Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Gagal Menang, Netanyahu Tuding Palestina Ikut Campur Pemilu Israel

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Palestina membantah keras tudingan ikut campur dalam Pemilihan Umum Israel. Tudingan yang dilontarkan PM Israel Benjamin Netanyahu itu dinilai tak berdasar.

Kepala Komisi Urusan Sipil Pemerintah Otonomi Palestina (PNA) Hussein Ash-Sheikh mengatakan, tuduhan oleh Netanyahu dan beberapa anggota Partai Likud itu tidak benar.

"Tuduhan ini palsu dan hanya digunakan untuk membenarkan berlanjutnya kampanye gila terhadap Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dan pemimpinnya," kata dia.

"PNA menganggap pemilihan umum ini sebagai urusan dalam negeri Israel. Ini adalah posisi jelas dan tetap kami," dia menambahkan.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan bahwa warga Israel dari etnis Arab telah mendapat perintah dari Otoritas Palestina untuk membanjiri tempat pemungutan suara pada hari pemilihan, Selasa (17/9). Hal itu disampaikannya untuk memprovokasi warga Yahudi agar memilih partainya.

Baca Juga:  EMP Bentu Sosialisasikan Survei Seismik 3D

"Otoritas Palestina telah mengeluarkan pernyataan agar mereka (etnis Arab) pergi memilih dan menumbangkan Netanyahu," ujar pemimpin Partai Likud itu di Jerusalem, Selasa (17/9).

Manuver Netanyahu yang berpotensi memecah belah warga Israel tersebut pada akhirnya tidak berhasi. Partai Likud hanya meraih 32 kursi dalam pemilu kemarin, jumlah yang sama dengan Partai Putih dan Biru pimpinan Benny Gantz. (ant/dil/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Palestina membantah keras tudingan ikut campur dalam Pemilihan Umum Israel. Tudingan yang dilontarkan PM Israel Benjamin Netanyahu itu dinilai tak berdasar.

Kepala Komisi Urusan Sipil Pemerintah Otonomi Palestina (PNA) Hussein Ash-Sheikh mengatakan, tuduhan oleh Netanyahu dan beberapa anggota Partai Likud itu tidak benar.

"Tuduhan ini palsu dan hanya digunakan untuk membenarkan berlanjutnya kampanye gila terhadap Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dan pemimpinnya," kata dia.

"PNA menganggap pemilihan umum ini sebagai urusan dalam negeri Israel. Ini adalah posisi jelas dan tetap kami," dia menambahkan.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan bahwa warga Israel dari etnis Arab telah mendapat perintah dari Otoritas Palestina untuk membanjiri tempat pemungutan suara pada hari pemilihan, Selasa (17/9). Hal itu disampaikannya untuk memprovokasi warga Yahudi agar memilih partainya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Saut Situmorang Bakal Beberkan Medan Perang pada Pimpinan KPK

"Otoritas Palestina telah mengeluarkan pernyataan agar mereka (etnis Arab) pergi memilih dan menumbangkan Netanyahu," ujar pemimpin Partai Likud itu di Jerusalem, Selasa (17/9).

Manuver Netanyahu yang berpotensi memecah belah warga Israel tersebut pada akhirnya tidak berhasi. Partai Likud hanya meraih 32 kursi dalam pemilu kemarin, jumlah yang sama dengan Partai Putih dan Biru pimpinan Benny Gantz. (ant/dil/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Palestina membantah keras tudingan ikut campur dalam Pemilihan Umum Israel. Tudingan yang dilontarkan PM Israel Benjamin Netanyahu itu dinilai tak berdasar.

Kepala Komisi Urusan Sipil Pemerintah Otonomi Palestina (PNA) Hussein Ash-Sheikh mengatakan, tuduhan oleh Netanyahu dan beberapa anggota Partai Likud itu tidak benar.

"Tuduhan ini palsu dan hanya digunakan untuk membenarkan berlanjutnya kampanye gila terhadap Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dan pemimpinnya," kata dia.

"PNA menganggap pemilihan umum ini sebagai urusan dalam negeri Israel. Ini adalah posisi jelas dan tetap kami," dia menambahkan.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan bahwa warga Israel dari etnis Arab telah mendapat perintah dari Otoritas Palestina untuk membanjiri tempat pemungutan suara pada hari pemilihan, Selasa (17/9). Hal itu disampaikannya untuk memprovokasi warga Yahudi agar memilih partainya.

Baca Juga:  Sering Gagal Dalam Urusan Cinta? Simak Lima Tips Ini

"Otoritas Palestina telah mengeluarkan pernyataan agar mereka (etnis Arab) pergi memilih dan menumbangkan Netanyahu," ujar pemimpin Partai Likud itu di Jerusalem, Selasa (17/9).

Manuver Netanyahu yang berpotensi memecah belah warga Israel tersebut pada akhirnya tidak berhasi. Partai Likud hanya meraih 32 kursi dalam pemilu kemarin, jumlah yang sama dengan Partai Putih dan Biru pimpinan Benny Gantz. (ant/dil/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari