Rabu, 8 Juli 2026
- Advertisement -

Dorong Sekolah Gelar Kegiatan Keagamaan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascalibur ujian anak-anak SD kelas 6, pekan depan, Senin (16/4) kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai aktif lagi, khususnya untuk anak-anak kelas di bawahnya.

Saat sekolah SDN khususnya, akan aktif lagi, dan diharapkan masih dengan sistem pembelajaran tatap muka, pihak sekolah di dorong dapat menyisipkan kegiatan keagamaan selama Ramadan berlangsung.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain.  Berhubung saat ini berada di bulan Ramadan, diminta pihak sekolah ada kegiatan keagamaan, kerohanian bagi anak-anak di sekolah.

"Supaya dapat diisi dengan kegiatan keagamaan, misal lomba pidato, azan, mengaji, dan sebagainya. Supaya anak-anak dan sekalian guru-guru nya bisa mengajarkan dan merasakan perbedaan dan kemuliaan Ramadan," kata Zulkarnain.

Baca Juga:  Murid SDN 118 Direlokasi di Dua Tempat

Disampaikan politisi PPP ini, berdasarkan infomasi dari Disdik Pekanbaru, sebelum Ramadan belajar tatap muka sudah dimulai dengan ketentuan durasi.

Disampaikannya,  sistem daring dan kini sudah tatap muka model belajarnya, hasilnya disebutkan beda. "Artinya ketinggalan pelajaran itu harus dikejar.  Dengan tatap muka tentu harus bisa dimaksimalkan belajar yang tertinggal jauh dampak pandemic Covid-19," ujarnya, dan menyampaikan selanjutnya anak kelas 9 SMP juga akan ujian.

Menurutnya, angka Covid-19 omicron untuk Pekanbaru tidak begitu ketara, akan tetapi  sekolah harus tetap jaga prokes dan juga maksimalkan vaksinasi anak. "Alhamdulillah tingkat vaksinasi anak di Pekanbaru cukup baik,namun jangan terlalu kaku dengan aturan sekolah yang wajib vaksin itu," katanya lagi.

Baca Juga:  PPKM di Pekanbaru Turun Level, Jalan Tetap Disekat

Dua tahun sekolah sistem daring, disampaikan Zulkarnain,  banyak anak-anak semangatnya berkurang, dan nilainya menurun. Namun setelah sudah bisa tatap muka ini tentu harus dapat mengembalikan semangat belajar anak-anak dengan tetap prokes.

"Makanya, dengan sudah menggunakan sistem belajar tatap muka ini, pihak sekolah dan guru serta pemerintah untuk dapat memaksimalkannya agar tidak ada lagi belajar daring," tuturnya.(gus)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascalibur ujian anak-anak SD kelas 6, pekan depan, Senin (16/4) kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai aktif lagi, khususnya untuk anak-anak kelas di bawahnya.

Saat sekolah SDN khususnya, akan aktif lagi, dan diharapkan masih dengan sistem pembelajaran tatap muka, pihak sekolah di dorong dapat menyisipkan kegiatan keagamaan selama Ramadan berlangsung.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain.  Berhubung saat ini berada di bulan Ramadan, diminta pihak sekolah ada kegiatan keagamaan, kerohanian bagi anak-anak di sekolah.

"Supaya dapat diisi dengan kegiatan keagamaan, misal lomba pidato, azan, mengaji, dan sebagainya. Supaya anak-anak dan sekalian guru-guru nya bisa mengajarkan dan merasakan perbedaan dan kemuliaan Ramadan," kata Zulkarnain.

Baca Juga:  Stok Vaksin di Gudang Diskes Habis

Disampaikan politisi PPP ini, berdasarkan infomasi dari Disdik Pekanbaru, sebelum Ramadan belajar tatap muka sudah dimulai dengan ketentuan durasi.

- Advertisement -

Disampaikannya,  sistem daring dan kini sudah tatap muka model belajarnya, hasilnya disebutkan beda. "Artinya ketinggalan pelajaran itu harus dikejar.  Dengan tatap muka tentu harus bisa dimaksimalkan belajar yang tertinggal jauh dampak pandemic Covid-19," ujarnya, dan menyampaikan selanjutnya anak kelas 9 SMP juga akan ujian.

Menurutnya, angka Covid-19 omicron untuk Pekanbaru tidak begitu ketara, akan tetapi  sekolah harus tetap jaga prokes dan juga maksimalkan vaksinasi anak. "Alhamdulillah tingkat vaksinasi anak di Pekanbaru cukup baik,namun jangan terlalu kaku dengan aturan sekolah yang wajib vaksin itu," katanya lagi.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pentingnya Sinergisme dalam Pembangunan SDM

Dua tahun sekolah sistem daring, disampaikan Zulkarnain,  banyak anak-anak semangatnya berkurang, dan nilainya menurun. Namun setelah sudah bisa tatap muka ini tentu harus dapat mengembalikan semangat belajar anak-anak dengan tetap prokes.

"Makanya, dengan sudah menggunakan sistem belajar tatap muka ini, pihak sekolah dan guru serta pemerintah untuk dapat memaksimalkannya agar tidak ada lagi belajar daring," tuturnya.(gus)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascalibur ujian anak-anak SD kelas 6, pekan depan, Senin (16/4) kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai aktif lagi, khususnya untuk anak-anak kelas di bawahnya.

Saat sekolah SDN khususnya, akan aktif lagi, dan diharapkan masih dengan sistem pembelajaran tatap muka, pihak sekolah di dorong dapat menyisipkan kegiatan keagamaan selama Ramadan berlangsung.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain.  Berhubung saat ini berada di bulan Ramadan, diminta pihak sekolah ada kegiatan keagamaan, kerohanian bagi anak-anak di sekolah.

"Supaya dapat diisi dengan kegiatan keagamaan, misal lomba pidato, azan, mengaji, dan sebagainya. Supaya anak-anak dan sekalian guru-guru nya bisa mengajarkan dan merasakan perbedaan dan kemuliaan Ramadan," kata Zulkarnain.

Baca Juga:  ULT Keliling Beri Kemudahan Tenaga Pendidik

Disampaikan politisi PPP ini, berdasarkan infomasi dari Disdik Pekanbaru, sebelum Ramadan belajar tatap muka sudah dimulai dengan ketentuan durasi.

Disampaikannya,  sistem daring dan kini sudah tatap muka model belajarnya, hasilnya disebutkan beda. "Artinya ketinggalan pelajaran itu harus dikejar.  Dengan tatap muka tentu harus bisa dimaksimalkan belajar yang tertinggal jauh dampak pandemic Covid-19," ujarnya, dan menyampaikan selanjutnya anak kelas 9 SMP juga akan ujian.

Menurutnya, angka Covid-19 omicron untuk Pekanbaru tidak begitu ketara, akan tetapi  sekolah harus tetap jaga prokes dan juga maksimalkan vaksinasi anak. "Alhamdulillah tingkat vaksinasi anak di Pekanbaru cukup baik,namun jangan terlalu kaku dengan aturan sekolah yang wajib vaksin itu," katanya lagi.

Baca Juga:  Ribuan Umat Buddha Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Vihara Long Hong Kiong

Dua tahun sekolah sistem daring, disampaikan Zulkarnain,  banyak anak-anak semangatnya berkurang, dan nilainya menurun. Namun setelah sudah bisa tatap muka ini tentu harus dapat mengembalikan semangat belajar anak-anak dengan tetap prokes.

"Makanya, dengan sudah menggunakan sistem belajar tatap muka ini, pihak sekolah dan guru serta pemerintah untuk dapat memaksimalkannya agar tidak ada lagi belajar daring," tuturnya.(gus)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari