Sabtu, 16 Mei 2026
- Advertisement -

Kartu Kredit Pejabat Pertamina Dihapus, Ini Alasannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan detil penghapusan fasilitas kartu kredit dewan direksi, komisaris, hingga manajer perusahaan.

Ahok menyebut penghapusan dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan.

"Kebijakan untuk penghematan saja. Astra group begitu besar saja tidak ada fasilitas kartu kredit perusahaan," jelasnya kepada di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Eks Gubernur DKI Jakarta ini menyebut fasilitas kartu kredit telah diberikan kepada pejabat Pertamina sejak lama. Sayangnya, ia tak merincikan sejak kapan fasilitas diberikan.

Ia menyebut penghapusan kartu kredit dapat menghemat pengeluaran Pertamina. Pasalnya, limit yang diberikan oleh perusahaan cukup besar.

"Yang saya dapatkan buat saya sebagai Komut dengan limit Rp30 miliar," ucapnya.

Baca Juga:  Ifthar Jama’i Keluarga Besar Al Izhar School

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan bahwa perusahaan bakal menghapus fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi, komisaris, hingga manajer.

Keputusan tersebut merupakan salah satu poin yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (14/6). 

Ia memastikan keputusan ini sudah disetujui oleh semua pihak, dari dewan direksi hingga komisaris tak ada yang menolak usulan penghapusan fasilitas kartu kredit.

"Secara lisan, para dekom (dewan komisaris, red) dan dewan direksi tidak ada yang keberatan di RUPS atau menolak usulan penghapusan kartu kredit korporasi," kata Ahok.

Tak hanya jajaran internal, Ahok menyebut Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah memberi rambu hijau atas rencana penghapusan kartu kredit tersebut.

Baca Juga:  Jumlah Penumpang Garuda Anjlok 20,6 Persen

"Itu teknik operasional. Prinsipnya Pak Menteri setuju, tetapi karena dalam RUPS diwakili surat kuasa, tidak spesifik bicara setuju," kata Ahok mengakhiri.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan detil penghapusan fasilitas kartu kredit dewan direksi, komisaris, hingga manajer perusahaan.

Ahok menyebut penghapusan dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan.

"Kebijakan untuk penghematan saja. Astra group begitu besar saja tidak ada fasilitas kartu kredit perusahaan," jelasnya kepada di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Eks Gubernur DKI Jakarta ini menyebut fasilitas kartu kredit telah diberikan kepada pejabat Pertamina sejak lama. Sayangnya, ia tak merincikan sejak kapan fasilitas diberikan.

Ia menyebut penghapusan kartu kredit dapat menghemat pengeluaran Pertamina. Pasalnya, limit yang diberikan oleh perusahaan cukup besar.

- Advertisement -

"Yang saya dapatkan buat saya sebagai Komut dengan limit Rp30 miliar," ucapnya.

Baca Juga:  Kepercayaan Pelanggan Tinggi, Permintaan Layanan Service Suzuki Meningkat

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan bahwa perusahaan bakal menghapus fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi, komisaris, hingga manajer.

- Advertisement -

Keputusan tersebut merupakan salah satu poin yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (14/6). 

Ia memastikan keputusan ini sudah disetujui oleh semua pihak, dari dewan direksi hingga komisaris tak ada yang menolak usulan penghapusan fasilitas kartu kredit.

"Secara lisan, para dekom (dewan komisaris, red) dan dewan direksi tidak ada yang keberatan di RUPS atau menolak usulan penghapusan kartu kredit korporasi," kata Ahok.

Tak hanya jajaran internal, Ahok menyebut Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah memberi rambu hijau atas rencana penghapusan kartu kredit tersebut.

Baca Juga:  Jumlah Penumpang Garuda Anjlok 20,6 Persen

"Itu teknik operasional. Prinsipnya Pak Menteri setuju, tetapi karena dalam RUPS diwakili surat kuasa, tidak spesifik bicara setuju," kata Ahok mengakhiri.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Bona Malwal (2)

Ditabrak dari Belakang

Salah Cangkul

Bang Yos

Lem Lalat

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan detil penghapusan fasilitas kartu kredit dewan direksi, komisaris, hingga manajer perusahaan.

Ahok menyebut penghapusan dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan.

"Kebijakan untuk penghematan saja. Astra group begitu besar saja tidak ada fasilitas kartu kredit perusahaan," jelasnya kepada di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Eks Gubernur DKI Jakarta ini menyebut fasilitas kartu kredit telah diberikan kepada pejabat Pertamina sejak lama. Sayangnya, ia tak merincikan sejak kapan fasilitas diberikan.

Ia menyebut penghapusan kartu kredit dapat menghemat pengeluaran Pertamina. Pasalnya, limit yang diberikan oleh perusahaan cukup besar.

"Yang saya dapatkan buat saya sebagai Komut dengan limit Rp30 miliar," ucapnya.

Baca Juga:  Jumlah Penumpang Garuda Anjlok 20,6 Persen

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan bahwa perusahaan bakal menghapus fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi, komisaris, hingga manajer.

Keputusan tersebut merupakan salah satu poin yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (14/6). 

Ia memastikan keputusan ini sudah disetujui oleh semua pihak, dari dewan direksi hingga komisaris tak ada yang menolak usulan penghapusan fasilitas kartu kredit.

"Secara lisan, para dekom (dewan komisaris, red) dan dewan direksi tidak ada yang keberatan di RUPS atau menolak usulan penghapusan kartu kredit korporasi," kata Ahok.

Tak hanya jajaran internal, Ahok menyebut Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah memberi rambu hijau atas rencana penghapusan kartu kredit tersebut.

Baca Juga:  Ada 42 Proyek Migas yang Sumbang 43,3 Miliar Dolar

"Itu teknik operasional. Prinsipnya Pak Menteri setuju, tetapi karena dalam RUPS diwakili surat kuasa, tidak spesifik bicara setuju," kata Ahok mengakhiri.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Bona Malwal (2)

Ditabrak dari Belakang

Salah Cangkul

Bang Yos

Lem Lalat

Trending Tags

Rubrik dicari