Kamis, 16 Juli 2026
- Advertisement -

Malaysia Deportasi 44 PMI Nonprosedural, Tiga Sakit Saat Tiba di Dumai

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 44 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Dumai, Sabtu (9/11) sekitar pukul 16.10 WIB. Dari jumlah tersebut, 36 merupakan laki-laki dan 8 perempuan, dengan 3 orang di antaranya dalam kondisi sakit.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa pemulangan dilakukan oleh Pemerintah Malaysia dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Kemayan, Pahang. Proses ini dikoordinasikan antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan BP3MI Riau.

“Ke-44 PMI tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara 3 orang, Aceh 2 orang, Riau 1 orang, Jawa Timur 17 orang, Jawa Tengah 1 orang, Nusa Tenggara Barat 13 orang, Nusa Tenggara Timur 1 orang, Sumatera Barat 2 orang, Banten 1 orang, Sulawesi Selatan 1 orang, Jakarta 1 orang, dan Lampung 1 orang,” paparnya.

Baca Juga:  Rutan Dumai Usulkan Remisi Napi

Fanny menegaskan, pemulangan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan pelindungan bagi seluruh PMI, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan. “Negara hadir untuk setiap PMI, termasuk yang dalam kondisi rentan. Dalam pemulangan kali ini, terdapat dua anak-anak dan seorang perempuan hamil,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Dumai, para PMI menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Kota Dumai serta pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan. Setelah itu, mereka didampingi oleh P4MI Dumai untuk proses registrasi IMEI di Bea Cukai dan dibawa ke Rumah Ramah PMI P4MI Kota Dumai guna pendataan, layanan dasar, serta fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

Dari seluruh PMI tersebut, tiga orang diketahui dalam kondisi sakit dan memerlukan perhatian khusus. Dua di antaranya berasal dari NTB mengalami penyakit kulit parah dan hipertensi, sementara satu PMI asal Riau menderita TBC.(sol)

Baca Juga:  Pesan Androy saat Reses, Dukung Anak Tualang Dapat Pendidikan Layak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 44 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Dumai, Sabtu (9/11) sekitar pukul 16.10 WIB. Dari jumlah tersebut, 36 merupakan laki-laki dan 8 perempuan, dengan 3 orang di antaranya dalam kondisi sakit.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa pemulangan dilakukan oleh Pemerintah Malaysia dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Kemayan, Pahang. Proses ini dikoordinasikan antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan BP3MI Riau.

“Ke-44 PMI tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara 3 orang, Aceh 2 orang, Riau 1 orang, Jawa Timur 17 orang, Jawa Tengah 1 orang, Nusa Tenggara Barat 13 orang, Nusa Tenggara Timur 1 orang, Sumatera Barat 2 orang, Banten 1 orang, Sulawesi Selatan 1 orang, Jakarta 1 orang, dan Lampung 1 orang,” paparnya.

Baca Juga:  Jalan Langganan Banjir Diperbaiki

Fanny menegaskan, pemulangan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan pelindungan bagi seluruh PMI, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan. “Negara hadir untuk setiap PMI, termasuk yang dalam kondisi rentan. Dalam pemulangan kali ini, terdapat dua anak-anak dan seorang perempuan hamil,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Dumai, para PMI menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Kota Dumai serta pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan. Setelah itu, mereka didampingi oleh P4MI Dumai untuk proses registrasi IMEI di Bea Cukai dan dibawa ke Rumah Ramah PMI P4MI Kota Dumai guna pendataan, layanan dasar, serta fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

- Advertisement -

Dari seluruh PMI tersebut, tiga orang diketahui dalam kondisi sakit dan memerlukan perhatian khusus. Dua di antaranya berasal dari NTB mengalami penyakit kulit parah dan hipertensi, sementara satu PMI asal Riau menderita TBC.(sol)

Baca Juga:  Dua Truk Rusak dan Perbaikan Jalan, Jalan Soekarno Hatta Dumai Macet Panjang
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 44 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Dumai, Sabtu (9/11) sekitar pukul 16.10 WIB. Dari jumlah tersebut, 36 merupakan laki-laki dan 8 perempuan, dengan 3 orang di antaranya dalam kondisi sakit.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa pemulangan dilakukan oleh Pemerintah Malaysia dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Kemayan, Pahang. Proses ini dikoordinasikan antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan BP3MI Riau.

“Ke-44 PMI tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara 3 orang, Aceh 2 orang, Riau 1 orang, Jawa Timur 17 orang, Jawa Tengah 1 orang, Nusa Tenggara Barat 13 orang, Nusa Tenggara Timur 1 orang, Sumatera Barat 2 orang, Banten 1 orang, Sulawesi Selatan 1 orang, Jakarta 1 orang, dan Lampung 1 orang,” paparnya.

Baca Juga:  Sadis, Adik Ipar Dibunuh dan Diperkosa saat Sekarat

Fanny menegaskan, pemulangan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan pelindungan bagi seluruh PMI, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan. “Negara hadir untuk setiap PMI, termasuk yang dalam kondisi rentan. Dalam pemulangan kali ini, terdapat dua anak-anak dan seorang perempuan hamil,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Dumai, para PMI menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Kota Dumai serta pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan. Setelah itu, mereka didampingi oleh P4MI Dumai untuk proses registrasi IMEI di Bea Cukai dan dibawa ke Rumah Ramah PMI P4MI Kota Dumai guna pendataan, layanan dasar, serta fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

Dari seluruh PMI tersebut, tiga orang diketahui dalam kondisi sakit dan memerlukan perhatian khusus. Dua di antaranya berasal dari NTB mengalami penyakit kulit parah dan hipertensi, sementara satu PMI asal Riau menderita TBC.(sol)

Baca Juga:  Citra Kirana Ingin Beri ASI Ekslusif untuk Keene Atharrazka Adhitya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari