Sabtu, 1 Agustus 2026
- Advertisement -

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

RIAUPOS.CO – Kasus gigitan monyet liar di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, total sudah 10 warga yang menjadi korban setelah dua orang kembali diserang satwa tersebut di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil semakin mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD Inhil, serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin kembali bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian satwa itu.

Dalam operasi pencarian tersebut, sebanyak 26 personel dikerahkan. Tim menyusuri kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin.

Jalur perairan dipilih karena monyet liar diduga bersembunyi di bagian bawah rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang parit. Petugas kemudian menyusuri aliran sungai sambil memeriksa kolong rumah warga satu per satu.

Baca Juga:  Tiga Siswa MIN 1 Inhil Sabet Medali di Kejuaraan Karate Kid 2 Riau Open

Pencarian juga diperluas menyusul adanya laporan warga yang beberapa kali melihat monyet tersebut berpindah tempat. Satwa liar itu sebelumnya pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat.

Dalam beberapa hari terakhir, keberadaan monyet juga terlihat di kawasan Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet. Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperluas penyisiran ke beberapa lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara itu, seluruh warga yang menjadi korban telah memperoleh penanganan medis di RSUD Puri Husada dan sejumlah puskesmas. Pemkab Inhil memastikan seluruh biaya pengobatan korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga rangkaian penanganan selesai sesuai prosedur medis, ditanggung oleh pemerintah.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, bertambahnya korban menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian terus diperkuat agar monyet liar tersebut dapat segera diamankan.

Baca Juga:  Pelayanan Publik Harus Maksimal

“Korban gigitan monyet liar kini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga meminta warga segera melapor apabila melihat keberadaan monyet tersebut agar petugas dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Ari turut mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha menangkap monyet liar tersebut secara mandiri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Kami berharap masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Serahkan penanganannya kepada petugas agar tidak ada lagi korban baru,” tutupnya.(*2)

RIAUPOS.CO – Kasus gigitan monyet liar di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, total sudah 10 warga yang menjadi korban setelah dua orang kembali diserang satwa tersebut di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil semakin mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD Inhil, serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin kembali bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian satwa itu.

Dalam operasi pencarian tersebut, sebanyak 26 personel dikerahkan. Tim menyusuri kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin.

Jalur perairan dipilih karena monyet liar diduga bersembunyi di bagian bawah rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang parit. Petugas kemudian menyusuri aliran sungai sambil memeriksa kolong rumah warga satu per satu.

Baca Juga:  Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

Pencarian juga diperluas menyusul adanya laporan warga yang beberapa kali melihat monyet tersebut berpindah tempat. Satwa liar itu sebelumnya pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat.

- Advertisement -

Dalam beberapa hari terakhir, keberadaan monyet juga terlihat di kawasan Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet. Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperluas penyisiran ke beberapa lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara itu, seluruh warga yang menjadi korban telah memperoleh penanganan medis di RSUD Puri Husada dan sejumlah puskesmas. Pemkab Inhil memastikan seluruh biaya pengobatan korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga rangkaian penanganan selesai sesuai prosedur medis, ditanggung oleh pemerintah.

- Advertisement -

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, bertambahnya korban menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian terus diperkuat agar monyet liar tersebut dapat segera diamankan.

Baca Juga:  Penerimaan Murid Baru di Inhil Kini Lebih Transparan dengan Sistem Digital

“Korban gigitan monyet liar kini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga meminta warga segera melapor apabila melihat keberadaan monyet tersebut agar petugas dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Ari turut mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha menangkap monyet liar tersebut secara mandiri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Kami berharap masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Serahkan penanganannya kepada petugas agar tidak ada lagi korban baru,” tutupnya.(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Kasus gigitan monyet liar di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, total sudah 10 warga yang menjadi korban setelah dua orang kembali diserang satwa tersebut di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil semakin mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD Inhil, serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin kembali bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian satwa itu.

Dalam operasi pencarian tersebut, sebanyak 26 personel dikerahkan. Tim menyusuri kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin.

Jalur perairan dipilih karena monyet liar diduga bersembunyi di bagian bawah rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang parit. Petugas kemudian menyusuri aliran sungai sambil memeriksa kolong rumah warga satu per satu.

Baca Juga:  Nopriadi Pimpin LLDIKTI Riau dan Kepri

Pencarian juga diperluas menyusul adanya laporan warga yang beberapa kali melihat monyet tersebut berpindah tempat. Satwa liar itu sebelumnya pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat.

Dalam beberapa hari terakhir, keberadaan monyet juga terlihat di kawasan Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet. Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperluas penyisiran ke beberapa lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara itu, seluruh warga yang menjadi korban telah memperoleh penanganan medis di RSUD Puri Husada dan sejumlah puskesmas. Pemkab Inhil memastikan seluruh biaya pengobatan korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga rangkaian penanganan selesai sesuai prosedur medis, ditanggung oleh pemerintah.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, bertambahnya korban menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian terus diperkuat agar monyet liar tersebut dapat segera diamankan.

Baca Juga:  Harimau Sumatra Muncul di Inhil, Warga Diminta Waspada dan Tak Keluar Sendirian

“Korban gigitan monyet liar kini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga meminta warga segera melapor apabila melihat keberadaan monyet tersebut agar petugas dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Ari turut mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha menangkap monyet liar tersebut secara mandiri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Kami berharap masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Serahkan penanganannya kepada petugas agar tidak ada lagi korban baru,” tutupnya.(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari