PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau (Unri) bersama Tanoto Foundation tengah menyiapkan langkah strategis dalam pengembangan soft skills mahasiswa melalui implementasi program Amanah, Santun, Responsif, dan Inovatif (ASRI) yang terintegrasi dengan sistem digital kampus. Program ini dirancang menjadi bagian dari student journey mahasiswa yang terukur, terdokumentasi, dan terhubung langsung dengan sistem akademik serta portofolio karier.
Rektor Unri Prof Sri Indarti menyampaikan bahwa inisiatif tersebut menjadi transformasi penting dalam sistem pendidikan tinggi di Unri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak soft skills yang jelas, terukur, dan dapat divalidasi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Kita ingin mahasiswa Unri tidak hanya lulus dengan nilai akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak soft skills yang jelas, terukur, dan bisa divalidasi. Ini menjadi bagian dari kesiapan mereka menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri Prof Hermandra MA menambahkan, kebutuhan dunia kerja saat ini menuntut bukti kompetensi non-akademik yang konkret. Melalui ASRI, soft skills mahasiswa akan dinilai dengan skor 1 hingga 5 dan dipantau melalui sistem digital.
Jika belum memenuhi standar yang ditetapkan, mahasiswa akan diarahkan mengikuti kegiatan penguatan soft skills. Menurutnya, pengembangan soft skills ini tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi bagian dari pembentukan lulusan Unri.
Dalam diskusi bersama Tanoto Foundation, juga dibahas rencana integrasi portofolio soft skills mahasiswa dengan platform profesional seperti LinkedIn. Dengan integrasi tersebut, rekam jejak aktivitas mahasiswa dapat terhubung langsung dengan dunia kerja dan diverifikasi oleh Unri.
Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unri, Julita Saidi, menjelaskan bahwa sistem ini nantinya terhubung dengan platform Satu Unri, dashboard mahasiswa, serta dashboard penasihat akademik. Mahasiswa juga akan memiliki fitur untuk menghasilkan portofolio secara langsung dari sistem Unri.
“Soft skills mahasiswa tercatat, terukur, dan dapat ditunjukkan kepada pemberi kerja. Ini menjadi lompatan besar dalam layanan pengembangan karier mahasiswa,” ungkapnya.
Sementara itu, University Partnership Coordinator Tanoto Foundation, Satriya Niko Firdaus, mengapresiasi keseriusan Unri dalam membangun sistem yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Kami melihat Unri sangat progresif dan menunjukkan aksi nyata dalam merancang student journey berbasis soft skills. Ini bukan sekadar konsep, tetapi sistem yang akan digunakan secara penuh oleh universitas,” ujarnya. (nto/c)


