Kamis, 9 Juli 2026
- Advertisement -

Kontraktor dan Warga Masih Bernegosiasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pekerjaan pembangunan jaringan pipa proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) PDAM Tirta Siak di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan, Payung Sekaki, sampai Selasa (19/4) sore masih terhenti.  Warga setempat dengan kontraktor pelaksana pekerjaan masih akan menjadwalkan pertemuan untuk memastikan infrastruktur jalan yang sudah di hancurkan ada jaminan dapat diperbaiki lagi seperti sediakala.

Pekerjaan galian ini dilaksanakan oleh Ini PT Kalirandoe Jaya Abadi (KJA). Kontraktor pelaksana, Lukman Ismail mengatakan, adanya agreement dan penekanan dari warga, supaya setelah jalan di gali dan pekerjaan selesai, untuk ditutup lagi seperti semula.  "Masih belum ada titik temu. Arahnya masih akan diadakan pertemuan dengan kelurahan Tirta Siak, atau warga setempat, " kata Lukman kepada wartawan.

Dia juga menyampaikan bahwa, terhadap permintaan warga itu, pihaknya selaku sub kontrak akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksananya terlebih dahulu. " Intinya segera kami tindaklanjuti," tegasnya lagi.

Baca Juga:  Hotel Sabrina Group dan LSM-LIRA Riau Bagikan 150 Paket Sembako

Sementara itu, perwakilan warga setempat yang juga anggota DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan warga terhadap pekerjaan itu adalah wajar.

Ini disebabkan karena belajar dari pengalaman yang terjadi. Setiap pekerjaan galian jalan selesainya tidak diperbaiki lagi oleh kontraktornya. "Warga hanya minta ada kepastian dari kontraktor, jalan yang digali harus ditutup lagi dan tidak pakai lama, " ungkap Robin.  Ditegaskannya, jika kontraktornya bisa memenuhi keinginan dan warga dinyatakan dalam kesepakatan bersama, maka pekerjaan akan di dukung penuh oleh warga.

Terutama galian yang berada di Kelurahan Tirta Siak dan Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki. Di mana dilokasi tengah ada pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang merupakan proyek dari PDAM Tirta Siak Pekanbaru. "Warga bukan anti pembangunan,  tapi warga cuma minta jaminan dan kepastian jalan yang digali dikembalikan seperti semula dan hal itu kita nilai sangat wajar, apalagi pernah ada galian PDAM setelah digali tidak ditutup atau diaspal sebagaimana sebelumnya," ungkapnya.

Baca Juga:  Ikuti Imbauan Pemerintah, Harga PCR di RS Awal Bros Rp300 Ribu

Menurutnya, Jalan Pemuda dan Jalan Kayu Manis merupakan jalur alternatif yang digunakan oleh masyarakat untuk menghindari kemacetan yang ada di Jalan Riau, sehingga jika dikerjakan terlalu lama dikhawatirkan akan terjadi kemacetan.

Untuk menjembatani permasalahan antara masyarakat dan juga PDAM Tirta Siak, Robin juga menuturkan Komisi IV akan memanggil kedua belah pihak untuk dicari jalan keluarnya.(gus)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pekerjaan pembangunan jaringan pipa proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) PDAM Tirta Siak di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan, Payung Sekaki, sampai Selasa (19/4) sore masih terhenti.  Warga setempat dengan kontraktor pelaksana pekerjaan masih akan menjadwalkan pertemuan untuk memastikan infrastruktur jalan yang sudah di hancurkan ada jaminan dapat diperbaiki lagi seperti sediakala.

Pekerjaan galian ini dilaksanakan oleh Ini PT Kalirandoe Jaya Abadi (KJA). Kontraktor pelaksana, Lukman Ismail mengatakan, adanya agreement dan penekanan dari warga, supaya setelah jalan di gali dan pekerjaan selesai, untuk ditutup lagi seperti semula.  "Masih belum ada titik temu. Arahnya masih akan diadakan pertemuan dengan kelurahan Tirta Siak, atau warga setempat, " kata Lukman kepada wartawan.

Dia juga menyampaikan bahwa, terhadap permintaan warga itu, pihaknya selaku sub kontrak akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksananya terlebih dahulu. " Intinya segera kami tindaklanjuti," tegasnya lagi.

Baca Juga:  Fotokopi KK Wajib Dilegalisir Syarat Utama PPDB

Sementara itu, perwakilan warga setempat yang juga anggota DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan warga terhadap pekerjaan itu adalah wajar.

Ini disebabkan karena belajar dari pengalaman yang terjadi. Setiap pekerjaan galian jalan selesainya tidak diperbaiki lagi oleh kontraktornya. "Warga hanya minta ada kepastian dari kontraktor, jalan yang digali harus ditutup lagi dan tidak pakai lama, " ungkap Robin.  Ditegaskannya, jika kontraktornya bisa memenuhi keinginan dan warga dinyatakan dalam kesepakatan bersama, maka pekerjaan akan di dukung penuh oleh warga.

- Advertisement -

Terutama galian yang berada di Kelurahan Tirta Siak dan Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki. Di mana dilokasi tengah ada pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang merupakan proyek dari PDAM Tirta Siak Pekanbaru. "Warga bukan anti pembangunan,  tapi warga cuma minta jaminan dan kepastian jalan yang digali dikembalikan seperti semula dan hal itu kita nilai sangat wajar, apalagi pernah ada galian PDAM setelah digali tidak ditutup atau diaspal sebagaimana sebelumnya," ungkapnya.

Baca Juga:  SK Perpanjangan Tunggu Walikota

Menurutnya, Jalan Pemuda dan Jalan Kayu Manis merupakan jalur alternatif yang digunakan oleh masyarakat untuk menghindari kemacetan yang ada di Jalan Riau, sehingga jika dikerjakan terlalu lama dikhawatirkan akan terjadi kemacetan.

- Advertisement -

Untuk menjembatani permasalahan antara masyarakat dan juga PDAM Tirta Siak, Robin juga menuturkan Komisi IV akan memanggil kedua belah pihak untuk dicari jalan keluarnya.(gus)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pekerjaan pembangunan jaringan pipa proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) PDAM Tirta Siak di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan, Payung Sekaki, sampai Selasa (19/4) sore masih terhenti.  Warga setempat dengan kontraktor pelaksana pekerjaan masih akan menjadwalkan pertemuan untuk memastikan infrastruktur jalan yang sudah di hancurkan ada jaminan dapat diperbaiki lagi seperti sediakala.

Pekerjaan galian ini dilaksanakan oleh Ini PT Kalirandoe Jaya Abadi (KJA). Kontraktor pelaksana, Lukman Ismail mengatakan, adanya agreement dan penekanan dari warga, supaya setelah jalan di gali dan pekerjaan selesai, untuk ditutup lagi seperti semula.  "Masih belum ada titik temu. Arahnya masih akan diadakan pertemuan dengan kelurahan Tirta Siak, atau warga setempat, " kata Lukman kepada wartawan.

Dia juga menyampaikan bahwa, terhadap permintaan warga itu, pihaknya selaku sub kontrak akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksananya terlebih dahulu. " Intinya segera kami tindaklanjuti," tegasnya lagi.

Baca Juga:  Meski Ada Penumpang Meninggal, Aktivitas Pelabuhan Sungai Duku Berjalan Normal

Sementara itu, perwakilan warga setempat yang juga anggota DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan warga terhadap pekerjaan itu adalah wajar.

Ini disebabkan karena belajar dari pengalaman yang terjadi. Setiap pekerjaan galian jalan selesainya tidak diperbaiki lagi oleh kontraktornya. "Warga hanya minta ada kepastian dari kontraktor, jalan yang digali harus ditutup lagi dan tidak pakai lama, " ungkap Robin.  Ditegaskannya, jika kontraktornya bisa memenuhi keinginan dan warga dinyatakan dalam kesepakatan bersama, maka pekerjaan akan di dukung penuh oleh warga.

Terutama galian yang berada di Kelurahan Tirta Siak dan Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki. Di mana dilokasi tengah ada pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang merupakan proyek dari PDAM Tirta Siak Pekanbaru. "Warga bukan anti pembangunan,  tapi warga cuma minta jaminan dan kepastian jalan yang digali dikembalikan seperti semula dan hal itu kita nilai sangat wajar, apalagi pernah ada galian PDAM setelah digali tidak ditutup atau diaspal sebagaimana sebelumnya," ungkapnya.

Baca Juga:  Pemko Tak Bisa Berikan Bantuan

Menurutnya, Jalan Pemuda dan Jalan Kayu Manis merupakan jalur alternatif yang digunakan oleh masyarakat untuk menghindari kemacetan yang ada di Jalan Riau, sehingga jika dikerjakan terlalu lama dikhawatirkan akan terjadi kemacetan.

Untuk menjembatani permasalahan antara masyarakat dan juga PDAM Tirta Siak, Robin juga menuturkan Komisi IV akan memanggil kedua belah pihak untuk dicari jalan keluarnya.(gus)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari