Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Bacakan Puisi “Assalamualaikum Bunsur”

SIAK (RIAUPOS.CO) — Seniman dan budayawan satu ini memang sudah terkenal di Indonsia hingga mancanegara. Kunni Masrohanti, begitu dia disapa, lahir di Bandar Sungai, Siak Sri Indrapura, Riau, 11 April 1974. Tatkala kampungnya memperoleh anugerah sebagai lokasi untuk melihat GMC yang ideal, bukan main senang hatinya. "Ini saatnya bagi saye untuk bisa mengekpresikan diri dalam memaknai peristiwa alam yang hanya akan kembali berulang di Siak 300 tahun lagi," katanya dengan logat Melayu yang kental.

Kunni, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan alm H Tarmuji dan Hj Partini, sering mengikuti berbagai pertemuan sastra di Indonesia dan luar negara. Dalam helat besar GMC ini, Kunni sudah menentukan bait-bait pusi yang akan dia bacakan Rabu 25 Desember 2019 mendatang. Menjadi salah satu agenda dalam panggung rakyat yang digelar Dinas Pariwisata Siak malam itu.

Baca Juga:  Tendik Akuntansi FEB UNRI Dapat Pemahaman Terkait Kebijakan Baru Kemendikbud

"Lama, saya cube menentukan apa hal ihwal yang akan ditampilkan malam tersebut. Insya Allah, dengan rasa bangga saya akan bacakan puisi dengan judul Assalamualaikum Bunsur. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit makna terhadap peristiwa ini," lanjut Kunni yang juga redaktur Budaya di Riau Pos.

Panitia Pelaksana memang sudah mengagendakan penampilan Kunni sejak awal penentuan susunan acara. Ini juga memberikan nuansa khusus bagi rangkaian acara yang disusun oleh Pemkab Siak. Bahkan, permintaan secara khusus juga pernah disampaikan Gubernur Riau H Syamsuar MSi kepada dirinya beberapa waktu lalu. Kunni memang rutin, melaksanakan Kenduri Puisi dua bulan sekali. Pelaksanaan program ini tidak hanya di kota, tapi juga sampai ke daerah-daerah, melewati lembah dan sungai, daerah tak bersinyal HP dan daerah pedalaman lainnya di 12 kabupaten di Riau, melaksanakan literasi Puisi Konservasi kerjasama dengan WWF Indonesia sejak 2018 lalu.***

Baca Juga:  Vaksinasi Covid-19 untuk Herd Immunity

SIAK (RIAUPOS.CO) — Seniman dan budayawan satu ini memang sudah terkenal di Indonsia hingga mancanegara. Kunni Masrohanti, begitu dia disapa, lahir di Bandar Sungai, Siak Sri Indrapura, Riau, 11 April 1974. Tatkala kampungnya memperoleh anugerah sebagai lokasi untuk melihat GMC yang ideal, bukan main senang hatinya. "Ini saatnya bagi saye untuk bisa mengekpresikan diri dalam memaknai peristiwa alam yang hanya akan kembali berulang di Siak 300 tahun lagi," katanya dengan logat Melayu yang kental.

Kunni, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan alm H Tarmuji dan Hj Partini, sering mengikuti berbagai pertemuan sastra di Indonesia dan luar negara. Dalam helat besar GMC ini, Kunni sudah menentukan bait-bait pusi yang akan dia bacakan Rabu 25 Desember 2019 mendatang. Menjadi salah satu agenda dalam panggung rakyat yang digelar Dinas Pariwisata Siak malam itu.

Baca Juga:  Kelakuan, Pakai Cadar Ternyata Berkumis, Rangkul Jamaah Putri

"Lama, saya cube menentukan apa hal ihwal yang akan ditampilkan malam tersebut. Insya Allah, dengan rasa bangga saya akan bacakan puisi dengan judul Assalamualaikum Bunsur. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit makna terhadap peristiwa ini," lanjut Kunni yang juga redaktur Budaya di Riau Pos.

Panitia Pelaksana memang sudah mengagendakan penampilan Kunni sejak awal penentuan susunan acara. Ini juga memberikan nuansa khusus bagi rangkaian acara yang disusun oleh Pemkab Siak. Bahkan, permintaan secara khusus juga pernah disampaikan Gubernur Riau H Syamsuar MSi kepada dirinya beberapa waktu lalu. Kunni memang rutin, melaksanakan Kenduri Puisi dua bulan sekali. Pelaksanaan program ini tidak hanya di kota, tapi juga sampai ke daerah-daerah, melewati lembah dan sungai, daerah tak bersinyal HP dan daerah pedalaman lainnya di 12 kabupaten di Riau, melaksanakan literasi Puisi Konservasi kerjasama dengan WWF Indonesia sejak 2018 lalu.***

Baca Juga:  Vaksinasi Covid-19 untuk Herd Immunity
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) — Seniman dan budayawan satu ini memang sudah terkenal di Indonsia hingga mancanegara. Kunni Masrohanti, begitu dia disapa, lahir di Bandar Sungai, Siak Sri Indrapura, Riau, 11 April 1974. Tatkala kampungnya memperoleh anugerah sebagai lokasi untuk melihat GMC yang ideal, bukan main senang hatinya. "Ini saatnya bagi saye untuk bisa mengekpresikan diri dalam memaknai peristiwa alam yang hanya akan kembali berulang di Siak 300 tahun lagi," katanya dengan logat Melayu yang kental.

Kunni, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan alm H Tarmuji dan Hj Partini, sering mengikuti berbagai pertemuan sastra di Indonesia dan luar negara. Dalam helat besar GMC ini, Kunni sudah menentukan bait-bait pusi yang akan dia bacakan Rabu 25 Desember 2019 mendatang. Menjadi salah satu agenda dalam panggung rakyat yang digelar Dinas Pariwisata Siak malam itu.

Baca Juga:  Tegas, Menko Airlangga: Positivity Rate Covid-19 Tidak Bisa Dicurangi

"Lama, saya cube menentukan apa hal ihwal yang akan ditampilkan malam tersebut. Insya Allah, dengan rasa bangga saya akan bacakan puisi dengan judul Assalamualaikum Bunsur. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit makna terhadap peristiwa ini," lanjut Kunni yang juga redaktur Budaya di Riau Pos.

Panitia Pelaksana memang sudah mengagendakan penampilan Kunni sejak awal penentuan susunan acara. Ini juga memberikan nuansa khusus bagi rangkaian acara yang disusun oleh Pemkab Siak. Bahkan, permintaan secara khusus juga pernah disampaikan Gubernur Riau H Syamsuar MSi kepada dirinya beberapa waktu lalu. Kunni memang rutin, melaksanakan Kenduri Puisi dua bulan sekali. Pelaksanaan program ini tidak hanya di kota, tapi juga sampai ke daerah-daerah, melewati lembah dan sungai, daerah tak bersinyal HP dan daerah pedalaman lainnya di 12 kabupaten di Riau, melaksanakan literasi Puisi Konservasi kerjasama dengan WWF Indonesia sejak 2018 lalu.***

Baca Juga:  Muhammadiyah Ingin Pemerintah yang Terbuka

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari