Selasa, 7 Juli 2026
- Advertisement -

Tiga Pasien Covid-19 Ini Bisa Sembuh? Ini Caranya

DEPOK (RIAUPOS.CO) — Tiga pasien virus Corona (COVID-19) asal Kota Depok, Jawa Barat, dipastikan telah sembuh dari virus mematikan tersebut.

Meski belum ada vaksin khusus untuk mengatasi virus corona, ketiga perempuan ini diperbolehkan pulang setelah menjalani karantina di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

"Banyak banget yang nanya ini virus belum ada vaksinnya, kok bisa pemerintah Indonesia gembar-gembor menyembuhkan orang," cerita pasien COVID-19 Nomor 03 bernama Ratri Anindyajati di kediamannya di Depok, Kamis (19/3).

Menurut Ratri, virus yang menyebabkan COVID-19 tersebut berhasil dihilangkan dari tubuhnya ketika ia memiliki keinginan kuat untuk sembuh. Kemudian dengan cara mengatur pola pikiran yang dapat menenangkan diri.

Baca Juga:  Pimpinan KPK, Menuai Kecaman Publik Sarat Nuansa Politik

"Pak Yuri (juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto) sudah berkali-kali bilang ini virus adalah self limiting disease, antibiotik saja bukan obat untuk virus. Dokter di RSPI juga bilang, Mbak tenang saja, minum air yang banyak, tidur yang cukup, olahraga gerakin badannya," kisah Ratri, menirukan ucapan sang dokter.

Menurutnya, berbagai obat-obatan yang ia konsumsi selama masa karantina, yaitu obat-obatan pereda berbagai gajala, sesuai yang ia alami di ruang isolasi, seperti flu dan sesak nafas.

"Misalnya ada lendir, dikasih obat batuk racikan. Tiga hari kemudian lendir saya hilang, obatnya juga dihentikan. Terus saya dikasih antibiotik saya tanya kenapa? Karena mbak ada bakteri tambahan sedikit, jadi selama enam hari ke depan dikasih antibiotik. Ketika nafasnya kurang oke, dikasih nebulizer uap," tuturnya.

Baca Juga:  38 Tahun, Fakultas Hukum Unilak Telah Cetak 5.746 Sarjana Hukum

Senada dengan Ratri, ibundanya atau pasien nomor 02 bernama Maria Darmaningsih, menyebutkan bahwa ia bersama kedua anaknya berusaha mengatur pola pikir positif sebagai upaya untuk sembuh.

"Jangan lupa bahagia dan senyum, dengan senang hati dari dalam. Jadi setiap kali salat selalu senyum kepada gusti Allah," kata Maria. (jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

DEPOK (RIAUPOS.CO) — Tiga pasien virus Corona (COVID-19) asal Kota Depok, Jawa Barat, dipastikan telah sembuh dari virus mematikan tersebut.

Meski belum ada vaksin khusus untuk mengatasi virus corona, ketiga perempuan ini diperbolehkan pulang setelah menjalani karantina di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

"Banyak banget yang nanya ini virus belum ada vaksinnya, kok bisa pemerintah Indonesia gembar-gembor menyembuhkan orang," cerita pasien COVID-19 Nomor 03 bernama Ratri Anindyajati di kediamannya di Depok, Kamis (19/3).

Menurut Ratri, virus yang menyebabkan COVID-19 tersebut berhasil dihilangkan dari tubuhnya ketika ia memiliki keinginan kuat untuk sembuh. Kemudian dengan cara mengatur pola pikiran yang dapat menenangkan diri.

Baca Juga:  Pimpinan KPK, Menuai Kecaman Publik Sarat Nuansa Politik

"Pak Yuri (juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto) sudah berkali-kali bilang ini virus adalah self limiting disease, antibiotik saja bukan obat untuk virus. Dokter di RSPI juga bilang, Mbak tenang saja, minum air yang banyak, tidur yang cukup, olahraga gerakin badannya," kisah Ratri, menirukan ucapan sang dokter.

- Advertisement -

Menurutnya, berbagai obat-obatan yang ia konsumsi selama masa karantina, yaitu obat-obatan pereda berbagai gajala, sesuai yang ia alami di ruang isolasi, seperti flu dan sesak nafas.

"Misalnya ada lendir, dikasih obat batuk racikan. Tiga hari kemudian lendir saya hilang, obatnya juga dihentikan. Terus saya dikasih antibiotik saya tanya kenapa? Karena mbak ada bakteri tambahan sedikit, jadi selama enam hari ke depan dikasih antibiotik. Ketika nafasnya kurang oke, dikasih nebulizer uap," tuturnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Wako Ingatkan Masyarakat Jangan Cuek

Senada dengan Ratri, ibundanya atau pasien nomor 02 bernama Maria Darmaningsih, menyebutkan bahwa ia bersama kedua anaknya berusaha mengatur pola pikir positif sebagai upaya untuk sembuh.

"Jangan lupa bahagia dan senyum, dengan senang hati dari dalam. Jadi setiap kali salat selalu senyum kepada gusti Allah," kata Maria. (jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DEPOK (RIAUPOS.CO) — Tiga pasien virus Corona (COVID-19) asal Kota Depok, Jawa Barat, dipastikan telah sembuh dari virus mematikan tersebut.

Meski belum ada vaksin khusus untuk mengatasi virus corona, ketiga perempuan ini diperbolehkan pulang setelah menjalani karantina di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

"Banyak banget yang nanya ini virus belum ada vaksinnya, kok bisa pemerintah Indonesia gembar-gembor menyembuhkan orang," cerita pasien COVID-19 Nomor 03 bernama Ratri Anindyajati di kediamannya di Depok, Kamis (19/3).

Menurut Ratri, virus yang menyebabkan COVID-19 tersebut berhasil dihilangkan dari tubuhnya ketika ia memiliki keinginan kuat untuk sembuh. Kemudian dengan cara mengatur pola pikiran yang dapat menenangkan diri.

Baca Juga:  Reynhard Sinaga Sebanding dengan Psikopat Terkejam

"Pak Yuri (juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto) sudah berkali-kali bilang ini virus adalah self limiting disease, antibiotik saja bukan obat untuk virus. Dokter di RSPI juga bilang, Mbak tenang saja, minum air yang banyak, tidur yang cukup, olahraga gerakin badannya," kisah Ratri, menirukan ucapan sang dokter.

Menurutnya, berbagai obat-obatan yang ia konsumsi selama masa karantina, yaitu obat-obatan pereda berbagai gajala, sesuai yang ia alami di ruang isolasi, seperti flu dan sesak nafas.

"Misalnya ada lendir, dikasih obat batuk racikan. Tiga hari kemudian lendir saya hilang, obatnya juga dihentikan. Terus saya dikasih antibiotik saya tanya kenapa? Karena mbak ada bakteri tambahan sedikit, jadi selama enam hari ke depan dikasih antibiotik. Ketika nafasnya kurang oke, dikasih nebulizer uap," tuturnya.

Baca Juga:  Puluhan Ton Ikan Nila di Maninjau Mati Mendadak

Senada dengan Ratri, ibundanya atau pasien nomor 02 bernama Maria Darmaningsih, menyebutkan bahwa ia bersama kedua anaknya berusaha mengatur pola pikir positif sebagai upaya untuk sembuh.

"Jangan lupa bahagia dan senyum, dengan senang hati dari dalam. Jadi setiap kali salat selalu senyum kepada gusti Allah," kata Maria. (jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari