Sabtu, 13 April 2024

Dimintai Koyok

RIAUPOS.CO – ADI adalah seorang sopir truk balak yang biasa melintas di Jalan Koridor Langgam, Kecamatan Pangkalankerinci.

Saat dalam perjalanan, pria asal.Jawa Timur yang tinggal di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci ini dijegat oleh sejumlah anak-anak.

- Advertisement -

Karena penasaran dengan keinginan bocah-bocah cilik itu, Adi pun menghentikan laju truk yang dikemudikannya.

”Om, minta koyok, Om,” kata anak-anak yang masih usaia sekolah dasar itu.
Adi pun heran mendengar permintaan anak-anak itu.

”Lho, masih kecil kok pakai koyok? Sakit apa emangnya. Om nggak ada bawa koyok,” kata Adi.
Anak-anak itu pun terlihat bingung mendengar jawaban Adi.

- Advertisement -

”Nggak ada yang sakit kami, Om”.

”Terus kenapa minta koyok?” balas Adi.

Baca Juga:  Gagal Beli Mi Instan

Melihat ekspresi Adi yang bingung ketika dimintai koyok, salah seorang anak tersebut akhirnya menjelaskan koyok yang dimaksud.

Anak-anak itu menunjuk sebuah kendaraan yang berstiker.

”Kami bukan minta koyok untuk pereda sakit, Om. Tapi, koyok bergambar untuk kami tempel di buku dan mainan kami,” kata mereka.

Melihat itu, Adi pun langsung tertawa. ”Alamaaaak…!!! Stiker ternyata,” kata Adi dalam hati.

”Itu bukan koyok namanya, Nak. Tapi stiker. Om nggak punya stiker,” ujarnya lagi.

Adi pun akhirnya memberikan uang ke anak -anak itu untuk membeli stiker.(amn)

RIAUPOS.CO – ADI adalah seorang sopir truk balak yang biasa melintas di Jalan Koridor Langgam, Kecamatan Pangkalankerinci.

Saat dalam perjalanan, pria asal.Jawa Timur yang tinggal di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci ini dijegat oleh sejumlah anak-anak.

Karena penasaran dengan keinginan bocah-bocah cilik itu, Adi pun menghentikan laju truk yang dikemudikannya.

”Om, minta koyok, Om,” kata anak-anak yang masih usaia sekolah dasar itu.
Adi pun heran mendengar permintaan anak-anak itu.

”Lho, masih kecil kok pakai koyok? Sakit apa emangnya. Om nggak ada bawa koyok,” kata Adi.
Anak-anak itu pun terlihat bingung mendengar jawaban Adi.

”Nggak ada yang sakit kami, Om”.

”Terus kenapa minta koyok?” balas Adi.

Baca Juga:  Tak Jadi Ditilang Gara-Gara Nama Brigjen

Melihat ekspresi Adi yang bingung ketika dimintai koyok, salah seorang anak tersebut akhirnya menjelaskan koyok yang dimaksud.

Anak-anak itu menunjuk sebuah kendaraan yang berstiker.

”Kami bukan minta koyok untuk pereda sakit, Om. Tapi, koyok bergambar untuk kami tempel di buku dan mainan kami,” kata mereka.

Melihat itu, Adi pun langsung tertawa. ”Alamaaaak…!!! Stiker ternyata,” kata Adi dalam hati.

”Itu bukan koyok namanya, Nak. Tapi stiker. Om nggak punya stiker,” ujarnya lagi.

Adi pun akhirnya memberikan uang ke anak -anak itu untuk membeli stiker.(amn)

Berita Lainnya

THR yang Tak Dinanti

Salah Ambil Sandal

Terjaring Razia Pekat

Ditunggu, Ternyata Malah Tertidur

Telat Bangun Sahur

Lupa Puasa

Beli Beras

Diuji Motor Mogok

Hotspot di Tengah Laut

Hari Pertama Puasa

Gagal Makan

Sahur dengan Mi Rebus

Telat Bangun Sahur

Lupa Puasa

Beli Beras

Diuji Motor Mogok

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari