Jumat, 8 Mei 2026
- Advertisement -

Siap Kerja! 402 Siswa SMKN Pertanian Terpadu Jalani Ujian Sertifikasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 402 siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru mengikuti Ujian Sertifikasi Murid (USM) pola Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) dan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Mandiri yang berlangsung pada 13 hingga 17 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan dan kesiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru, Elvita Herasanty, menjelaskan bahwa terdapat beberapa skema kompetensi yang diujikan dalam pola LSP-P1.

Di antaranya Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) diikuti 116 siswa, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) sebanyak 60 siswa, serta Alat Mesin Pertanian (AMP) dengan 30 siswa.

Selain itu, terdapat Agribisnis Ternak Unggas (ATU) yang diikuti 26 siswa, Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) sebanyak 52 siswa, dan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang diikuti 96 siswa.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Gelar Pasar Murah di 15 Kecamatan, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Sementara untuk UKK Mandiri, terdapat paket Perbenihan Tanaman (APT) yang diikuti oleh 22 siswa.

Pelaksanaan ujian ini melibatkan tim asesor dari pihak eksternal yang berasal dari dunia industri maupun perusahaan, serta asesor internal dari guru SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru yang telah memiliki sertifikasi.

Elvita menjelaskan bahwa LSP merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja dan telah memperoleh lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui sertifikasi ini, kompetensi siswa dapat diukur sesuai dengan standar industri dan kebutuhan dunia kerja.

Ia menambahkan, tujuan utama pelaksanaan ujian ini adalah untuk memastikan capaian kompetensi siswa serta memberikan pengakuan berupa sertifikat kompetensi.

Baca Juga:  Nopriadi Pimpin LLDIKTI Riau dan Kepri

Sertifikat tersebut nantinya menjadi nilai tambah bagi siswa saat memasuki dunia industri.

“Kami berharap seluruh siswa dapat lulus sesuai kompetensi yang dimiliki dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.(nto/c)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 402 siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru mengikuti Ujian Sertifikasi Murid (USM) pola Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) dan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Mandiri yang berlangsung pada 13 hingga 17 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan dan kesiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru, Elvita Herasanty, menjelaskan bahwa terdapat beberapa skema kompetensi yang diujikan dalam pola LSP-P1.

Di antaranya Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) diikuti 116 siswa, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) sebanyak 60 siswa, serta Alat Mesin Pertanian (AMP) dengan 30 siswa.

Selain itu, terdapat Agribisnis Ternak Unggas (ATU) yang diikuti 26 siswa, Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) sebanyak 52 siswa, dan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang diikuti 96 siswa.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ibu Hamil di Harjosari Dapat Pelatihan Yoga dari Dosen Poltekkes Riau

Sementara untuk UKK Mandiri, terdapat paket Perbenihan Tanaman (APT) yang diikuti oleh 22 siswa.

Pelaksanaan ujian ini melibatkan tim asesor dari pihak eksternal yang berasal dari dunia industri maupun perusahaan, serta asesor internal dari guru SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru yang telah memiliki sertifikasi.

- Advertisement -

Elvita menjelaskan bahwa LSP merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja dan telah memperoleh lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui sertifikasi ini, kompetensi siswa dapat diukur sesuai dengan standar industri dan kebutuhan dunia kerja.

Ia menambahkan, tujuan utama pelaksanaan ujian ini adalah untuk memastikan capaian kompetensi siswa serta memberikan pengakuan berupa sertifikat kompetensi.

Baca Juga:  Rahman Hadi Sebut Akan Selalu Rindu Riau

Sertifikat tersebut nantinya menjadi nilai tambah bagi siswa saat memasuki dunia industri.

“Kami berharap seluruh siswa dapat lulus sesuai kompetensi yang dimiliki dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.(nto/c)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 402 siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru mengikuti Ujian Sertifikasi Murid (USM) pola Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) dan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Mandiri yang berlangsung pada 13 hingga 17 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan dan kesiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru, Elvita Herasanty, menjelaskan bahwa terdapat beberapa skema kompetensi yang diujikan dalam pola LSP-P1.

Di antaranya Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) diikuti 116 siswa, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) sebanyak 60 siswa, serta Alat Mesin Pertanian (AMP) dengan 30 siswa.

Selain itu, terdapat Agribisnis Ternak Unggas (ATU) yang diikuti 26 siswa, Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) sebanyak 52 siswa, dan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang diikuti 96 siswa.

Baca Juga:  Rahman Hadi Sebut Akan Selalu Rindu Riau

Sementara untuk UKK Mandiri, terdapat paket Perbenihan Tanaman (APT) yang diikuti oleh 22 siswa.

Pelaksanaan ujian ini melibatkan tim asesor dari pihak eksternal yang berasal dari dunia industri maupun perusahaan, serta asesor internal dari guru SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru yang telah memiliki sertifikasi.

Elvita menjelaskan bahwa LSP merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja dan telah memperoleh lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui sertifikasi ini, kompetensi siswa dapat diukur sesuai dengan standar industri dan kebutuhan dunia kerja.

Ia menambahkan, tujuan utama pelaksanaan ujian ini adalah untuk memastikan capaian kompetensi siswa serta memberikan pengakuan berupa sertifikat kompetensi.

Baca Juga:  Sekolah Dilarang Menjual Buku Ramadan

Sertifikat tersebut nantinya menjadi nilai tambah bagi siswa saat memasuki dunia industri.

“Kami berharap seluruh siswa dapat lulus sesuai kompetensi yang dimiliki dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.(nto/c)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari