Minggu, 3 Mei 2026
- Advertisement -

Subsidi Upah Tahap IV Cair

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bantuan subsidi upah (BSU) batch IV mulai dicairkan kemarin (23/9). Dari 2,8 juta data pekerja yang diserahkan pada Rabu lalu (16/9), sebanyak 150 ribu terpaksa dikembalikan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menuturkan, proses cek kelengkapan oleh pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah rampung. Dalam pengecekan ulang tersebut, 2,65 juta pekerja yang datanya lengkap dan telah memenuhi kriteria Permenaker 14/2020 sudah diproses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk diproses pencairannya.

"Alhamdulillah, proses cek kelengkapan data sudah selesai dan diproses ke KPPN," ujarnya di Jakarta, kemarin (23/9).

Ida menjelaskan, setelah diproses ke KPPN, selanjutnya KPPN akan mencairkan dana subsidi upah/gaji ke bank penyalur. Setelah itu, bank penyalur akan segera transfer ke rekening penerima baik itu bank himbara maupun bank swasta lainnya. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan bank himbara selaku bank penyalur untuk mempercepat proses transfer.

Baca Juga:  Kebiasaan BJ Habibie Semasa Hidup, Hobi Membaca dan Sayang Cucu

"Kami berharap penyaluran tahap IV ini terus berjalan dengan lancar seperti tahap I,II dan III," ungkapnya. Sehingga target penyaluran pembayaran tahap pertama BSU di akhir September 2020 bisa tercapai.

Sementara itu, terkait 150 ribu data pekerja yang dikembalikan ke BPJamsostek, Ida mengatakan, hal itu lantaran data yang tidak lengkap. Ia meminta, agar BPJamsostek berkoordinasi kembali dengan pemberi kerja untuk bisa segera melengkapi data tersebut.

"Hal ini kami lakukan agar betul-betul penerima subsidi upah tepat sasaran," tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenaker per 22 September 2020, realisasi penyaluran BSU batch I telah mencapai 2.484.429 orang atau 99,38 persen dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang. Kemudian untuk batch II, telah mencapai 99,36 persen atau 2.980.913 orang. Pada batch ini, total penerima sebanyak 3 juta orang.

Baca Juga:  Presiden Ukraina Bakar Patriotisme Rakyatnya untuk Melawan Rusia

Sedangkan, untuk batch III telah mencapai 3.356.866 orang atau 95 persen dari total 3,5 juta orang. Sehingga total mencapai 8.822.208 penerima atau 98,02 persen dari 9 juta orang.

"Kami juga menyediakan layanan pengaduan terkait penyaluran bantuan subsidi upah ini," tuturnya.

Para pekerja/buruh bisa mengakses laman http://bantuan.kemnaker.go.id. Tak hanya soal aduan, laman tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk bertanya maupun mencari informasi terkait BSU.(mia/jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bantuan subsidi upah (BSU) batch IV mulai dicairkan kemarin (23/9). Dari 2,8 juta data pekerja yang diserahkan pada Rabu lalu (16/9), sebanyak 150 ribu terpaksa dikembalikan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menuturkan, proses cek kelengkapan oleh pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah rampung. Dalam pengecekan ulang tersebut, 2,65 juta pekerja yang datanya lengkap dan telah memenuhi kriteria Permenaker 14/2020 sudah diproses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk diproses pencairannya.

"Alhamdulillah, proses cek kelengkapan data sudah selesai dan diproses ke KPPN," ujarnya di Jakarta, kemarin (23/9).

Ida menjelaskan, setelah diproses ke KPPN, selanjutnya KPPN akan mencairkan dana subsidi upah/gaji ke bank penyalur. Setelah itu, bank penyalur akan segera transfer ke rekening penerima baik itu bank himbara maupun bank swasta lainnya. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan bank himbara selaku bank penyalur untuk mempercepat proses transfer.

Baca Juga:  Taiwan Tegaskan Siap Lakukan Apa pun

"Kami berharap penyaluran tahap IV ini terus berjalan dengan lancar seperti tahap I,II dan III," ungkapnya. Sehingga target penyaluran pembayaran tahap pertama BSU di akhir September 2020 bisa tercapai.

- Advertisement -

Sementara itu, terkait 150 ribu data pekerja yang dikembalikan ke BPJamsostek, Ida mengatakan, hal itu lantaran data yang tidak lengkap. Ia meminta, agar BPJamsostek berkoordinasi kembali dengan pemberi kerja untuk bisa segera melengkapi data tersebut.

"Hal ini kami lakukan agar betul-betul penerima subsidi upah tepat sasaran," tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

- Advertisement -

Sementara itu, berdasarkan data Kemenaker per 22 September 2020, realisasi penyaluran BSU batch I telah mencapai 2.484.429 orang atau 99,38 persen dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang. Kemudian untuk batch II, telah mencapai 99,36 persen atau 2.980.913 orang. Pada batch ini, total penerima sebanyak 3 juta orang.

Baca Juga:  PT Bintang Toedjoe Bagikan Jos C 1000 Dukung Nakes Covid-19 di RSUD Arifin Ahmad

Sedangkan, untuk batch III telah mencapai 3.356.866 orang atau 95 persen dari total 3,5 juta orang. Sehingga total mencapai 8.822.208 penerima atau 98,02 persen dari 9 juta orang.

"Kami juga menyediakan layanan pengaduan terkait penyaluran bantuan subsidi upah ini," tuturnya.

Para pekerja/buruh bisa mengakses laman http://bantuan.kemnaker.go.id. Tak hanya soal aduan, laman tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk bertanya maupun mencari informasi terkait BSU.(mia/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bantuan subsidi upah (BSU) batch IV mulai dicairkan kemarin (23/9). Dari 2,8 juta data pekerja yang diserahkan pada Rabu lalu (16/9), sebanyak 150 ribu terpaksa dikembalikan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menuturkan, proses cek kelengkapan oleh pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah rampung. Dalam pengecekan ulang tersebut, 2,65 juta pekerja yang datanya lengkap dan telah memenuhi kriteria Permenaker 14/2020 sudah diproses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk diproses pencairannya.

"Alhamdulillah, proses cek kelengkapan data sudah selesai dan diproses ke KPPN," ujarnya di Jakarta, kemarin (23/9).

Ida menjelaskan, setelah diproses ke KPPN, selanjutnya KPPN akan mencairkan dana subsidi upah/gaji ke bank penyalur. Setelah itu, bank penyalur akan segera transfer ke rekening penerima baik itu bank himbara maupun bank swasta lainnya. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan bank himbara selaku bank penyalur untuk mempercepat proses transfer.

Baca Juga:  MPR: Cara Terbaik Mendamaikan Masyarakat Papua adalah Rebut Hatinya

"Kami berharap penyaluran tahap IV ini terus berjalan dengan lancar seperti tahap I,II dan III," ungkapnya. Sehingga target penyaluran pembayaran tahap pertama BSU di akhir September 2020 bisa tercapai.

Sementara itu, terkait 150 ribu data pekerja yang dikembalikan ke BPJamsostek, Ida mengatakan, hal itu lantaran data yang tidak lengkap. Ia meminta, agar BPJamsostek berkoordinasi kembali dengan pemberi kerja untuk bisa segera melengkapi data tersebut.

"Hal ini kami lakukan agar betul-betul penerima subsidi upah tepat sasaran," tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenaker per 22 September 2020, realisasi penyaluran BSU batch I telah mencapai 2.484.429 orang atau 99,38 persen dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang. Kemudian untuk batch II, telah mencapai 99,36 persen atau 2.980.913 orang. Pada batch ini, total penerima sebanyak 3 juta orang.

Baca Juga:  Hilal Rendah, Penetapan Awal Ramadan Berpeluang Beda

Sedangkan, untuk batch III telah mencapai 3.356.866 orang atau 95 persen dari total 3,5 juta orang. Sehingga total mencapai 8.822.208 penerima atau 98,02 persen dari 9 juta orang.

"Kami juga menyediakan layanan pengaduan terkait penyaluran bantuan subsidi upah ini," tuturnya.

Para pekerja/buruh bisa mengakses laman http://bantuan.kemnaker.go.id. Tak hanya soal aduan, laman tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk bertanya maupun mencari informasi terkait BSU.(mia/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari