Minggu, 3 Mei 2026
- Advertisement -

Sempat Muntah Darah, Ade Armando Alami Pendarahan di Kepala

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal PIS Nong Darol Mahmada mengungkapkan kondisi Ade Armando usai mengalami pengeroyokan saat mahasiswa melakukan ujuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022). Menurut Nong Darol, Ade Armando mengalami luka di bagian wajah, kepala dan badannya akibat dipukuli massa.

“Saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Dia menderita luka serius di bagian wajah, kepala dan sekujur badannya,” ujar Nong Darol kepada wartawan, Selasa (12/4/2022).

Nong Darol mengungkapkan, dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut juga mengalami pendarahan di bagian kepalanya.

“Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando sempat beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah,” ungkapnya.

Nong Darol membeberkan Ade Armando datang ke depan Gedung DPR itu lantaran untuk peliputan dan membuat konten YouTube dan media sosial Gerakan PIS.

Baca Juga:  Stok Bahan Pangan Tahun Baru Dipastikan Aman

Kala itu, Ade Armando didampingi dua juru kamera, yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T. Dua orang penulis bernama Belmondo Scorpio dan Rama juga ikut serta.

Menurut Nong Darol, saat Ade Armando ingin meninggalkan tempat unjuk rasa, dia didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim.

“Tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR. Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif,” tuturnya.

Darol mengatakan, beberapa saat kemudian Ade Armando dan tim dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang.

“Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli tapi tim kemudian terjatuh dan terpental,” katanya.

Baca Juga:  Erick Thohir Minta LEN, Pindad, dan PTDI Produksi Ventilator

Nong Darol berujar, karena tidak mungkin bisa menolong, tim pun mencari polisi untuk meminta pertolongan. Karena tim melihat Ade Armando sudah dikeroyok oleh banyak massa.

“Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan,” tuturnya.

Sebelumnya Ade Armando babak belur dihajar sekelompok orang di kawasan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022). Ade mengaku tak berniat ikut dalam aksi unjuk rasa bersama mahasiswa. Namun, ia mendukung aspirasi Badan Eksekuitif Mahasisa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal PIS Nong Darol Mahmada mengungkapkan kondisi Ade Armando usai mengalami pengeroyokan saat mahasiswa melakukan ujuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022). Menurut Nong Darol, Ade Armando mengalami luka di bagian wajah, kepala dan badannya akibat dipukuli massa.

“Saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Dia menderita luka serius di bagian wajah, kepala dan sekujur badannya,” ujar Nong Darol kepada wartawan, Selasa (12/4/2022).

Nong Darol mengungkapkan, dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut juga mengalami pendarahan di bagian kepalanya.

“Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando sempat beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah,” ungkapnya.

Nong Darol membeberkan Ade Armando datang ke depan Gedung DPR itu lantaran untuk peliputan dan membuat konten YouTube dan media sosial Gerakan PIS.

- Advertisement -
Baca Juga:  Istri Penguasa Dubai Cari Suaka di London

Kala itu, Ade Armando didampingi dua juru kamera, yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T. Dua orang penulis bernama Belmondo Scorpio dan Rama juga ikut serta.

Menurut Nong Darol, saat Ade Armando ingin meninggalkan tempat unjuk rasa, dia didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim.

- Advertisement -

“Tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR. Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif,” tuturnya.

Darol mengatakan, beberapa saat kemudian Ade Armando dan tim dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang.

“Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli tapi tim kemudian terjatuh dan terpental,” katanya.

Baca Juga:  Kebakaran Musnahkan Satu Unit Rumah

Nong Darol berujar, karena tidak mungkin bisa menolong, tim pun mencari polisi untuk meminta pertolongan. Karena tim melihat Ade Armando sudah dikeroyok oleh banyak massa.

“Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan,” tuturnya.

Sebelumnya Ade Armando babak belur dihajar sekelompok orang di kawasan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022). Ade mengaku tak berniat ikut dalam aksi unjuk rasa bersama mahasiswa. Namun, ia mendukung aspirasi Badan Eksekuitif Mahasisa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal PIS Nong Darol Mahmada mengungkapkan kondisi Ade Armando usai mengalami pengeroyokan saat mahasiswa melakukan ujuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022). Menurut Nong Darol, Ade Armando mengalami luka di bagian wajah, kepala dan badannya akibat dipukuli massa.

“Saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Dia menderita luka serius di bagian wajah, kepala dan sekujur badannya,” ujar Nong Darol kepada wartawan, Selasa (12/4/2022).

Nong Darol mengungkapkan, dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut juga mengalami pendarahan di bagian kepalanya.

“Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando sempat beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah,” ungkapnya.

Nong Darol membeberkan Ade Armando datang ke depan Gedung DPR itu lantaran untuk peliputan dan membuat konten YouTube dan media sosial Gerakan PIS.

Baca Juga:  Hantavirus Mulai Resahkan Cina

Kala itu, Ade Armando didampingi dua juru kamera, yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T. Dua orang penulis bernama Belmondo Scorpio dan Rama juga ikut serta.

Menurut Nong Darol, saat Ade Armando ingin meninggalkan tempat unjuk rasa, dia didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim.

“Tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR. Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif,” tuturnya.

Darol mengatakan, beberapa saat kemudian Ade Armando dan tim dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang.

“Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli tapi tim kemudian terjatuh dan terpental,” katanya.

Baca Juga:  Eks Dirut Pertamina Dicegah ke Luar Negeri

Nong Darol berujar, karena tidak mungkin bisa menolong, tim pun mencari polisi untuk meminta pertolongan. Karena tim melihat Ade Armando sudah dikeroyok oleh banyak massa.

“Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan,” tuturnya.

Sebelumnya Ade Armando babak belur dihajar sekelompok orang di kawasan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022). Ade mengaku tak berniat ikut dalam aksi unjuk rasa bersama mahasiswa. Namun, ia mendukung aspirasi Badan Eksekuitif Mahasisa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari