Jumat, 1 Mei 2026
- Advertisement -

Kaesang dan Dodo Dipindahkan ke Hutan TNTN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Balai TNTN, TNI dan Polri bersama-sama melakukan evakuasi dan translokasi gajah sumatera di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Rabu (18/8) sampai Jumat (20/8). 

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar mengatakan, evakuasi dan translokasi dua ekor gajah sumatera liar remaja berjenis kelamin jantan dilakukan karena kedua satwa tersebut telah merusak kebun warga di sekitar wilayah di Kecamatan Peranap tepatnya di Kelurahan Peranap selama kurang lebih satu  bulan.

"Sebelumnya, tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya, namun belum berhasil. Selain itu, telah ditemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi," ujarnya, Ahad (22/8). 

Baca Juga:  Ingin Jadi Kota Layak Anak, Pemkab Kepahiang ke Pekanbaru

Translokasi gajah liar yang diberi nama Kaesang dan Dodo berhasil dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong gajah yang ada di  Riau yaitu di kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. 

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkis terhadap satwa gajah sumatera," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, alasan gajah tersebut diberi nama Kaesang adalah gajah yang berumur sekitar 10 tahun. Sosok yang kuat dan emosional.  

"Gajah Kaesang  ini, sempat menyerang mahout (pawing, red) saat akan dirilis, untung saja si  Kaesang dalam keadaan terikat, sehingga teman-teman mahout tidak dapat dijangkaunya," terangnya.

Baca Juga:  Bebas Bersyarat, Andi Putra Masih Wajib Lapor

Kemudian, alasan diberi nama Dodo karena gajah berumur sekitar 6 tahun lebih. Sosok yang lincah, memiliki keberanian dan kuat. Gajah Dodo paling lama sendiri. Pada saat akan dinaikkan ke dalam truk, kebetulan Widodo (koordinator mahout di lapangan) dengan panggilan Dodo selalu aktif memberikan arahan ke mahout lainnya.

"Gajah satunya dinamakan Dodo untuk mengingatkan kelincahan Mas Widodo (pawang gajah) menghadapi gajah liar," ujarnya.(dof)
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Balai TNTN, TNI dan Polri bersama-sama melakukan evakuasi dan translokasi gajah sumatera di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Rabu (18/8) sampai Jumat (20/8). 

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar mengatakan, evakuasi dan translokasi dua ekor gajah sumatera liar remaja berjenis kelamin jantan dilakukan karena kedua satwa tersebut telah merusak kebun warga di sekitar wilayah di Kecamatan Peranap tepatnya di Kelurahan Peranap selama kurang lebih satu  bulan.

"Sebelumnya, tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya, namun belum berhasil. Selain itu, telah ditemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi," ujarnya, Ahad (22/8). 

Baca Juga:  Dewan Tancap Gas Bentuk Tiga Pansus

Translokasi gajah liar yang diberi nama Kaesang dan Dodo berhasil dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong gajah yang ada di  Riau yaitu di kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. 

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkis terhadap satwa gajah sumatera," ungkapnya. 

- Advertisement -

Dia menjelaskan, alasan gajah tersebut diberi nama Kaesang adalah gajah yang berumur sekitar 10 tahun. Sosok yang kuat dan emosional.  

"Gajah Kaesang  ini, sempat menyerang mahout (pawing, red) saat akan dirilis, untung saja si  Kaesang dalam keadaan terikat, sehingga teman-teman mahout tidak dapat dijangkaunya," terangnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sekolah Tatap Muka Masih Dipertimbangkan

Kemudian, alasan diberi nama Dodo karena gajah berumur sekitar 6 tahun lebih. Sosok yang lincah, memiliki keberanian dan kuat. Gajah Dodo paling lama sendiri. Pada saat akan dinaikkan ke dalam truk, kebetulan Widodo (koordinator mahout di lapangan) dengan panggilan Dodo selalu aktif memberikan arahan ke mahout lainnya.

"Gajah satunya dinamakan Dodo untuk mengingatkan kelincahan Mas Widodo (pawang gajah) menghadapi gajah liar," ujarnya.(dof)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Balai TNTN, TNI dan Polri bersama-sama melakukan evakuasi dan translokasi gajah sumatera di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Rabu (18/8) sampai Jumat (20/8). 

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar mengatakan, evakuasi dan translokasi dua ekor gajah sumatera liar remaja berjenis kelamin jantan dilakukan karena kedua satwa tersebut telah merusak kebun warga di sekitar wilayah di Kecamatan Peranap tepatnya di Kelurahan Peranap selama kurang lebih satu  bulan.

"Sebelumnya, tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya, namun belum berhasil. Selain itu, telah ditemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi," ujarnya, Ahad (22/8). 

Baca Juga:  Dewan Tancap Gas Bentuk Tiga Pansus

Translokasi gajah liar yang diberi nama Kaesang dan Dodo berhasil dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong gajah yang ada di  Riau yaitu di kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. 

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkis terhadap satwa gajah sumatera," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, alasan gajah tersebut diberi nama Kaesang adalah gajah yang berumur sekitar 10 tahun. Sosok yang kuat dan emosional.  

"Gajah Kaesang  ini, sempat menyerang mahout (pawing, red) saat akan dirilis, untung saja si  Kaesang dalam keadaan terikat, sehingga teman-teman mahout tidak dapat dijangkaunya," terangnya.

Baca Juga:  Bupati: Tidak Ada Titipan dan Intervensi Seleksi Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda RHJ

Kemudian, alasan diberi nama Dodo karena gajah berumur sekitar 6 tahun lebih. Sosok yang lincah, memiliki keberanian dan kuat. Gajah Dodo paling lama sendiri. Pada saat akan dinaikkan ke dalam truk, kebetulan Widodo (koordinator mahout di lapangan) dengan panggilan Dodo selalu aktif memberikan arahan ke mahout lainnya.

"Gajah satunya dinamakan Dodo untuk mengingatkan kelincahan Mas Widodo (pawang gajah) menghadapi gajah liar," ujarnya.(dof)
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari