Minggu, 17 Mei 2026
- Advertisement -

Indonesia Jangan Sampai Tertular Resesi Singapura

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pihaknya akan menjaga kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional RI yaitu tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Hal itu dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam  mewaspadai resesi yang dialami oleh Singapura. Jangan sampai resesi di negara pulau itu berdampak ke Indonesia juga.

Sri Mulyani menjelaskan, resesi yang terjadi di Singapura lantaran ekonominya sangat bergantung pada perdagangan internasional. Sehingga, sepanjang wabah Covid-19 berlangsung di hampir semua negara, maka perdagangan pun terhenti. Hal itu yang berdampak pada perekonomian Singapura.

“Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor,” ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga:  Body Care Baru, Earth Love Life Hadir dengan Empat Varian

Sri Mulyani menyebut, pemerintah tentu mencermati resesi Singapura meskipun mesin utama perekonomiannya berbeda dari Indonesia. Ada pun strategi untuk mencegah tertularnya resesi yaitu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Salah satu upayanya yakni melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar enam klaster sekaligus. 

“Hari ini pemerintah menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,” tuturnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap dana yang dititipkan kepada perbankan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian agar dapat terhindar dari jurang resesi. 

“Makanya kita menggunakan penempatan dana pemerintah di perbankan dengan suku bunga rendah. Kita meluncurkan kredit yang diberikan jaminan sehingga antara bank dan korporasi terutama UMKM mereka segera pulih kembali, karena itu salah satu darah dari perekonomian, mesinnya, supaya bisa jalan lagi,” tukas Sri Mulyani.

Baca Juga:  Stimulus Listrik Kembali Diperpanjang

Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pihaknya akan menjaga kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional RI yaitu tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Hal itu dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam  mewaspadai resesi yang dialami oleh Singapura. Jangan sampai resesi di negara pulau itu berdampak ke Indonesia juga.

Sri Mulyani menjelaskan, resesi yang terjadi di Singapura lantaran ekonominya sangat bergantung pada perdagangan internasional. Sehingga, sepanjang wabah Covid-19 berlangsung di hampir semua negara, maka perdagangan pun terhenti. Hal itu yang berdampak pada perekonomian Singapura.

“Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor,” ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga:  Primes Asia Hadirkan Perawatan Kendaraan Valguz Auto Care

Sri Mulyani menyebut, pemerintah tentu mencermati resesi Singapura meskipun mesin utama perekonomiannya berbeda dari Indonesia. Ada pun strategi untuk mencegah tertularnya resesi yaitu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

- Advertisement -

Salah satu upayanya yakni melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar enam klaster sekaligus. 

“Hari ini pemerintah menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,” tuturnya.

- Advertisement -

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap dana yang dititipkan kepada perbankan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian agar dapat terhindar dari jurang resesi. 

“Makanya kita menggunakan penempatan dana pemerintah di perbankan dengan suku bunga rendah. Kita meluncurkan kredit yang diberikan jaminan sehingga antara bank dan korporasi terutama UMKM mereka segera pulih kembali, karena itu salah satu darah dari perekonomian, mesinnya, supaya bisa jalan lagi,” tukas Sri Mulyani.

Baca Juga:  Booking Service melalui Web dan Aplikasi Agung Toyota Dapat Oli Gratis

Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pihaknya akan menjaga kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional RI yaitu tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Hal itu dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam  mewaspadai resesi yang dialami oleh Singapura. Jangan sampai resesi di negara pulau itu berdampak ke Indonesia juga.

Sri Mulyani menjelaskan, resesi yang terjadi di Singapura lantaran ekonominya sangat bergantung pada perdagangan internasional. Sehingga, sepanjang wabah Covid-19 berlangsung di hampir semua negara, maka perdagangan pun terhenti. Hal itu yang berdampak pada perekonomian Singapura.

“Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor,” ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga:  Industri Perkapalan Hadapi Tantangan SDM

Sri Mulyani menyebut, pemerintah tentu mencermati resesi Singapura meskipun mesin utama perekonomiannya berbeda dari Indonesia. Ada pun strategi untuk mencegah tertularnya resesi yaitu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Salah satu upayanya yakni melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar enam klaster sekaligus. 

“Hari ini pemerintah menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,” tuturnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap dana yang dititipkan kepada perbankan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian agar dapat terhindar dari jurang resesi. 

“Makanya kita menggunakan penempatan dana pemerintah di perbankan dengan suku bunga rendah. Kita meluncurkan kredit yang diberikan jaminan sehingga antara bank dan korporasi terutama UMKM mereka segera pulih kembali, karena itu salah satu darah dari perekonomian, mesinnya, supaya bisa jalan lagi,” tukas Sri Mulyani.

Baca Juga:  Body Care Baru, Earth Love Life Hadir dengan Empat Varian

Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari