Minggu, 26 Mei 2024

Agar Sukses Menjalani Iktikaf 10 Hari Terakhir

Assalamualaikum ustaz. Perkenalkan nama saya Indro, saya berencana untuk melakukan iktikaf di 10 terakhir Ramadan tahun ini? Pertanyaan saya, bagaimana agar saya sukses menjalani iktikaf pada 10 terakhir Ramadan. Terima kasih pak ustaz.

Indro, 08537862XXXX

Jawaban:

Terima kasih pak Indro yang telah menanyakan bagaimana agar bisa sukses menjalani iktikaf pada 10 terakhir Ramadan.

Iktikaf adalah praktik spiritual dalam Islam di mana seseorang menarik diri ke dalam masjid dengan niatan khusus untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hukum iktikaf pada asalnya sunnah, tetapi dapat menjadi wajib jika dinazarkan seseorang. Hukum iktikaf juga dapat menjadi haram apabila dilakukan seorang istri tanpa izin suaminya. Hukum iktikaf menjadi makruh jika dilakukan dengan berperilaku atau berdandan sehingga mengundang perhatian orang lain, sehingga bisa mengundang fitnah walaupun telah disertai izin. Iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri dalam tradisi Islam karena termasuk dalam waktu yang dianjurkan untuk meningkatkan ibadah.

- Advertisement -
Baca Juga:  Hukum Puasa bagi Pekerja Berat

Baca Juga: Usai Dikritik Tokoh Agama dan Netizen, Produser Film Kiblat Temui MUI dan Minta Maaf

Imam Nawawi Bantani memberikan tips agar sukses menjalani iktikaf 10 terakhir Ramadan. Pertama, orang yang melakukan iktikaf hendaklah ia memperhatikan dan melaksanakan rukun iktikaf yaitu, niat (ikhlas, karena Allah SWT), berdiam diri di masjid (sekurang-kurangnya selama tuma’ninah salat), masjid, namun di kalangan mazhab hanafi bagi perempuan dibolehkan untuk beriktikaf di rumah, rukun selanjutnya adalah orang yang beriktikaf. Kedua, orang yang beriktikaf hendaknya mengetahui syarat-syarat untuk melakasanakan iktikaf, yaitu dia mesti Islam, berakal sehat, bebas dari hadas besar. Bagi yang beriktikaf dan tidak memperhatikan rukun dan syarat, bisa dipastikan iktikafnya tidak sah. Ketiga, memperhatikan hal-hal yang dapat membatalkan ibadah iktikaf yaitu, tidak melakukan berhubungan suami-istri mengeluarkan sperma, Mabuk yang disengaja, murtad, haid nifas keluar tanpa alasan, keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda, keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keinginan sendiri. Keempat, hendaknya ia mengamalkan amalan-amalan sepanjang melakukan iktikaf seperti, membaca Al-Qur’an, berinfak dan bersedekah, perbanyak salat sunnah, berzikir.

- Advertisement -
Baca Juga:  Memaksa Anak untuk Melakukan Ibadah Puasa

Dengan mempraktikkan tips-tips di atas dan berusaha dengan sungguh-sungguh, semoga Iktikaf Bapak Indro dan kaum muslimin lainnya pada 10 hari terakhir Ramadan menjadi sukses dan membawa banyak keberkahan serta kebaikan bagi Anda.

Wallahu A’lam Bisshowab.­­­­­­­­­(*)

Assalamualaikum ustaz. Perkenalkan nama saya Indro, saya berencana untuk melakukan iktikaf di 10 terakhir Ramadan tahun ini? Pertanyaan saya, bagaimana agar saya sukses menjalani iktikaf pada 10 terakhir Ramadan. Terima kasih pak ustaz.

Indro, 08537862XXXX

Jawaban:

Terima kasih pak Indro yang telah menanyakan bagaimana agar bisa sukses menjalani iktikaf pada 10 terakhir Ramadan.

Iktikaf adalah praktik spiritual dalam Islam di mana seseorang menarik diri ke dalam masjid dengan niatan khusus untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hukum iktikaf pada asalnya sunnah, tetapi dapat menjadi wajib jika dinazarkan seseorang. Hukum iktikaf juga dapat menjadi haram apabila dilakukan seorang istri tanpa izin suaminya. Hukum iktikaf menjadi makruh jika dilakukan dengan berperilaku atau berdandan sehingga mengundang perhatian orang lain, sehingga bisa mengundang fitnah walaupun telah disertai izin. Iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri dalam tradisi Islam karena termasuk dalam waktu yang dianjurkan untuk meningkatkan ibadah.

Baca Juga:  Hukum Puasa bagi Pekerja Berat

Baca Juga: Usai Dikritik Tokoh Agama dan Netizen, Produser Film Kiblat Temui MUI dan Minta Maaf

Imam Nawawi Bantani memberikan tips agar sukses menjalani iktikaf 10 terakhir Ramadan. Pertama, orang yang melakukan iktikaf hendaklah ia memperhatikan dan melaksanakan rukun iktikaf yaitu, niat (ikhlas, karena Allah SWT), berdiam diri di masjid (sekurang-kurangnya selama tuma’ninah salat), masjid, namun di kalangan mazhab hanafi bagi perempuan dibolehkan untuk beriktikaf di rumah, rukun selanjutnya adalah orang yang beriktikaf. Kedua, orang yang beriktikaf hendaknya mengetahui syarat-syarat untuk melakasanakan iktikaf, yaitu dia mesti Islam, berakal sehat, bebas dari hadas besar. Bagi yang beriktikaf dan tidak memperhatikan rukun dan syarat, bisa dipastikan iktikafnya tidak sah. Ketiga, memperhatikan hal-hal yang dapat membatalkan ibadah iktikaf yaitu, tidak melakukan berhubungan suami-istri mengeluarkan sperma, Mabuk yang disengaja, murtad, haid nifas keluar tanpa alasan, keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda, keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keinginan sendiri. Keempat, hendaknya ia mengamalkan amalan-amalan sepanjang melakukan iktikaf seperti, membaca Al-Qur’an, berinfak dan bersedekah, perbanyak salat sunnah, berzikir.

Baca Juga:  Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Dengan mempraktikkan tips-tips di atas dan berusaha dengan sungguh-sungguh, semoga Iktikaf Bapak Indro dan kaum muslimin lainnya pada 10 hari terakhir Ramadan menjadi sukses dan membawa banyak keberkahan serta kebaikan bagi Anda.

Wallahu A’lam Bisshowab.­­­­­­­­­(*)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari