Kamis, 18 Juni 2026
- Advertisement -

Berangsur Membaik, Faisal Amir Akui Dihantam Aparat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Faisal Amir yang menjadi korban kekerasan saat berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin (23/9) sudah mulai membaik. Kepada ibunya, Asma Ratu, Faisal mengaku dipukul oleh aparat keamanan hingga kondisinya kritis.

Asma menyampaikan, Faisal hingga kini masih berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi Faisal yang sebelumnya hilang ingatan, kini sudah berangsur pulih. Dia mencoba mengingat siapa yang menghantamnya saat unjuk rasa mahasiswa.

“Kenapa saya dioperasi? Saya dipukul, dipukul siapa? Aparat. Terus bagaimana pukulnya? Lupa,” kata Asma menirukan percakapan dengan Faisal saat dihubungi JawaPos.com, Senin (30/9).

Asma menyatakan, meski anaknya sudah berangsur mengingat peristiwa mencekam pada Senin lalu, ia tidak mengetahui mengapa dirinya mengalami luka parah di bagian kepala. “Belum (sepenuhnya ingat, Red). Cuma dia bilang dipukul,” terang Asma.

Baca Juga:  SPTJR: Pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja Terkesan Tertutup dan Tergesa-gesa

Faisal menitipkan salam untuk mahasiswa yang melakukan unjuk rasa terkait penolakan UU KPK, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan sejumlah UU kontroversial lainnya. Faisal menginginkan agar mahasiswa terus menyuarakan keresahan rakyat.

“Teruskan (perjuangan, Red) kata dia,” ujar Asma menirukan kembali percakapannya dengan Faisal.

Terkait peristiwa ini, lanjut Asma, dirinya bersama tim kuasa hukum sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Dia berharap Komnas HAM dapat membantu apa yang telah dialami Faisal.

“(Komnas HAM, Red) akan menindaklanjuti dan saya tunggu. Saya akan tunggu janji mereka,” tegas Asma.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Faisal Amir yang menjadi korban kekerasan saat berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin (23/9) sudah mulai membaik. Kepada ibunya, Asma Ratu, Faisal mengaku dipukul oleh aparat keamanan hingga kondisinya kritis.

Asma menyampaikan, Faisal hingga kini masih berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi Faisal yang sebelumnya hilang ingatan, kini sudah berangsur pulih. Dia mencoba mengingat siapa yang menghantamnya saat unjuk rasa mahasiswa.

“Kenapa saya dioperasi? Saya dipukul, dipukul siapa? Aparat. Terus bagaimana pukulnya? Lupa,” kata Asma menirukan percakapan dengan Faisal saat dihubungi JawaPos.com, Senin (30/9).

Asma menyatakan, meski anaknya sudah berangsur mengingat peristiwa mencekam pada Senin lalu, ia tidak mengetahui mengapa dirinya mengalami luka parah di bagian kepala. “Belum (sepenuhnya ingat, Red). Cuma dia bilang dipukul,” terang Asma.

Baca Juga:  Manfaatkan Sumber Potensi Desa, Mahasiswa Unri Ciptakan Keripik Kelapa

Faisal menitipkan salam untuk mahasiswa yang melakukan unjuk rasa terkait penolakan UU KPK, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan sejumlah UU kontroversial lainnya. Faisal menginginkan agar mahasiswa terus menyuarakan keresahan rakyat.

- Advertisement -

“Teruskan (perjuangan, Red) kata dia,” ujar Asma menirukan kembali percakapannya dengan Faisal.

Terkait peristiwa ini, lanjut Asma, dirinya bersama tim kuasa hukum sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Dia berharap Komnas HAM dapat membantu apa yang telah dialami Faisal.

- Advertisement -

“(Komnas HAM, Red) akan menindaklanjuti dan saya tunggu. Saya akan tunggu janji mereka,” tegas Asma.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Faisal Amir yang menjadi korban kekerasan saat berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin (23/9) sudah mulai membaik. Kepada ibunya, Asma Ratu, Faisal mengaku dipukul oleh aparat keamanan hingga kondisinya kritis.

Asma menyampaikan, Faisal hingga kini masih berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi Faisal yang sebelumnya hilang ingatan, kini sudah berangsur pulih. Dia mencoba mengingat siapa yang menghantamnya saat unjuk rasa mahasiswa.

“Kenapa saya dioperasi? Saya dipukul, dipukul siapa? Aparat. Terus bagaimana pukulnya? Lupa,” kata Asma menirukan percakapan dengan Faisal saat dihubungi JawaPos.com, Senin (30/9).

Asma menyatakan, meski anaknya sudah berangsur mengingat peristiwa mencekam pada Senin lalu, ia tidak mengetahui mengapa dirinya mengalami luka parah di bagian kepala. “Belum (sepenuhnya ingat, Red). Cuma dia bilang dipukul,” terang Asma.

Baca Juga:  Terjal di Perempatfinal, PraMel Jumpa Unggulan Pertama

Faisal menitipkan salam untuk mahasiswa yang melakukan unjuk rasa terkait penolakan UU KPK, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan sejumlah UU kontroversial lainnya. Faisal menginginkan agar mahasiswa terus menyuarakan keresahan rakyat.

“Teruskan (perjuangan, Red) kata dia,” ujar Asma menirukan kembali percakapannya dengan Faisal.

Terkait peristiwa ini, lanjut Asma, dirinya bersama tim kuasa hukum sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Dia berharap Komnas HAM dapat membantu apa yang telah dialami Faisal.

“(Komnas HAM, Red) akan menindaklanjuti dan saya tunggu. Saya akan tunggu janji mereka,” tegas Asma.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari