun sebaliknya. Hingga kini, lalu lintas aman dan lancar,” tutupnya.(ali/*2)


