Sabtu, 5 September 2026
- Advertisement -

Diduga Akibat Himpitan Ekonomi, Pria Asal Inhu Tewas Gantung Diri

RIAUPOS.CO – Seorang pria bernama Arif Wahyudi (23), warga asal Desa Pasir Kelampanan, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Inhu ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri, Kamis (6/2) pagi. Pria yang bekerja sebagai sekuriti perumahan tersebut ditemukan tewas di dalam bedeng atau rumah kayu, di Jalan Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (6/2) pagi. 

”Diduga korban bunuh diri. Karena kami temukan dengan leher terikat dan lidah menjulur. Korban diduga menggunakan tali jemuran untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafni, kemarin.

Kompol Syafnil mengatakan, penemuan jasad korban bermula saat kecurigaan saksi Tarmizi yang merupakan teman seprofesi korban karena korban tidak datang bekerja.

Baca Juga:  BRGM Galakkan Penanaman Sagu di Meranti 

Kemudian, Tarmizi mengecek ke bedeng bekas, tempat korban tinggal dan menemukan korban sudah dalam keadaan sudah tidak bernyawa. ”Sesampainya di bedeng tersebut, pintu tidak terkunci dan saksi melihat korban sudah tidak bernyawa,” terang Kapolsek.

Diungkapkan Kapolsek, posisi korban saat ditemukan dalam kondisi leher terlilit tali, lidah menjulur keluar, menggunakan celana pendek, baju kaos hitam, tali sudah dalam keadaan terputus, dan dua ember cat berukuran kecil dan besar.

”Korban sudah bekerja sebagai sekuriti selama 10 bulan. Diduga korban mengakhiri nyawa dipicu masalah ekonomi. Kita sudah hubungi keluarga korban di Air Molek, Inhu. Dan pihak keluarga korban menyatakan tidak ingin dilakukan otopsi,” pungkas Kapolsek.(yls)

Baca Juga:  Ambil Langkah Antisipasi Kelangkaan Semen

Laporan DOFI ISKANDAR, Marpoyan Damai

 

RIAUPOS.CO – Seorang pria bernama Arif Wahyudi (23), warga asal Desa Pasir Kelampanan, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Inhu ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri, Kamis (6/2) pagi. Pria yang bekerja sebagai sekuriti perumahan tersebut ditemukan tewas di dalam bedeng atau rumah kayu, di Jalan Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (6/2) pagi. 

”Diduga korban bunuh diri. Karena kami temukan dengan leher terikat dan lidah menjulur. Korban diduga menggunakan tali jemuran untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafni, kemarin.

Kompol Syafnil mengatakan, penemuan jasad korban bermula saat kecurigaan saksi Tarmizi yang merupakan teman seprofesi korban karena korban tidak datang bekerja.

Baca Juga:  Tim Kukerta Terintegrasi Abdimas Unri Taja Workshop

Kemudian, Tarmizi mengecek ke bedeng bekas, tempat korban tinggal dan menemukan korban sudah dalam keadaan sudah tidak bernyawa. ”Sesampainya di bedeng tersebut, pintu tidak terkunci dan saksi melihat korban sudah tidak bernyawa,” terang Kapolsek.

Diungkapkan Kapolsek, posisi korban saat ditemukan dalam kondisi leher terlilit tali, lidah menjulur keluar, menggunakan celana pendek, baju kaos hitam, tali sudah dalam keadaan terputus, dan dua ember cat berukuran kecil dan besar.

- Advertisement -

”Korban sudah bekerja sebagai sekuriti selama 10 bulan. Diduga korban mengakhiri nyawa dipicu masalah ekonomi. Kita sudah hubungi keluarga korban di Air Molek, Inhu. Dan pihak keluarga korban menyatakan tidak ingin dilakukan otopsi,” pungkas Kapolsek.(yls)

Baca Juga:  Drainase Jalan Arifin Achmad Masih Terus Dikeruk

Laporan DOFI ISKANDAR, Marpoyan Damai

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Seorang pria bernama Arif Wahyudi (23), warga asal Desa Pasir Kelampanan, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Inhu ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri, Kamis (6/2) pagi. Pria yang bekerja sebagai sekuriti perumahan tersebut ditemukan tewas di dalam bedeng atau rumah kayu, di Jalan Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (6/2) pagi. 

”Diduga korban bunuh diri. Karena kami temukan dengan leher terikat dan lidah menjulur. Korban diduga menggunakan tali jemuran untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafni, kemarin.

Kompol Syafnil mengatakan, penemuan jasad korban bermula saat kecurigaan saksi Tarmizi yang merupakan teman seprofesi korban karena korban tidak datang bekerja.

Baca Juga:  Drainase Jalan Arifin Achmad Masih Terus Dikeruk

Kemudian, Tarmizi mengecek ke bedeng bekas, tempat korban tinggal dan menemukan korban sudah dalam keadaan sudah tidak bernyawa. ”Sesampainya di bedeng tersebut, pintu tidak terkunci dan saksi melihat korban sudah tidak bernyawa,” terang Kapolsek.

Diungkapkan Kapolsek, posisi korban saat ditemukan dalam kondisi leher terlilit tali, lidah menjulur keluar, menggunakan celana pendek, baju kaos hitam, tali sudah dalam keadaan terputus, dan dua ember cat berukuran kecil dan besar.

”Korban sudah bekerja sebagai sekuriti selama 10 bulan. Diduga korban mengakhiri nyawa dipicu masalah ekonomi. Kita sudah hubungi keluarga korban di Air Molek, Inhu. Dan pihak keluarga korban menyatakan tidak ingin dilakukan otopsi,” pungkas Kapolsek.(yls)

Baca Juga:  Anggaran Pencegahan Karhutla di BPBD Bertambah

Laporan DOFI ISKANDAR, Marpoyan Damai

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari