Jumat, 17 Juli 2026
- Advertisement -

Seminggu ke Depan Riau Diguyur Hujan Lebat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperkirakan dalam sepekan ke depan ada peluang hujan dengan intensitas lebat. Tidak hanya di Provinsi Riau saja, melainkan beberapa provinsi lain di Indonesia, Selasa (23/9).

"Pada periode 23-26 September 2019, potensi hujan bakal terjadi di 14 Provinsi, salah satunya di Riau. Kemudian pada 27-30 September bertambah menjadi 17 Provinsi," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno. 

Dengan adanya perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak 21 September 2019. BMKG mengidentifikasi perubahan kondisi atmosfer berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah Selatan Indonesia. 

"Pelemahan ini akibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan," ucapnya.

Baca Juga:  Irjen Pol M Iqbal Cetak Gol Perdana di Arena Bhara Daksa

Jika didilihat dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, daerah tekanan rendah Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Karena sejak saat itu, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan.

"Tetapi cenderung dari arah timur," sambungnya.

Saat ini diprediksi daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Yang mana, mengakibatkan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. 

"Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera" jelasnya. 

Baca Juga:  PSPS Lawan Semen Padang, Disiarkan secara Streaming

Di samping itu, atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan. 

"Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," tutupnya. 

Laporan: Muslim Nurdin/*1/Pekanbaru

Editor: wws

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperkirakan dalam sepekan ke depan ada peluang hujan dengan intensitas lebat. Tidak hanya di Provinsi Riau saja, melainkan beberapa provinsi lain di Indonesia, Selasa (23/9).

"Pada periode 23-26 September 2019, potensi hujan bakal terjadi di 14 Provinsi, salah satunya di Riau. Kemudian pada 27-30 September bertambah menjadi 17 Provinsi," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno. 

Dengan adanya perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak 21 September 2019. BMKG mengidentifikasi perubahan kondisi atmosfer berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah Selatan Indonesia. 

"Pelemahan ini akibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan," ucapnya.

Baca Juga:  Aksi Solidaritas soal Kenaikan UKT dan IPI Berujung Pelaporan ke Polisi

Jika didilihat dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, daerah tekanan rendah Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Karena sejak saat itu, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan.

- Advertisement -

"Tetapi cenderung dari arah timur," sambungnya.

Saat ini diprediksi daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Yang mana, mengakibatkan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. 

- Advertisement -

"Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera" jelasnya. 

Baca Juga:  Presiden Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau

Di samping itu, atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan. 

"Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," tutupnya. 

Laporan: Muslim Nurdin/*1/Pekanbaru

Editor: wws

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperkirakan dalam sepekan ke depan ada peluang hujan dengan intensitas lebat. Tidak hanya di Provinsi Riau saja, melainkan beberapa provinsi lain di Indonesia, Selasa (23/9).

"Pada periode 23-26 September 2019, potensi hujan bakal terjadi di 14 Provinsi, salah satunya di Riau. Kemudian pada 27-30 September bertambah menjadi 17 Provinsi," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno. 

Dengan adanya perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak 21 September 2019. BMKG mengidentifikasi perubahan kondisi atmosfer berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah Selatan Indonesia. 

"Pelemahan ini akibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan," ucapnya.

Baca Juga:  Aksi Solidaritas soal Kenaikan UKT dan IPI Berujung Pelaporan ke Polisi

Jika didilihat dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, daerah tekanan rendah Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Karena sejak saat itu, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan.

"Tetapi cenderung dari arah timur," sambungnya.

Saat ini diprediksi daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Yang mana, mengakibatkan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. 

"Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera" jelasnya. 

Baca Juga:  Presiden Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau

Di samping itu, atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan. 

"Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," tutupnya. 

Laporan: Muslim Nurdin/*1/Pekanbaru

Editor: wws

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari