Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Kabut Parah Dikhawatirkan Terulang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mulai mengkhawatirkan. Sejak Januari 2019 berdasarkan data tim Satgas Karhutla Riau luas lahan yang terbakar mencapai 3.800-an hektare (ha).

Sementara berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru sudah mencapai 27 ribu ha. Kebakaran itu masih terjadi sampai kini. Kabut asap parah seperti pada 2015 pun dikhawatirkan kembali terulang. Buktinya beberapa hari terakhir langit di Riau mulai diselimuti kabut asap. Pagi langit terlihat gelap, tapi tak ada tanda-tanda turunnya hujan. Menjelang siang matahari terlindung di balik awan, aroma asap pun mulai terasa.

Kondisi ini menjadi perhatian semua pihak. Tim Satgas Karhutla Riau pun mengerahkan kekuatan penuh untuk mengatasi hal ini. Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan saat ini fokus pemadaman di dua titik lokasi yang cukup parah di Riau. Yakni di Kabupaten Pelalawan dan Siak.

Baca Juga:  Kasus Investasi Bodong, Terdakwa Menangis Dituntut 12 Tahun Penjara

"Kendala saat melakukan pema­daman di dua daerah tersebut yakni cuaca panas dan angin yang bertiup kencang, sehingga cukup menyulitkan petugas. Termasuk sumber air juga sudah mulai susah ditemui," kata Edwar.

Berdasarkan data Badan Meteo­rologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hot spot pada pukul 07.00 ada 60 titik di delapan kabupaten di Riau. Terbanyak Pelalawan sebanyak 30 titik. Diikuti Indragiri Hilir 15 titik, Rokan Hilir delapan titik dan lainnya. Hasil pantauan terbaru BMKG pada pukul 16.00 WIB, hot spot telah berkurang menjadi sembilan.

"Upaya pemadaman dengan optimal masih terus kami lakukan hingga saat ini. Dukungan dari Tim Satgas Udara juga ikut membantu pema­daman. Yakni ada tiga helikopter yang melakukan water bombing di Pelalawan dan dua helikopter di Siak," sebut Edwar.(sol/egp/nda/amn/wik/ali/*1/*3/ted)

Baca Juga:  Asesmen Pejabat  Eselon II Segera Dibuka

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mulai mengkhawatirkan. Sejak Januari 2019 berdasarkan data tim Satgas Karhutla Riau luas lahan yang terbakar mencapai 3.800-an hektare (ha).

Sementara berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru sudah mencapai 27 ribu ha. Kebakaran itu masih terjadi sampai kini. Kabut asap parah seperti pada 2015 pun dikhawatirkan kembali terulang. Buktinya beberapa hari terakhir langit di Riau mulai diselimuti kabut asap. Pagi langit terlihat gelap, tapi tak ada tanda-tanda turunnya hujan. Menjelang siang matahari terlindung di balik awan, aroma asap pun mulai terasa.

Kondisi ini menjadi perhatian semua pihak. Tim Satgas Karhutla Riau pun mengerahkan kekuatan penuh untuk mengatasi hal ini. Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan saat ini fokus pemadaman di dua titik lokasi yang cukup parah di Riau. Yakni di Kabupaten Pelalawan dan Siak.

Baca Juga:  Angka Kesembuhan Covid-19 di Riau Meningkat Tajam

"Kendala saat melakukan pema­daman di dua daerah tersebut yakni cuaca panas dan angin yang bertiup kencang, sehingga cukup menyulitkan petugas. Termasuk sumber air juga sudah mulai susah ditemui," kata Edwar.

Berdasarkan data Badan Meteo­rologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hot spot pada pukul 07.00 ada 60 titik di delapan kabupaten di Riau. Terbanyak Pelalawan sebanyak 30 titik. Diikuti Indragiri Hilir 15 titik, Rokan Hilir delapan titik dan lainnya. Hasil pantauan terbaru BMKG pada pukul 16.00 WIB, hot spot telah berkurang menjadi sembilan.

- Advertisement -

"Upaya pemadaman dengan optimal masih terus kami lakukan hingga saat ini. Dukungan dari Tim Satgas Udara juga ikut membantu pema­daman. Yakni ada tiga helikopter yang melakukan water bombing di Pelalawan dan dua helikopter di Siak," sebut Edwar.(sol/egp/nda/amn/wik/ali/*1/*3/ted)

Baca Juga:  Kasus Investasi Bodong, Terdakwa Menangis Dituntut 12 Tahun Penjara

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mulai mengkhawatirkan. Sejak Januari 2019 berdasarkan data tim Satgas Karhutla Riau luas lahan yang terbakar mencapai 3.800-an hektare (ha).

Sementara berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru sudah mencapai 27 ribu ha. Kebakaran itu masih terjadi sampai kini. Kabut asap parah seperti pada 2015 pun dikhawatirkan kembali terulang. Buktinya beberapa hari terakhir langit di Riau mulai diselimuti kabut asap. Pagi langit terlihat gelap, tapi tak ada tanda-tanda turunnya hujan. Menjelang siang matahari terlindung di balik awan, aroma asap pun mulai terasa.

Kondisi ini menjadi perhatian semua pihak. Tim Satgas Karhutla Riau pun mengerahkan kekuatan penuh untuk mengatasi hal ini. Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan saat ini fokus pemadaman di dua titik lokasi yang cukup parah di Riau. Yakni di Kabupaten Pelalawan dan Siak.

Baca Juga:  Panglima Rotasi Jabatan Danrem 031/WB

"Kendala saat melakukan pema­daman di dua daerah tersebut yakni cuaca panas dan angin yang bertiup kencang, sehingga cukup menyulitkan petugas. Termasuk sumber air juga sudah mulai susah ditemui," kata Edwar.

Berdasarkan data Badan Meteo­rologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hot spot pada pukul 07.00 ada 60 titik di delapan kabupaten di Riau. Terbanyak Pelalawan sebanyak 30 titik. Diikuti Indragiri Hilir 15 titik, Rokan Hilir delapan titik dan lainnya. Hasil pantauan terbaru BMKG pada pukul 16.00 WIB, hot spot telah berkurang menjadi sembilan.

"Upaya pemadaman dengan optimal masih terus kami lakukan hingga saat ini. Dukungan dari Tim Satgas Udara juga ikut membantu pema­daman. Yakni ada tiga helikopter yang melakukan water bombing di Pelalawan dan dua helikopter di Siak," sebut Edwar.(sol/egp/nda/amn/wik/ali/*1/*3/ted)

Baca Juga:  Penambahan Satu Pasien Positif Anak-anak Warga Kuansing

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari