Rabu, 15 April 2026
- Advertisement -

Dewan Minta Semua Pihak Menahan Diri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Bentrokan yang terjadi di kompleks Sukaramai Trade Center (STC), melibatkan pedagang dengan security pengelola gedung PT MPP, Selasa (12/5) kemarin sangat disayangkan anggota DPRD Kota Pekanbaru.

"Ini hanya masalah komunikasi, ke depan jangan terjadi lagi," ungkap anggota Komisi II Arwinda Gusmalina.

Saran politisi PAN ini, di hari baik dan bulan baik, bulan Ramadan ini hendaknya menjadi perisai dan bisa menahan diri.

"Langkah yang baik dalam setiap mengeluarkan kebijakan dimulai dari musyawarah dan sosialisasi. Ini yang harus di kedepankan," katanya lagi.

Aksi kekerasan, dan kebrutalan yang dipertontonkan saat kejadian itu di yakini tidak akan menyelesaikan persoalan, dan dipastikan menimbulkan masalah lain.

Baca Juga:  Melintas di Jalan SM Amin, 1 Unit Travel Gelap Dikandangkan

"Saya juga sangat prihatin dengan adanya bentrokan itu," kata Arwinda.

Sebagaimana diketahui, bentrokan itu terjadi Selasa pagi, saat pedagang mulai memasang tenda di lahan parkir, melihat itu pengelola melalui security melakukan teguran hingga terjadi bentrokan lempar-lempar batu dan kejar-kejaran.

"Atas peristiwa ini, saya secara pribadi minta untuk semua pihak menahan diri. Yakin dan pasti ada cara lain yang lebih baik dan bisa diterima oleh semua pihak, tapi tidak dengan cara kekerasan," ungkap Politisi PAN ini.

Arwinda juga berharap agar persoalan ini, tidak melebar kemana, dan tidak terjadi lagi. Apalagi saat ini semua disibukkan dengan persoalan wabah pandemic corona, dan menjelang idul fitri.

Baca Juga:  Zul Asdi: Terpapar Asap Terus-menerus, Bisa Berujung Kematian

"Kita serahkan saja persoalan ini kepada pihak kepolisian," ujarnya berharap.

Namun untuk masalah pedagangnya, Arwinda akan mengkomunikasikan dengan internasl komisi II, dan tentu akan dilanjutkan kepada pihak Pemko. "Kami akan berkoordinasi internal dan akan panggil pengelola mengetahui apa masalah yang terjadi, termasuk berkoordinasi juga dengan Pemko," tuturnya.

Laporan: Agustiar
Editor: Arif

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Bentrokan yang terjadi di kompleks Sukaramai Trade Center (STC), melibatkan pedagang dengan security pengelola gedung PT MPP, Selasa (12/5) kemarin sangat disayangkan anggota DPRD Kota Pekanbaru.

"Ini hanya masalah komunikasi, ke depan jangan terjadi lagi," ungkap anggota Komisi II Arwinda Gusmalina.

Saran politisi PAN ini, di hari baik dan bulan baik, bulan Ramadan ini hendaknya menjadi perisai dan bisa menahan diri.

"Langkah yang baik dalam setiap mengeluarkan kebijakan dimulai dari musyawarah dan sosialisasi. Ini yang harus di kedepankan," katanya lagi.

Aksi kekerasan, dan kebrutalan yang dipertontonkan saat kejadian itu di yakini tidak akan menyelesaikan persoalan, dan dipastikan menimbulkan masalah lain.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ramadan di Balik Jeruji, Napi Salat Berjamaah di Samping Kepala Lapas

"Saya juga sangat prihatin dengan adanya bentrokan itu," kata Arwinda.

Sebagaimana diketahui, bentrokan itu terjadi Selasa pagi, saat pedagang mulai memasang tenda di lahan parkir, melihat itu pengelola melalui security melakukan teguran hingga terjadi bentrokan lempar-lempar batu dan kejar-kejaran.

- Advertisement -

"Atas peristiwa ini, saya secara pribadi minta untuk semua pihak menahan diri. Yakin dan pasti ada cara lain yang lebih baik dan bisa diterima oleh semua pihak, tapi tidak dengan cara kekerasan," ungkap Politisi PAN ini.

Arwinda juga berharap agar persoalan ini, tidak melebar kemana, dan tidak terjadi lagi. Apalagi saat ini semua disibukkan dengan persoalan wabah pandemic corona, dan menjelang idul fitri.

Baca Juga:  Dua Siswa SMAN 8 Pekanbaru Raih Prestasi Olimpiade Nasional

"Kita serahkan saja persoalan ini kepada pihak kepolisian," ujarnya berharap.

Namun untuk masalah pedagangnya, Arwinda akan mengkomunikasikan dengan internasl komisi II, dan tentu akan dilanjutkan kepada pihak Pemko. "Kami akan berkoordinasi internal dan akan panggil pengelola mengetahui apa masalah yang terjadi, termasuk berkoordinasi juga dengan Pemko," tuturnya.

Laporan: Agustiar
Editor: Arif

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Bentrokan yang terjadi di kompleks Sukaramai Trade Center (STC), melibatkan pedagang dengan security pengelola gedung PT MPP, Selasa (12/5) kemarin sangat disayangkan anggota DPRD Kota Pekanbaru.

"Ini hanya masalah komunikasi, ke depan jangan terjadi lagi," ungkap anggota Komisi II Arwinda Gusmalina.

Saran politisi PAN ini, di hari baik dan bulan baik, bulan Ramadan ini hendaknya menjadi perisai dan bisa menahan diri.

"Langkah yang baik dalam setiap mengeluarkan kebijakan dimulai dari musyawarah dan sosialisasi. Ini yang harus di kedepankan," katanya lagi.

Aksi kekerasan, dan kebrutalan yang dipertontonkan saat kejadian itu di yakini tidak akan menyelesaikan persoalan, dan dipastikan menimbulkan masalah lain.

Baca Juga:  Dua Siswa SMAN 8 Pekanbaru Raih Prestasi Olimpiade Nasional

"Saya juga sangat prihatin dengan adanya bentrokan itu," kata Arwinda.

Sebagaimana diketahui, bentrokan itu terjadi Selasa pagi, saat pedagang mulai memasang tenda di lahan parkir, melihat itu pengelola melalui security melakukan teguran hingga terjadi bentrokan lempar-lempar batu dan kejar-kejaran.

"Atas peristiwa ini, saya secara pribadi minta untuk semua pihak menahan diri. Yakin dan pasti ada cara lain yang lebih baik dan bisa diterima oleh semua pihak, tapi tidak dengan cara kekerasan," ungkap Politisi PAN ini.

Arwinda juga berharap agar persoalan ini, tidak melebar kemana, dan tidak terjadi lagi. Apalagi saat ini semua disibukkan dengan persoalan wabah pandemic corona, dan menjelang idul fitri.

Baca Juga:  Melintas di Jalan SM Amin, 1 Unit Travel Gelap Dikandangkan

"Kita serahkan saja persoalan ini kepada pihak kepolisian," ujarnya berharap.

Namun untuk masalah pedagangnya, Arwinda akan mengkomunikasikan dengan internasl komisi II, dan tentu akan dilanjutkan kepada pihak Pemko. "Kami akan berkoordinasi internal dan akan panggil pengelola mengetahui apa masalah yang terjadi, termasuk berkoordinasi juga dengan Pemko," tuturnya.

Laporan: Agustiar
Editor: Arif

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari