PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Selasa (14/4) siang kembali menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang, memperlihatkan masih lemahnya sistem drainase di berbagai wilayah.
Genangan air terlihat di sejumlah titik, salah satunya di Jalan KH Dahlan, Kecamatan Sukajadi. Air menutupi badan jalan hingga meluap ke sisi drainase yang berada di kiri dan kanan jalan.
Persoalan banjir dan genangan ini pun mendapat perhatian dari kalangan DPRD Pekanbaru. Apalagi, sebelumnya terjadi peristiwa tragis di mana seorang warga meninggal dunia setelah terseret arus luapan drainase di Perumahan Griya Sidomulyo, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Jumat (10/4).
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Andry Saputra, menegaskan bahwa banjir masih menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani pemerintah kota.
“Ke depan, kami berharap ada penataan kota secara bertahap agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan drainase menjadi keluhan utama masyarakat saat kegiatan reses. Keluhan tersebut tidak hanya datang dari kawasan jalan protokol, tetapi juga dari lingkungan permukiman warga.
Karena itu, Andry mendorong agar pembangunan dan perbaikan drainase dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terfokus di pusat kota saja.
“Drainase harus menjadi prioritas utama pembangunan tahun ini, selain infrastruktur jalan,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, turut menyoroti kondisi drainase di sepanjang Jalan Soekarno Hatta yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir berkepanjangan di kawasan Sidomulyo dan sekitarnya.
Menurutnya, tidak adanya saluran air di sisi kiri dan kanan jalan membuat air hujan tidak tertampung dengan baik, sehingga meluap ke permukiman warga.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan di kawasan tersebut sebelumnya tidak diiringi dengan penyediaan sistem drainase yang memadai.
Akibatnya, air yang seharusnya mengalir melalui saluran tepi jalan justru melimpah ke anak sungai di kawasan Sidomulyo dan kemudian masuk ke area perumahan warga.
“Perlu dibangun kembali parit di kiri dan kanan jalan karena saat ini drainase tersebut belum tersedia,” ujar Markarius.
Namun demikian, ia mengakui bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru tidak memiliki kewenangan langsung untuk membangun drainase di Jalan Soekarno Hatta karena statusnya merupakan jalan nasional.
Meski begitu, pihaknya telah berulang kali mengusulkan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar pembangunan saluran air di kawasan tersebut segera direalisasikan.
Markarius menilai, jika drainase di sepanjang jalur tersebut—terutama dari kawasan lampu merah Pasar Pagi Arengka—dapat dibangun, maka volume air yang mengalir ke permukiman warga akan berkurang secara signifikan.
Sebelumnya, peristiwa tragis menimpa seorang warga bernama Aryadi Garsidi yang terseret arus banjir di Jalan Garuda Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Jumat (10/4) malam. Korban ditemukan sekitar 8 kilometer dari lokasi awal dalam kondisi meninggal dunia.(*2)


