Jumat, 26 Juni 2026
- Advertisement -

Satgas Koto Gasib Berjibaku Padamkan Karhutla di Siak

SIAK (RIAUPOS.CO)- Meski Satgas Karhutla Koto Gasib terus-menerus melakukan patroli dan antisipasi, namun karhutla di lahan gambut tak terelakkan. Terbakarnya lahan gambut terjadi pada Ahad (26/1) malam, di wilayah Sri Gemilang yang berbatasan dengan Sengkemang. Di lahan gambut yang terbakar itu ada kebun kelapa sawit.

Hal itu dijelaskan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan pada Senin (27/1) petang.

“Sejak Ahad kami sudah berjibaku memadamkan api karena dikhawatirkan meluas. Tidak hanya Satgas Karhutla Koto Gasib yang turun, namun Camat Dicky Sofyan dan pihak perusahaan juga ikut membantu dengan menurunkan alat dan personel,” jelasnya.

Upaya pemadaman malam tadi disebutkan Suryawan hingga pukul 02.00 WIB, setelah pihaknya berhasil melakukan lokalisir dengan alat berat, tim diperbolehkan pulang.  Senin pagi, semuanya kembali ke lokasi karhutla untuk dilakukan pendinginan agar api tidak meluas.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Dibuka, Wajib Patuhi Prokes Covid- 19

“Ini bukan masalah lahan siapa yang terbakar, namun bagaimana api dapat dipadamkan sesegera mungkin secara bersama sama,” ucap Suryawan.

Setelah ini, menurut Suryawan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait lahan yang terbakar itu.

Sementara Camat Koto Gasib Dicky Sofyan menjelaskan pihaknya sudah siap atas apa yang terjadi. Menurutnya kemarau seperti ini, situasi sulit diprediksi. Meski pihaknya sudah memiliki Satgas Karhutla, dan rutin melakukan patrol, dan koordinasi antar-RT dan RW T tetap dilakukan melalui penghulu, namun karhutla terjadi dan semua tim ikut berjibaku memadamkan api. Tak terkecuali tim dari sejumlah perusahaan yang ada di Koto Gasib.

“Kami tidak mau ada yang berpangku tangan, sementara yang lain berada di lapangan memadamkan api. Kami ingin bagaimana api dapat cepat padam dan dilakukan bersama sama,” jelasnya.

Baca Juga:  Pembangunan Rusus untuk Nelayan Rohil Dipadukan Program Sanitasi

Dijelaskan Dicky, apa yang terjadi ini menjadi pelajaran berharga. Patroli akan terus ditingkatkan dan warga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika ada melihat karhutla, dia meminta segera melaporkan.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

SIAK (RIAUPOS.CO)- Meski Satgas Karhutla Koto Gasib terus-menerus melakukan patroli dan antisipasi, namun karhutla di lahan gambut tak terelakkan. Terbakarnya lahan gambut terjadi pada Ahad (26/1) malam, di wilayah Sri Gemilang yang berbatasan dengan Sengkemang. Di lahan gambut yang terbakar itu ada kebun kelapa sawit.

Hal itu dijelaskan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan pada Senin (27/1) petang.

“Sejak Ahad kami sudah berjibaku memadamkan api karena dikhawatirkan meluas. Tidak hanya Satgas Karhutla Koto Gasib yang turun, namun Camat Dicky Sofyan dan pihak perusahaan juga ikut membantu dengan menurunkan alat dan personel,” jelasnya.

Upaya pemadaman malam tadi disebutkan Suryawan hingga pukul 02.00 WIB, setelah pihaknya berhasil melakukan lokalisir dengan alat berat, tim diperbolehkan pulang.  Senin pagi, semuanya kembali ke lokasi karhutla untuk dilakukan pendinginan agar api tidak meluas.

Baca Juga:  Diduga Terlilit Utang, Pria Paruh Baya Gantung Diri

“Ini bukan masalah lahan siapa yang terbakar, namun bagaimana api dapat dipadamkan sesegera mungkin secara bersama sama,” ucap Suryawan.

- Advertisement -

Setelah ini, menurut Suryawan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait lahan yang terbakar itu.

Sementara Camat Koto Gasib Dicky Sofyan menjelaskan pihaknya sudah siap atas apa yang terjadi. Menurutnya kemarau seperti ini, situasi sulit diprediksi. Meski pihaknya sudah memiliki Satgas Karhutla, dan rutin melakukan patrol, dan koordinasi antar-RT dan RW T tetap dilakukan melalui penghulu, namun karhutla terjadi dan semua tim ikut berjibaku memadamkan api. Tak terkecuali tim dari sejumlah perusahaan yang ada di Koto Gasib.

- Advertisement -

“Kami tidak mau ada yang berpangku tangan, sementara yang lain berada di lapangan memadamkan api. Kami ingin bagaimana api dapat cepat padam dan dilakukan bersama sama,” jelasnya.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Dibuka, Wajib Patuhi Prokes Covid- 19

Dijelaskan Dicky, apa yang terjadi ini menjadi pelajaran berharga. Patroli akan terus ditingkatkan dan warga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika ada melihat karhutla, dia meminta segera melaporkan.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO)- Meski Satgas Karhutla Koto Gasib terus-menerus melakukan patroli dan antisipasi, namun karhutla di lahan gambut tak terelakkan. Terbakarnya lahan gambut terjadi pada Ahad (26/1) malam, di wilayah Sri Gemilang yang berbatasan dengan Sengkemang. Di lahan gambut yang terbakar itu ada kebun kelapa sawit.

Hal itu dijelaskan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan pada Senin (27/1) petang.

“Sejak Ahad kami sudah berjibaku memadamkan api karena dikhawatirkan meluas. Tidak hanya Satgas Karhutla Koto Gasib yang turun, namun Camat Dicky Sofyan dan pihak perusahaan juga ikut membantu dengan menurunkan alat dan personel,” jelasnya.

Upaya pemadaman malam tadi disebutkan Suryawan hingga pukul 02.00 WIB, setelah pihaknya berhasil melakukan lokalisir dengan alat berat, tim diperbolehkan pulang.  Senin pagi, semuanya kembali ke lokasi karhutla untuk dilakukan pendinginan agar api tidak meluas.

Baca Juga:  Lukman Hakim:Tak Ada Intervensi Romi Terhadap Kebijakan

“Ini bukan masalah lahan siapa yang terbakar, namun bagaimana api dapat dipadamkan sesegera mungkin secara bersama sama,” ucap Suryawan.

Setelah ini, menurut Suryawan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait lahan yang terbakar itu.

Sementara Camat Koto Gasib Dicky Sofyan menjelaskan pihaknya sudah siap atas apa yang terjadi. Menurutnya kemarau seperti ini, situasi sulit diprediksi. Meski pihaknya sudah memiliki Satgas Karhutla, dan rutin melakukan patrol, dan koordinasi antar-RT dan RW T tetap dilakukan melalui penghulu, namun karhutla terjadi dan semua tim ikut berjibaku memadamkan api. Tak terkecuali tim dari sejumlah perusahaan yang ada di Koto Gasib.

“Kami tidak mau ada yang berpangku tangan, sementara yang lain berada di lapangan memadamkan api. Kami ingin bagaimana api dapat cepat padam dan dilakukan bersama sama,” jelasnya.

Baca Juga:  Berkas Perkara Mayjen Purnawirawan TNI Ini Diserahkan ke Jaksa

Dijelaskan Dicky, apa yang terjadi ini menjadi pelajaran berharga. Patroli akan terus ditingkatkan dan warga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika ada melihat karhutla, dia meminta segera melaporkan.

Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari