Senin, 18 Mei 2026
- Advertisement -

Forum Dosen Unri Peduli Demokrasi Sampaikan Maklumat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Forum Dosen Universitas Riau (Unri) Peduli Demokrasi menyampaikan maklumat untuk menjaga marwah demokrasi Indonesia di Lapangan Open Space Unri, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Senin (5/2). Aksi ini sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpolitikan di Indonesia.

Maklumat yang disampaikan di antaranya, meminta kepada Presiden dan semua pejabat pemerintah untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai etika dan moral dalam memimpin kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjadi panutan dan teladan rakyat.

Kemudian, meminta pemerintah beserta aparatur negara untuk selalu taat pada ketentuan hukum dan berlaku adil dalam penyelenggaraan pemilu sehingga mampu mewujudkan pemilu berintegritas yang hasilnya dipercaya rakyat.

Baca Juga:  Bertemu Kepala BKN, Wako Bahas Reformasi Sistem Kepegawaian

Selanjutnya, meminta komitmen Presiden untuk mewujudkan pemilu yang berasaskan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luberjuldil) sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang bermarwah.

Kemudian, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk berani menindak segala bentuk pelanggaran Pemilu agar terwujudnya Pemilu yang berintegritas.

Serta menyatakan Civitas Akademika Universitas Riau akan selalu berperan aktif dalam menjaga marwah Demokrasi Indonesia.

Presidium Forum Dosen Unri Peduli Demokrasi, Junaidi mengatakan, memperhatikan kondisi yang terjadi dalam praktik demokrasi dan pemilu di Indonesia saat ini, penyelenggaraan demokrasi dan pemilu cenderung belum secara utuh sesuai dengan nilai-nilai etika, moral, rasa keadilan, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga:  Bawaslu Beberkan Temuan Intimidasi hingga Mobilisasi

“Maka dari itu, maklumat ini murni tanpa ada kepentingan kepada pihak mana pun. Kami hanya ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah,” ujar Junaidi.

Ia menegaskan, KPU dan Bawaslu harus berani menegakkan ketentuan UU Pemilu sehingga hasil pemilu dapat dipercaya rakyat.

“Maka dari itu, agenda ini murni tanpa kepentingan kepada pihak manapun. Kami ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah,” tegasnya.(dof)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Forum Dosen Universitas Riau (Unri) Peduli Demokrasi menyampaikan maklumat untuk menjaga marwah demokrasi Indonesia di Lapangan Open Space Unri, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Senin (5/2). Aksi ini sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpolitikan di Indonesia.

Maklumat yang disampaikan di antaranya, meminta kepada Presiden dan semua pejabat pemerintah untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai etika dan moral dalam memimpin kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjadi panutan dan teladan rakyat.

Kemudian, meminta pemerintah beserta aparatur negara untuk selalu taat pada ketentuan hukum dan berlaku adil dalam penyelenggaraan pemilu sehingga mampu mewujudkan pemilu berintegritas yang hasilnya dipercaya rakyat.

Baca Juga:  Mahfud: Hormati Kebebasan Mimbar Akademik

Selanjutnya, meminta komitmen Presiden untuk mewujudkan pemilu yang berasaskan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luberjuldil) sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang bermarwah.

Kemudian, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk berani menindak segala bentuk pelanggaran Pemilu agar terwujudnya Pemilu yang berintegritas.

- Advertisement -

Serta menyatakan Civitas Akademika Universitas Riau akan selalu berperan aktif dalam menjaga marwah Demokrasi Indonesia.

Presidium Forum Dosen Unri Peduli Demokrasi, Junaidi mengatakan, memperhatikan kondisi yang terjadi dalam praktik demokrasi dan pemilu di Indonesia saat ini, penyelenggaraan demokrasi dan pemilu cenderung belum secara utuh sesuai dengan nilai-nilai etika, moral, rasa keadilan, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pastikan Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Berjalan Aman, Ini Pesan Kapolres Pelalawan

“Maka dari itu, maklumat ini murni tanpa ada kepentingan kepada pihak mana pun. Kami hanya ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah,” ujar Junaidi.

Ia menegaskan, KPU dan Bawaslu harus berani menegakkan ketentuan UU Pemilu sehingga hasil pemilu dapat dipercaya rakyat.

“Maka dari itu, agenda ini murni tanpa kepentingan kepada pihak manapun. Kami ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah,” tegasnya.(dof)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Forum Dosen Universitas Riau (Unri) Peduli Demokrasi menyampaikan maklumat untuk menjaga marwah demokrasi Indonesia di Lapangan Open Space Unri, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Senin (5/2). Aksi ini sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpolitikan di Indonesia.

Maklumat yang disampaikan di antaranya, meminta kepada Presiden dan semua pejabat pemerintah untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai etika dan moral dalam memimpin kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjadi panutan dan teladan rakyat.

Kemudian, meminta pemerintah beserta aparatur negara untuk selalu taat pada ketentuan hukum dan berlaku adil dalam penyelenggaraan pemilu sehingga mampu mewujudkan pemilu berintegritas yang hasilnya dipercaya rakyat.

Baca Juga:  DLHK Ambil Alih Pengangkutan Sampah Kontrak Pihak Ketiga Habis

Selanjutnya, meminta komitmen Presiden untuk mewujudkan pemilu yang berasaskan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luberjuldil) sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang bermarwah.

Kemudian, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk berani menindak segala bentuk pelanggaran Pemilu agar terwujudnya Pemilu yang berintegritas.

Serta menyatakan Civitas Akademika Universitas Riau akan selalu berperan aktif dalam menjaga marwah Demokrasi Indonesia.

Presidium Forum Dosen Unri Peduli Demokrasi, Junaidi mengatakan, memperhatikan kondisi yang terjadi dalam praktik demokrasi dan pemilu di Indonesia saat ini, penyelenggaraan demokrasi dan pemilu cenderung belum secara utuh sesuai dengan nilai-nilai etika, moral, rasa keadilan, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga:  Bertemu Kepala BKN, Wako Bahas Reformasi Sistem Kepegawaian

“Maka dari itu, maklumat ini murni tanpa ada kepentingan kepada pihak mana pun. Kami hanya ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah,” ujar Junaidi.

Ia menegaskan, KPU dan Bawaslu harus berani menegakkan ketentuan UU Pemilu sehingga hasil pemilu dapat dipercaya rakyat.

“Maka dari itu, agenda ini murni tanpa kepentingan kepada pihak manapun. Kami ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah,” tegasnya.(dof)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari