Sabtu, 16 Mei 2026
- Advertisement -

Kasus Corona Melonjak, Lebanon Kembali Lockdown 

BEIRUT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Lebanon akan kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) selama dua pekan ke depan setelah kasus virus corona (Covid-19) di negara itu meningkat tajam.

Dilansir Middle East Eye, Selasa (28/7/2020), pemerintah setempat menutup tempat ibadah, bioskop, bar, klub malam, acara olahraga, dan pasar.

Para pejabat mengatakan mereka khawatir dengan lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir dengan sedikitnya 132 infeksi baru dan delapan kematian dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Negara itu juga mencatat 51 kematian akibat virus corona sejak Februari.

"Kami harus mundur selangkah ke belakang dan bekerja dengan tekad seolah-olah pandemi telah dimulai," kata Menteri Kesehatan Libanon, Hamad Hassan, seperti dikutip di media pemerintah.

Baca Juga:  Poin Lengkap Alasan Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021

"Kami harus bekerja lebih serius untuk menghindari bencana kemanusiaan medis," tambahnya.

Toko-toko, perusahaan swasta, bank, dan lembaga pendidikan akan diizinkan dibuka tapi terbatas hanya pada Selasa dan Rabu. Lockdown semi total akan diberlakukan dari Kamis hingga Senin sampai 10 Agustus mendatang.

Lockdown pekan ini juga bertepatan dengan hari libur Idul Adha ketika umat Islam mengadakan pertemuan besar.

Bandara Beirut, penyeberangan perbatasan darat dengan Suriah, pelabuhan, lembaga medis, perusahaan industri dan pertanian, serta lembaga-lembaga penting pemerintah akan tetap dibuka.

Bagi orang-orang yang datang dari negara-negara berisiko tinggi Covid-19 akan dikarantina selama 48 jam sampai mereka menerima hasil tes virus corona. Mereka yang tiba dari daerah lain diharapkan melakukan karantina mandiri di rumah.

Baca Juga:  Polri Klarifikasi Terkait Berita 300 Calon Perwira Terindikasi Positif Corona

Hingga kini, kasus virus corona di Lebanon mencapai 3.882 kasus dan 1.709 pasien sembuh.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

BEIRUT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Lebanon akan kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) selama dua pekan ke depan setelah kasus virus corona (Covid-19) di negara itu meningkat tajam.

Dilansir Middle East Eye, Selasa (28/7/2020), pemerintah setempat menutup tempat ibadah, bioskop, bar, klub malam, acara olahraga, dan pasar.

Para pejabat mengatakan mereka khawatir dengan lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir dengan sedikitnya 132 infeksi baru dan delapan kematian dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Negara itu juga mencatat 51 kematian akibat virus corona sejak Februari.

"Kami harus mundur selangkah ke belakang dan bekerja dengan tekad seolah-olah pandemi telah dimulai," kata Menteri Kesehatan Libanon, Hamad Hassan, seperti dikutip di media pemerintah.

Baca Juga:  Komnas HAM: Ada Pihak Lain Intai Habib Rizieq Selain Polisi

"Kami harus bekerja lebih serius untuk menghindari bencana kemanusiaan medis," tambahnya.

- Advertisement -

Toko-toko, perusahaan swasta, bank, dan lembaga pendidikan akan diizinkan dibuka tapi terbatas hanya pada Selasa dan Rabu. Lockdown semi total akan diberlakukan dari Kamis hingga Senin sampai 10 Agustus mendatang.

Lockdown pekan ini juga bertepatan dengan hari libur Idul Adha ketika umat Islam mengadakan pertemuan besar.

- Advertisement -

Bandara Beirut, penyeberangan perbatasan darat dengan Suriah, pelabuhan, lembaga medis, perusahaan industri dan pertanian, serta lembaga-lembaga penting pemerintah akan tetap dibuka.

Bagi orang-orang yang datang dari negara-negara berisiko tinggi Covid-19 akan dikarantina selama 48 jam sampai mereka menerima hasil tes virus corona. Mereka yang tiba dari daerah lain diharapkan melakukan karantina mandiri di rumah.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Kabut Asap di Rohul Menipis

Hingga kini, kasus virus corona di Lebanon mencapai 3.882 kasus dan 1.709 pasien sembuh.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEIRUT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Lebanon akan kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) selama dua pekan ke depan setelah kasus virus corona (Covid-19) di negara itu meningkat tajam.

Dilansir Middle East Eye, Selasa (28/7/2020), pemerintah setempat menutup tempat ibadah, bioskop, bar, klub malam, acara olahraga, dan pasar.

Para pejabat mengatakan mereka khawatir dengan lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir dengan sedikitnya 132 infeksi baru dan delapan kematian dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Negara itu juga mencatat 51 kematian akibat virus corona sejak Februari.

"Kami harus mundur selangkah ke belakang dan bekerja dengan tekad seolah-olah pandemi telah dimulai," kata Menteri Kesehatan Libanon, Hamad Hassan, seperti dikutip di media pemerintah.

Baca Juga:  Poin Lengkap Alasan Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021

"Kami harus bekerja lebih serius untuk menghindari bencana kemanusiaan medis," tambahnya.

Toko-toko, perusahaan swasta, bank, dan lembaga pendidikan akan diizinkan dibuka tapi terbatas hanya pada Selasa dan Rabu. Lockdown semi total akan diberlakukan dari Kamis hingga Senin sampai 10 Agustus mendatang.

Lockdown pekan ini juga bertepatan dengan hari libur Idul Adha ketika umat Islam mengadakan pertemuan besar.

Bandara Beirut, penyeberangan perbatasan darat dengan Suriah, pelabuhan, lembaga medis, perusahaan industri dan pertanian, serta lembaga-lembaga penting pemerintah akan tetap dibuka.

Bagi orang-orang yang datang dari negara-negara berisiko tinggi Covid-19 akan dikarantina selama 48 jam sampai mereka menerima hasil tes virus corona. Mereka yang tiba dari daerah lain diharapkan melakukan karantina mandiri di rumah.

Baca Juga:  Komnas HAM: Ada Pihak Lain Intai Habib Rizieq Selain Polisi

Hingga kini, kasus virus corona di Lebanon mencapai 3.882 kasus dan 1.709 pasien sembuh.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari