Minggu, 26 Mei 2024

Warga Sudah Lelah Hadapi Masalah Banjir

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru pada Selasa (14/5) siang menyebabkan Jalan HR Soebrantas kembali digenangi banjir. Titik genangan ada di di simpang Tobek Godang (Jalan HR Soebrantas-Jalan SM Amin) dan depan Rumah Makan (RM) Bareh Solok, dan di bawah flyover simpang Pasar Pagi Arengka. Ketinggian air bahkan mencapai 40 cm. 

Tak hanya banjir, di tempat yang sama juga terjadi kemacetan lalu lintas yang panjang.

Dari pantauan Riau Pos, banjir hingga kemacetan terjadi di simpang lampu merah Tobek Godang dan di depan rumah makan Bareh Solok.

Tak hanya macet, tidak sedikit pula sepeda motor warga yang mogok karena memaksakan tetap menerobos air yang tinggi. Banjir diakibatkan oleh drainase yang tidak berfungsi sehingga air yang berada di drainase pinggir jalan tersebut melimpah atau meluap hingga ke badan jalan.

Iwan, salah seorang pengendara yang nekat menerobos banjir hingga sepeda motornya mogok mengatakan, terpaksa harus menerobos banjir karena ingin cepat dan juga tidak ada alternatif jalan lain. Sehingga mau tidak mau terpaksa harus menerobos banjir.

- Advertisement -

”Iya, akibatnya motor saya mogok karena menerobos banjir. Ingin cepat tadi. Mungkin busi motornya terkena air, sehingga motornya langsung mati,” ujar Iwan.

Ia mengungkapkan, apabila hujan, sudah tidak asing lagi, pasti di Jalan HR Soebrantas banjir. Tidak hanya di Jalan HR Soebrantas Panam saja, si beberapa ruas jalan lainnya seperti di Jalan Soekarno-Hatta tepatnya di flyover Pasar Pagi Arengka, Jalan Arifin Achmad, Jalan Riau juga pasti terjadi banjir.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pertama Kali, Jalan Paus Rumbai Tergenang

”Banjir sudah tidak asing lagi di Kota Pekanbaru ini. Apabila hujan sebentar saja pasti di beberapa ruas jalan tergenang air. Karena drainase yang berada di pinggir jalan sudah tidak berfungsi dengan baik lagi. Akibatnya air tidak bisa mengalir dan melimpah ke badan jalan,” katanya.

Dirinya berharap agar ada solusi dari pemerintah sehingga tidak ada lagi banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru ini.

”Saya sebagai warga Kota Pekanbaru sangat berharaplah, ada solusi dari pemerintah. Mungkin di titik lokasi banjir bisa dilakukan pengerukan drainasenya. Mungkin tidak bisa mengatasi banjir, tetapi paling tidak bisa sedikit mengurangi banjir. Kalau dibiarkan seperti ini tidak menutup kemungkinan ke depannya akan lebih parah lagi,” katanya.

Salah seorang pengendara mobil Kurniawan mengaku ia sempat kejebak kemacetan yang cukup parah hingga menghabiskan waktu selama dua jam hanya untuk bisa melintasi Jalan HR Soebrantas menuju Jalan Soekarno Hatta.

Bahkan para pengendara motor yang berada di depannya dan ingin menerobos genangan banjir terpaksa harus mendorong kendaraannya ke median jalan agar tidak terkena air banjir.

”Lelah juga kalau terus-terusan seperti ini. Setiap hari kena banjir dan macet, jadinya dihantui dengan banjir kalau setiap kali liat cuaca di Kota Pekanbaru mendung dan hujan lebat,” katanya.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Cut Nyak Dhien, tepatnya disamping Perpustakaan wilayah Provinsi Riau dan kantor Gubernur Riau. Juga di Jalan Tuanku Tambusai depan Pasar Cik Puan.

Baca Juga:  22 KK di Kelurahan Guntung Mengungsi

Tampak genangan air menyebabkan pengendara motor harus melintas di dekat median jalan lantaran hampir sebagai besar badan jalan tertutupi dengan genangan air yang tak mampu mengalir ke parit dan drainase yang ada di sekitarnya.

Sejumlah pejalan kaki terpaksa melintasi genangan meskipun berisiko kecipratan air dari kendaraan yang lewat.

Wahyuni mengaku terpaksa menyeberangi sungai dadakan yang  ada di Pekanbaru itu lantaran ingin berkunjung ke perpustakaan yang ada di dekatnya.

Meskipun begitu dirinya sangat menyayangkan aliran drainase di jalan protokol itu tak bisa digunakan untuk mengatasi genangan air banjir, karena penuh dengan tumpukan sampah dan tersumbat didalam saluran pembuangannya.

”Merasa malu nggak sih kalau seperti ini? Pusat kota tapi banjir dan ini cuma karena sistem drainase tidak berjalan maksimal karena banyaknya sampah dan sumbatan tanah. Seharusnya ini menjadi prioritas utama pemerintah kota untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Forecaster on Duty Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru Indah DN menjelaskan, saat ini hampir sebagian besar wilayah Riau termasuk Kota Pekanbaru tengah memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sehingga kondisi cuaca di wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir ini terasa panas pada pagi hingga siang hari dan kemudian terjadi hujan pada sore hingga malam hari.(dof/ayi/yls)
Laporan TIM RIAU POS, Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru pada Selasa (14/5) siang menyebabkan Jalan HR Soebrantas kembali digenangi banjir. Titik genangan ada di di simpang Tobek Godang (Jalan HR Soebrantas-Jalan SM Amin) dan depan Rumah Makan (RM) Bareh Solok, dan di bawah flyover simpang Pasar Pagi Arengka. Ketinggian air bahkan mencapai 40 cm. 

Tak hanya banjir, di tempat yang sama juga terjadi kemacetan lalu lintas yang panjang.

Dari pantauan Riau Pos, banjir hingga kemacetan terjadi di simpang lampu merah Tobek Godang dan di depan rumah makan Bareh Solok.

Tak hanya macet, tidak sedikit pula sepeda motor warga yang mogok karena memaksakan tetap menerobos air yang tinggi. Banjir diakibatkan oleh drainase yang tidak berfungsi sehingga air yang berada di drainase pinggir jalan tersebut melimpah atau meluap hingga ke badan jalan.

Iwan, salah seorang pengendara yang nekat menerobos banjir hingga sepeda motornya mogok mengatakan, terpaksa harus menerobos banjir karena ingin cepat dan juga tidak ada alternatif jalan lain. Sehingga mau tidak mau terpaksa harus menerobos banjir.

”Iya, akibatnya motor saya mogok karena menerobos banjir. Ingin cepat tadi. Mungkin busi motornya terkena air, sehingga motornya langsung mati,” ujar Iwan.

Ia mengungkapkan, apabila hujan, sudah tidak asing lagi, pasti di Jalan HR Soebrantas banjir. Tidak hanya di Jalan HR Soebrantas Panam saja, si beberapa ruas jalan lainnya seperti di Jalan Soekarno-Hatta tepatnya di flyover Pasar Pagi Arengka, Jalan Arifin Achmad, Jalan Riau juga pasti terjadi banjir.

Baca Juga:  22 KK di Kelurahan Guntung Mengungsi

”Banjir sudah tidak asing lagi di Kota Pekanbaru ini. Apabila hujan sebentar saja pasti di beberapa ruas jalan tergenang air. Karena drainase yang berada di pinggir jalan sudah tidak berfungsi dengan baik lagi. Akibatnya air tidak bisa mengalir dan melimpah ke badan jalan,” katanya.

Dirinya berharap agar ada solusi dari pemerintah sehingga tidak ada lagi banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru ini.

”Saya sebagai warga Kota Pekanbaru sangat berharaplah, ada solusi dari pemerintah. Mungkin di titik lokasi banjir bisa dilakukan pengerukan drainasenya. Mungkin tidak bisa mengatasi banjir, tetapi paling tidak bisa sedikit mengurangi banjir. Kalau dibiarkan seperti ini tidak menutup kemungkinan ke depannya akan lebih parah lagi,” katanya.

Salah seorang pengendara mobil Kurniawan mengaku ia sempat kejebak kemacetan yang cukup parah hingga menghabiskan waktu selama dua jam hanya untuk bisa melintasi Jalan HR Soebrantas menuju Jalan Soekarno Hatta.

Bahkan para pengendara motor yang berada di depannya dan ingin menerobos genangan banjir terpaksa harus mendorong kendaraannya ke median jalan agar tidak terkena air banjir.

”Lelah juga kalau terus-terusan seperti ini. Setiap hari kena banjir dan macet, jadinya dihantui dengan banjir kalau setiap kali liat cuaca di Kota Pekanbaru mendung dan hujan lebat,” katanya.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Cut Nyak Dhien, tepatnya disamping Perpustakaan wilayah Provinsi Riau dan kantor Gubernur Riau. Juga di Jalan Tuanku Tambusai depan Pasar Cik Puan.

Baca Juga:  Brimob Dirikan Tenda Darurat di Dua Kabupaten

Tampak genangan air menyebabkan pengendara motor harus melintas di dekat median jalan lantaran hampir sebagai besar badan jalan tertutupi dengan genangan air yang tak mampu mengalir ke parit dan drainase yang ada di sekitarnya.

Sejumlah pejalan kaki terpaksa melintasi genangan meskipun berisiko kecipratan air dari kendaraan yang lewat.

Wahyuni mengaku terpaksa menyeberangi sungai dadakan yang  ada di Pekanbaru itu lantaran ingin berkunjung ke perpustakaan yang ada di dekatnya.

Meskipun begitu dirinya sangat menyayangkan aliran drainase di jalan protokol itu tak bisa digunakan untuk mengatasi genangan air banjir, karena penuh dengan tumpukan sampah dan tersumbat didalam saluran pembuangannya.

”Merasa malu nggak sih kalau seperti ini? Pusat kota tapi banjir dan ini cuma karena sistem drainase tidak berjalan maksimal karena banyaknya sampah dan sumbatan tanah. Seharusnya ini menjadi prioritas utama pemerintah kota untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Forecaster on Duty Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru Indah DN menjelaskan, saat ini hampir sebagian besar wilayah Riau termasuk Kota Pekanbaru tengah memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sehingga kondisi cuaca di wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir ini terasa panas pada pagi hingga siang hari dan kemudian terjadi hujan pada sore hingga malam hari.(dof/ayi/yls)
Laporan TIM RIAU POS, Kota

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari