Rabu, 24 Juni 2026
- Advertisement -

Ketua IDI Riau: Solusinya Padamkan Api, Bukan Liburkan Sekolah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang semakin parah di wilayah Riau mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau Dr Zul Asdi SpB Mkes. Karena, dampak yang ditimbulkan sangat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kabut asap yang semakin tidak terkendali sudah merenggut hak azasi manusia untuk hidup sehat.”Kita masyarakat ini kan punya hak untuk hidup sehat. Harusnya kita bisa menikmati lari pagi, olahraga di luar ruangan,” sebut Zul Asdi, Selasa (10/9).

Ia menambahkan, meliburkan anak sekolah, meminta menggunakan masker dan menghimbau agar tidak beraktivitas di luar ruangan bukanlah solusi. Karena imbauan diatas merupakan dampak yang merugikan. Harusnya yang paling diutamakan adalah memadamkan api.

Baca Juga:  Produksi Beras Lokal Riau Masih Rendah

“Libur sekolah bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Padamkan api! Karena itu sumber datangnya asap ini kan. Sampai kapan mau dibiarkan? Ini persoalan jangka panjang. Dampak kesehatan sangat luar biasa. Menjadi pemicu kanker, jantung, paru,” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang lebih penting lagi adalah pemahaman masyarakat dan semua pihak atas bahaya daripada asap untuk kesehatan. Sehingga usaha untuk menghentikan asap ini dapat dilaksanakan bersama-sama dilakukan oleh semua unsur. Itu semua hanya bisa tercapai kalau semua paham akan bahayanya.

“Terakhir kami mau sampaikan apresiasi sebesarnya kepada semua pihak yang telah berjibaku memadamkan api siang dan malam. Akan tetapi itu semua tida arti, kalau masyarakat dan pengelola lahan tidak paham, akhirnya mati di satu titik, muncul lagi di titik lain,” tambahnya.(nda)

Baca Juga:  Maksimalkan Pembangunan SDM Unggul

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang semakin parah di wilayah Riau mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau Dr Zul Asdi SpB Mkes. Karena, dampak yang ditimbulkan sangat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kabut asap yang semakin tidak terkendali sudah merenggut hak azasi manusia untuk hidup sehat.”Kita masyarakat ini kan punya hak untuk hidup sehat. Harusnya kita bisa menikmati lari pagi, olahraga di luar ruangan,” sebut Zul Asdi, Selasa (10/9).

Ia menambahkan, meliburkan anak sekolah, meminta menggunakan masker dan menghimbau agar tidak beraktivitas di luar ruangan bukanlah solusi. Karena imbauan diatas merupakan dampak yang merugikan. Harusnya yang paling diutamakan adalah memadamkan api.

Baca Juga:  Upaya Pemulihan Ekonomi, Gubri Tinjau Program Padat Karya di Dumai

“Libur sekolah bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Padamkan api! Karena itu sumber datangnya asap ini kan. Sampai kapan mau dibiarkan? Ini persoalan jangka panjang. Dampak kesehatan sangat luar biasa. Menjadi pemicu kanker, jantung, paru,” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang lebih penting lagi adalah pemahaman masyarakat dan semua pihak atas bahaya daripada asap untuk kesehatan. Sehingga usaha untuk menghentikan asap ini dapat dilaksanakan bersama-sama dilakukan oleh semua unsur. Itu semua hanya bisa tercapai kalau semua paham akan bahayanya.

- Advertisement -

“Terakhir kami mau sampaikan apresiasi sebesarnya kepada semua pihak yang telah berjibaku memadamkan api siang dan malam. Akan tetapi itu semua tida arti, kalau masyarakat dan pengelola lahan tidak paham, akhirnya mati di satu titik, muncul lagi di titik lain,” tambahnya.(nda)

Baca Juga:  600 Orang Kafilah Meriahkan MTQ
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang semakin parah di wilayah Riau mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau Dr Zul Asdi SpB Mkes. Karena, dampak yang ditimbulkan sangat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kabut asap yang semakin tidak terkendali sudah merenggut hak azasi manusia untuk hidup sehat.”Kita masyarakat ini kan punya hak untuk hidup sehat. Harusnya kita bisa menikmati lari pagi, olahraga di luar ruangan,” sebut Zul Asdi, Selasa (10/9).

Ia menambahkan, meliburkan anak sekolah, meminta menggunakan masker dan menghimbau agar tidak beraktivitas di luar ruangan bukanlah solusi. Karena imbauan diatas merupakan dampak yang merugikan. Harusnya yang paling diutamakan adalah memadamkan api.

Baca Juga:  Maksimalkan Pembangunan SDM Unggul

“Libur sekolah bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Padamkan api! Karena itu sumber datangnya asap ini kan. Sampai kapan mau dibiarkan? Ini persoalan jangka panjang. Dampak kesehatan sangat luar biasa. Menjadi pemicu kanker, jantung, paru,” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang lebih penting lagi adalah pemahaman masyarakat dan semua pihak atas bahaya daripada asap untuk kesehatan. Sehingga usaha untuk menghentikan asap ini dapat dilaksanakan bersama-sama dilakukan oleh semua unsur. Itu semua hanya bisa tercapai kalau semua paham akan bahayanya.

“Terakhir kami mau sampaikan apresiasi sebesarnya kepada semua pihak yang telah berjibaku memadamkan api siang dan malam. Akan tetapi itu semua tida arti, kalau masyarakat dan pengelola lahan tidak paham, akhirnya mati di satu titik, muncul lagi di titik lain,” tambahnya.(nda)

Baca Juga:  Perguruan Silat NU Pagar Nusa Riau Ikut Program BP Jamsostek

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari