Rabu, 4 Februari 2026
- Advertisement -

Pemkab Inhil Usulkan Revitalisasi 157 Sekolah, Dari PAUD hingga SMP

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajukan sebanyak 157 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun anggaran 2026 sebagai upaya memperbaiki kondisi sarana pendidikan yang masih banyak mengalami kerusakan.

Usulan tersebut disampaikan karena masih ditemukannya bangunan sekolah yang tidak layak digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Revitalisasi dinilai penting agar proses pendidikan dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Abdul Rasyid, mengatakan ratusan satuan pendidikan yang diusulkan mencakup jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Berdasarkan pendataan kondisi sarana dan prasarana sekolah, terdapat 157 satuan pendidikan yang kami usulkan untuk direvitalisasi pada 2026. Kondisinya beragam, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat,” ujarnya, Selasa (3/2).

Baca Juga:  4.028 Honorer Inhil Diajukan Jadi PPPK, Guru hingga Tenaga Teknis

Ia menjelaskan, mayoritas sekolah yang diusulkan merupakan SD yang mengalami kerusakan ruang kelas, atap bocor, lantai retak, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang guru. Selain itu, beberapa sekolah juga kekurangan ruang belajar seiring bertambahnya jumlah peserta didik.

Abdul Rasyid menambahkan, usulan revitalisasi tersebut telah dimasukkan ke dalam sistem perencanaan dan disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan di lapangan. Wilayah pesisir dan daerah terpencil menjadi perhatian utama karena tingkat kerusakan bangunan sekolah di wilayah tersebut relatif lebih tinggi.

“Revitalisasi yang diusulkan meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan sanitasi sekolah, serta peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran,” jelasnya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat revitalisasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun. Oleh karena itu, Pemkab Inhil mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan provinsi agar program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.

Baca Juga:  Pemkab Inhil Kembali Terima Opini WTP dari BPK

Melalui revitalisasi satuan pendidikan ini, Dinas Pendidikan Inhil berharap kualitas lingkungan belajar semakin membaik serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Inhil. (ali/*2)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajukan sebanyak 157 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun anggaran 2026 sebagai upaya memperbaiki kondisi sarana pendidikan yang masih banyak mengalami kerusakan.

Usulan tersebut disampaikan karena masih ditemukannya bangunan sekolah yang tidak layak digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Revitalisasi dinilai penting agar proses pendidikan dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Abdul Rasyid, mengatakan ratusan satuan pendidikan yang diusulkan mencakup jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Berdasarkan pendataan kondisi sarana dan prasarana sekolah, terdapat 157 satuan pendidikan yang kami usulkan untuk direvitalisasi pada 2026. Kondisinya beragam, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat,” ujarnya, Selasa (3/2).

Baca Juga:  Pj Bupati Minta Warga Tidak Panik

Ia menjelaskan, mayoritas sekolah yang diusulkan merupakan SD yang mengalami kerusakan ruang kelas, atap bocor, lantai retak, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang guru. Selain itu, beberapa sekolah juga kekurangan ruang belajar seiring bertambahnya jumlah peserta didik.

- Advertisement -

Abdul Rasyid menambahkan, usulan revitalisasi tersebut telah dimasukkan ke dalam sistem perencanaan dan disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan di lapangan. Wilayah pesisir dan daerah terpencil menjadi perhatian utama karena tingkat kerusakan bangunan sekolah di wilayah tersebut relatif lebih tinggi.

“Revitalisasi yang diusulkan meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan sanitasi sekolah, serta peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran,” jelasnya.

- Advertisement -

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat revitalisasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun. Oleh karena itu, Pemkab Inhil mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan provinsi agar program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.

Baca Juga:  Pemkab Dukung Program BPSIP Riau

Melalui revitalisasi satuan pendidikan ini, Dinas Pendidikan Inhil berharap kualitas lingkungan belajar semakin membaik serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Inhil. (ali/*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajukan sebanyak 157 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun anggaran 2026 sebagai upaya memperbaiki kondisi sarana pendidikan yang masih banyak mengalami kerusakan.

Usulan tersebut disampaikan karena masih ditemukannya bangunan sekolah yang tidak layak digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Revitalisasi dinilai penting agar proses pendidikan dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Abdul Rasyid, mengatakan ratusan satuan pendidikan yang diusulkan mencakup jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Berdasarkan pendataan kondisi sarana dan prasarana sekolah, terdapat 157 satuan pendidikan yang kami usulkan untuk direvitalisasi pada 2026. Kondisinya beragam, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat,” ujarnya, Selasa (3/2).

Baca Juga:  Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Korban Banjir

Ia menjelaskan, mayoritas sekolah yang diusulkan merupakan SD yang mengalami kerusakan ruang kelas, atap bocor, lantai retak, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang guru. Selain itu, beberapa sekolah juga kekurangan ruang belajar seiring bertambahnya jumlah peserta didik.

Abdul Rasyid menambahkan, usulan revitalisasi tersebut telah dimasukkan ke dalam sistem perencanaan dan disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan di lapangan. Wilayah pesisir dan daerah terpencil menjadi perhatian utama karena tingkat kerusakan bangunan sekolah di wilayah tersebut relatif lebih tinggi.

“Revitalisasi yang diusulkan meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan sanitasi sekolah, serta peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran,” jelasnya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat revitalisasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun. Oleh karena itu, Pemkab Inhil mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan provinsi agar program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.

Baca Juga:  Inhil Terima Penghargaan LKT 2023

Melalui revitalisasi satuan pendidikan ini, Dinas Pendidikan Inhil berharap kualitas lingkungan belajar semakin membaik serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Inhil. (ali/*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari