Jumat, 19 Juni 2026
- Advertisement -

Bali Bisa Jadi Percontohan Daerah Wisata New Normal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bali berpotensi menjadi proyek percontohan (pilot project) kawasan wisata pertama yang akan dibuka pada tatanan kehidupan baru (new normal). 

Pasalnya, Bali dianggap mampu menangani penyebaran virus corona secara baik sehingga jumlah kasus wabah tersebut tak sebanyak di kawasan lain.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyatakan hal tersebut.

"Memang Bali adalah salah satu provinsi yang sangat baik penanganan dan perkembangan kasus virus corona juga terlihat sampai hari ini (tak membludak, red) sehingga mempunyai potensi  untuk kami lakukan (sebagai pilot project, red)," ungkap Wishnutama dalam video conference, Kamis (28/5/2020).

Walaupun begitu, ia belum bisa memastikan kapan wisata di Bali akan kembali dibuka. Pasalnya, hal itu masih harus dibicarakan oleh pemerintah setempat.

Baca Juga:  Rokok Ilegal Senilai Rp800 Juta Diamankan di Kecamatan Dumai Kota

"Tapi kembali lagi saya harus berkoordinasi dengan kepala daerah masing-masing," terang Wishnutama.

Ia menjelaskan, masing-masing gubernur harus berkoordinasi juga dengan bupati setempat sebelum membuka kawasan wisata di daerah masing-masing. Koordinasi ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah daerah itu benar-benar layak dibuka kembali untuk umum di tengah pandemi virus corona.

"Kerja sama pemerintah pusat, daerah, sampai kabupaten itu penting untuk melaksanakan protokol kesehatan," ucap Wishnutama.

Selain itu, ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilakukan sebelum membuka kembali kawasan wisata. SOP itu akan berbeda-beda di masing-masing bidang dan tempat.

"SOP tersebut banyak kaitannya misalnya hotel, restoran, dan lain-lain. Itu yang akan diterapkan," ujar Wishnutama.

Baca Juga:  Parpol di Parlemen Bebas dari Verifikasi Faktual

Kemudian, ada simulasi dan uji coba atas SOP yang dibuat tersebut. Hal ini untuk mengetahui apakah SOP itu bisa diterapkan dengan efektif di kawasan wisata itu.

"Jadi ada simulasi, setelah simulasi dilakukan sosialisasi dan masuk masa uji coba. Tentunya kami prioritaskan nantinya di daerah-daerah yang sudah siap," Wishnutama.

Ia memproyeksi seluruh tahapan itu akan memakan waktu minimal satu bulan sejak daerah itu dikatakan oleh pemerintah setempat aman untuk dibuka kembali. Namun, Wishnutama belum bisa menyatakan secara spesifik kapan tepatnya tempat wisata akan mulai dibuka kembali.

"Ini kembali tergantung pada daerah masing-masing," pungkas Wishnutama.

Sumber: Antara/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bali berpotensi menjadi proyek percontohan (pilot project) kawasan wisata pertama yang akan dibuka pada tatanan kehidupan baru (new normal). 

Pasalnya, Bali dianggap mampu menangani penyebaran virus corona secara baik sehingga jumlah kasus wabah tersebut tak sebanyak di kawasan lain.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyatakan hal tersebut.

"Memang Bali adalah salah satu provinsi yang sangat baik penanganan dan perkembangan kasus virus corona juga terlihat sampai hari ini (tak membludak, red) sehingga mempunyai potensi  untuk kami lakukan (sebagai pilot project, red)," ungkap Wishnutama dalam video conference, Kamis (28/5/2020).

Walaupun begitu, ia belum bisa memastikan kapan wisata di Bali akan kembali dibuka. Pasalnya, hal itu masih harus dibicarakan oleh pemerintah setempat.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ribuan Siswa Terancam Tidak Bisa Daftar SNMPTN

"Tapi kembali lagi saya harus berkoordinasi dengan kepala daerah masing-masing," terang Wishnutama.

Ia menjelaskan, masing-masing gubernur harus berkoordinasi juga dengan bupati setempat sebelum membuka kawasan wisata di daerah masing-masing. Koordinasi ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah daerah itu benar-benar layak dibuka kembali untuk umum di tengah pandemi virus corona.

- Advertisement -

"Kerja sama pemerintah pusat, daerah, sampai kabupaten itu penting untuk melaksanakan protokol kesehatan," ucap Wishnutama.

Selain itu, ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilakukan sebelum membuka kembali kawasan wisata. SOP itu akan berbeda-beda di masing-masing bidang dan tempat.

"SOP tersebut banyak kaitannya misalnya hotel, restoran, dan lain-lain. Itu yang akan diterapkan," ujar Wishnutama.

Baca Juga:  Dibuka 24 Jam, Sementara 2.754 Kendaraan Melintasi Tol Permai

Kemudian, ada simulasi dan uji coba atas SOP yang dibuat tersebut. Hal ini untuk mengetahui apakah SOP itu bisa diterapkan dengan efektif di kawasan wisata itu.

"Jadi ada simulasi, setelah simulasi dilakukan sosialisasi dan masuk masa uji coba. Tentunya kami prioritaskan nantinya di daerah-daerah yang sudah siap," Wishnutama.

Ia memproyeksi seluruh tahapan itu akan memakan waktu minimal satu bulan sejak daerah itu dikatakan oleh pemerintah setempat aman untuk dibuka kembali. Namun, Wishnutama belum bisa menyatakan secara spesifik kapan tepatnya tempat wisata akan mulai dibuka kembali.

"Ini kembali tergantung pada daerah masing-masing," pungkas Wishnutama.

Sumber: Antara/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bali berpotensi menjadi proyek percontohan (pilot project) kawasan wisata pertama yang akan dibuka pada tatanan kehidupan baru (new normal). 

Pasalnya, Bali dianggap mampu menangani penyebaran virus corona secara baik sehingga jumlah kasus wabah tersebut tak sebanyak di kawasan lain.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyatakan hal tersebut.

"Memang Bali adalah salah satu provinsi yang sangat baik penanganan dan perkembangan kasus virus corona juga terlihat sampai hari ini (tak membludak, red) sehingga mempunyai potensi  untuk kami lakukan (sebagai pilot project, red)," ungkap Wishnutama dalam video conference, Kamis (28/5/2020).

Walaupun begitu, ia belum bisa memastikan kapan wisata di Bali akan kembali dibuka. Pasalnya, hal itu masih harus dibicarakan oleh pemerintah setempat.

Baca Juga:  Rokok Ilegal Senilai Rp800 Juta Diamankan di Kecamatan Dumai Kota

"Tapi kembali lagi saya harus berkoordinasi dengan kepala daerah masing-masing," terang Wishnutama.

Ia menjelaskan, masing-masing gubernur harus berkoordinasi juga dengan bupati setempat sebelum membuka kawasan wisata di daerah masing-masing. Koordinasi ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah daerah itu benar-benar layak dibuka kembali untuk umum di tengah pandemi virus corona.

"Kerja sama pemerintah pusat, daerah, sampai kabupaten itu penting untuk melaksanakan protokol kesehatan," ucap Wishnutama.

Selain itu, ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilakukan sebelum membuka kembali kawasan wisata. SOP itu akan berbeda-beda di masing-masing bidang dan tempat.

"SOP tersebut banyak kaitannya misalnya hotel, restoran, dan lain-lain. Itu yang akan diterapkan," ujar Wishnutama.

Baca Juga:  Tim PKM UIR Gunakan Game Edukasi di MTS Diniyyah Putri Pekanbaru

Kemudian, ada simulasi dan uji coba atas SOP yang dibuat tersebut. Hal ini untuk mengetahui apakah SOP itu bisa diterapkan dengan efektif di kawasan wisata itu.

"Jadi ada simulasi, setelah simulasi dilakukan sosialisasi dan masuk masa uji coba. Tentunya kami prioritaskan nantinya di daerah-daerah yang sudah siap," Wishnutama.

Ia memproyeksi seluruh tahapan itu akan memakan waktu minimal satu bulan sejak daerah itu dikatakan oleh pemerintah setempat aman untuk dibuka kembali. Namun, Wishnutama belum bisa menyatakan secara spesifik kapan tepatnya tempat wisata akan mulai dibuka kembali.

"Ini kembali tergantung pada daerah masing-masing," pungkas Wishnutama.

Sumber: Antara/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari