Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Sri Mulyani Sebut Covid-19 Badai yang Sangat Sempurna

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut wabah virus Covid-19 seperti badai yang sangat sempurna. Karena, pandemi ini telah memorak-porandakan segala sendi kehidupan mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

Sri Mulyani menuturkan, Covid-19 menyerang kinerja perusahaan hingga membuat investor saham panik. Harga saham merosot hingga nilai tukar berfluktuasi.

"Market bergejolak karena semua panik, saham merosot, SBN yield merosot, nilai tukar terguncang, semua jadi perfect storm bagi pengelola keuangan negara," ujarnya dalam acara virtual, Jumat (19/6).

Sri Mulyani juga mengungkapkan, aktivitas yang terhambat membawa pertumbuhan ekonomi dunia ke level negatif. Hal ini berimbas ke banyak negara termasuk Indonesia.

Baca Juga:  PLN Tebar Promo Tambah Daya Listrik dan Bagikan Merchandise Menarik di IIMS

"Dengan Covid-19 ada pembatasan sosial, ekonomi menurun. Dunia disebutkan perekonomiannya negatif," ungkapnya.

Bahkan badai ini telah membuat banyak negara maju terperosok ke jurang resesi. Namun, dia mengajak masyarakat bersyukur, sebab ekonomi Indonesia masih tumbuh positif pada kuartal-I.

"Namun kuartal-II kita alami tekanan kemungkinan dalam kondisi negatif," imbuhnya.

Badai Covid-19, kata dia, juga membuat pemerintah harus putar otak dalam mengeluarkan berbagai kebijakan. Pihaknya sendiri juga harus merevisi beberapa kali APBN tahun anggaran 2020.

Pemerintah pun telah menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 sebagai payung hukum langkah menyeimbangkan pengelolaan keuangan di tengah pandemi. "Bagaimana risikonya dimitigasi dan mulai pikirkan pemulihannya," tukasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Pelonggaran Kredit OJK Ringankan Beban Masyarakat

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut wabah virus Covid-19 seperti badai yang sangat sempurna. Karena, pandemi ini telah memorak-porandakan segala sendi kehidupan mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

Sri Mulyani menuturkan, Covid-19 menyerang kinerja perusahaan hingga membuat investor saham panik. Harga saham merosot hingga nilai tukar berfluktuasi.

"Market bergejolak karena semua panik, saham merosot, SBN yield merosot, nilai tukar terguncang, semua jadi perfect storm bagi pengelola keuangan negara," ujarnya dalam acara virtual, Jumat (19/6).

Sri Mulyani juga mengungkapkan, aktivitas yang terhambat membawa pertumbuhan ekonomi dunia ke level negatif. Hal ini berimbas ke banyak negara termasuk Indonesia.

Baca Juga:  ID Food Segera Impor Daging Sapi serta Gula

"Dengan Covid-19 ada pembatasan sosial, ekonomi menurun. Dunia disebutkan perekonomiannya negatif," ungkapnya.

- Advertisement -

Bahkan badai ini telah membuat banyak negara maju terperosok ke jurang resesi. Namun, dia mengajak masyarakat bersyukur, sebab ekonomi Indonesia masih tumbuh positif pada kuartal-I.

"Namun kuartal-II kita alami tekanan kemungkinan dalam kondisi negatif," imbuhnya.

- Advertisement -

Badai Covid-19, kata dia, juga membuat pemerintah harus putar otak dalam mengeluarkan berbagai kebijakan. Pihaknya sendiri juga harus merevisi beberapa kali APBN tahun anggaran 2020.

Pemerintah pun telah menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 sebagai payung hukum langkah menyeimbangkan pengelolaan keuangan di tengah pandemi. "Bagaimana risikonya dimitigasi dan mulai pikirkan pemulihannya," tukasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  BJB Solo Local Festival Dorong Generasi Muda Majukan Wirausaha

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut wabah virus Covid-19 seperti badai yang sangat sempurna. Karena, pandemi ini telah memorak-porandakan segala sendi kehidupan mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

Sri Mulyani menuturkan, Covid-19 menyerang kinerja perusahaan hingga membuat investor saham panik. Harga saham merosot hingga nilai tukar berfluktuasi.

"Market bergejolak karena semua panik, saham merosot, SBN yield merosot, nilai tukar terguncang, semua jadi perfect storm bagi pengelola keuangan negara," ujarnya dalam acara virtual, Jumat (19/6).

Sri Mulyani juga mengungkapkan, aktivitas yang terhambat membawa pertumbuhan ekonomi dunia ke level negatif. Hal ini berimbas ke banyak negara termasuk Indonesia.

Baca Juga:  11.172 Perusahaan Ajukan Izin Operasi Kala PSBB

"Dengan Covid-19 ada pembatasan sosial, ekonomi menurun. Dunia disebutkan perekonomiannya negatif," ungkapnya.

Bahkan badai ini telah membuat banyak negara maju terperosok ke jurang resesi. Namun, dia mengajak masyarakat bersyukur, sebab ekonomi Indonesia masih tumbuh positif pada kuartal-I.

"Namun kuartal-II kita alami tekanan kemungkinan dalam kondisi negatif," imbuhnya.

Badai Covid-19, kata dia, juga membuat pemerintah harus putar otak dalam mengeluarkan berbagai kebijakan. Pihaknya sendiri juga harus merevisi beberapa kali APBN tahun anggaran 2020.

Pemerintah pun telah menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 sebagai payung hukum langkah menyeimbangkan pengelolaan keuangan di tengah pandemi. "Bagaimana risikonya dimitigasi dan mulai pikirkan pemulihannya," tukasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Beri Diskon 20-50 Persen, Branding Voxfly Hadir di Planet Surf Pekanbaru

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari