Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

Riau Akhirnya Nihil Titik Panas, Tapi Karhutla Masih Mengintai

(RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau akhirnya bebas dari pantauan titik panas berdasarkan data BMKG, Rabu (6/8). Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui sejumlah daerah.

BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru menyatakan tidak ada sebaran titik panas di Riau, meskipun 39 titik masih terdeteksi di wilayah Sumatera lainnya seperti Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Untuk cuaca, Riau diprediksi cerah berawan sepanjang hari. Namun hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur beberapa wilayah seperti Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, dan Pekanbaru, terutama sore dan malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin dan petir, khususnya di Rokan Hulu, Bengkalis, Inhil, dan Kepulauan Meranti.

Baca Juga:  Berangkat via Sungai Duku Harus Tunjukkan Kartu Vaksin

Sementara itu, kondisi karhutla di Rokan Hilir (Rohil) menunjukkan perkembangan positif. Hujan yang turun membantu petugas dalam proses pemadaman. Saat ini, tim gabungan fokus pada proses pendinginan agar api tak kembali menyala.

“Kami tetap melakukan patroli intensif, terutama karena lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang rentan kembali terbakar,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur.

Di Kepulauan Meranti, karhutla di Desa Tanjung Peranap juga berhasil dipadamkan setelah 19 hari upaya pemadaman. Lebih dari 200 hektare lahan terbakar dalam peristiwa itu.

Pemadaman dibantu helikopter water bombing dan alat berat untuk membuat embung serta sekat bakar. Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Khadafi, mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga:  Simulasi Polres Bengkalis, Latihan Hadapi Massa Aksi dengan Taktis

Di Bengkalis, kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Pergam, Kecamatan Rupat juga berhasil dikendalikan. Tim gabungan masih melakukan pendinginan dan memantau sisa asap dengan drone.

Meski secara umum Riau nihil titik panas, karhutla masih terjadi di lima titik di Rokan Hilir. Lokasinya tersebar di Kecamatan Kubu Babussalam, Simpang Kanan, dan Bangko Pusako.

Kalaksa BPBD Rohil, Syafnurizal, menyebut, beberapa lokasi seperti Jalan Lintas Kubu Babussalam KM 36 hingga KM 41 masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan. (ayi/sol/fad/wir)

(RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau akhirnya bebas dari pantauan titik panas berdasarkan data BMKG, Rabu (6/8). Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui sejumlah daerah.

BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru menyatakan tidak ada sebaran titik panas di Riau, meskipun 39 titik masih terdeteksi di wilayah Sumatera lainnya seperti Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Untuk cuaca, Riau diprediksi cerah berawan sepanjang hari. Namun hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur beberapa wilayah seperti Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, dan Pekanbaru, terutama sore dan malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin dan petir, khususnya di Rokan Hulu, Bengkalis, Inhil, dan Kepulauan Meranti.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pemuda Sungai Lala Inhu, Simpan Dua Bungkus Sabu di Rumah Kontrakan

Sementara itu, kondisi karhutla di Rokan Hilir (Rohil) menunjukkan perkembangan positif. Hujan yang turun membantu petugas dalam proses pemadaman. Saat ini, tim gabungan fokus pada proses pendinginan agar api tak kembali menyala.

- Advertisement -

“Kami tetap melakukan patroli intensif, terutama karena lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang rentan kembali terbakar,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur.

Di Kepulauan Meranti, karhutla di Desa Tanjung Peranap juga berhasil dipadamkan setelah 19 hari upaya pemadaman. Lebih dari 200 hektare lahan terbakar dalam peristiwa itu.

- Advertisement -

Pemadaman dibantu helikopter water bombing dan alat berat untuk membuat embung serta sekat bakar. Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Khadafi, mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga:  Nelayan Tenggelam di Sungai Indragiri Masih Dicari Tim SAR

Di Bengkalis, kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Pergam, Kecamatan Rupat juga berhasil dikendalikan. Tim gabungan masih melakukan pendinginan dan memantau sisa asap dengan drone.

Meski secara umum Riau nihil titik panas, karhutla masih terjadi di lima titik di Rokan Hilir. Lokasinya tersebar di Kecamatan Kubu Babussalam, Simpang Kanan, dan Bangko Pusako.

Kalaksa BPBD Rohil, Syafnurizal, menyebut, beberapa lokasi seperti Jalan Lintas Kubu Babussalam KM 36 hingga KM 41 masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan. (ayi/sol/fad/wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau akhirnya bebas dari pantauan titik panas berdasarkan data BMKG, Rabu (6/8). Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui sejumlah daerah.

BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru menyatakan tidak ada sebaran titik panas di Riau, meskipun 39 titik masih terdeteksi di wilayah Sumatera lainnya seperti Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Untuk cuaca, Riau diprediksi cerah berawan sepanjang hari. Namun hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur beberapa wilayah seperti Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, dan Pekanbaru, terutama sore dan malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin dan petir, khususnya di Rokan Hulu, Bengkalis, Inhil, dan Kepulauan Meranti.

Baca Juga:  Cabai Merah Makin Pedas: Harga di Pekanbaru Rp100 Ribu, Bengkalis Lebih Mahal

Sementara itu, kondisi karhutla di Rokan Hilir (Rohil) menunjukkan perkembangan positif. Hujan yang turun membantu petugas dalam proses pemadaman. Saat ini, tim gabungan fokus pada proses pendinginan agar api tak kembali menyala.

“Kami tetap melakukan patroli intensif, terutama karena lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang rentan kembali terbakar,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur.

Di Kepulauan Meranti, karhutla di Desa Tanjung Peranap juga berhasil dipadamkan setelah 19 hari upaya pemadaman. Lebih dari 200 hektare lahan terbakar dalam peristiwa itu.

Pemadaman dibantu helikopter water bombing dan alat berat untuk membuat embung serta sekat bakar. Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Khadafi, mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga:  Anak Gubri Juga Sempat Terpapar Covid-19

Di Bengkalis, kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Pergam, Kecamatan Rupat juga berhasil dikendalikan. Tim gabungan masih melakukan pendinginan dan memantau sisa asap dengan drone.

Meski secara umum Riau nihil titik panas, karhutla masih terjadi di lima titik di Rokan Hilir. Lokasinya tersebar di Kecamatan Kubu Babussalam, Simpang Kanan, dan Bangko Pusako.

Kalaksa BPBD Rohil, Syafnurizal, menyebut, beberapa lokasi seperti Jalan Lintas Kubu Babussalam KM 36 hingga KM 41 masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan. (ayi/sol/fad/wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari