Selasa, 16 Juni 2026
- Advertisement -

Donor Darah Apheresis Diperlukan saat Musim Penghujan

PEKANBARU (RIAU POA. CO)  —  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru menyebut keperluan donor darah apheresis sangat ditunggu terutama memasuki musim penghujan.

Saat itu penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

‘’Itu tidak terlalu banyak. Cuma saat musim hujan  demam berdarah itu harus diantisipasi karena kemungkinan bisa terjadi,’’ ujar Ketua PMI Kota Pekanbaru M Noer kepada Riau Pos.

Proses pengambilan darah apheresis sendiri menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu. Seperti sel darah merah (trombosit), sel darah putih atau plasma darah. Menurut M Noer, komponen darah lain yang tidak diperlukan, akan dikembalikan ke tubuh si pendonor kembali.

Baca Juga:  Hari Pertama, SMPN 8 Pekanbaru Buat Kesepakatan untuk Disiplin Sekolah

‘’Atas rekomendasi dokter ada pasien yang memerlukan darah apheresis atau hemoglobin yang sangat rendah. Baru kami ambil tindakan,’’ ujarnya.

Satu kantong darah apheresis, lanjut M Noer, nilainya sama dengan sepuluh kantong darah biasa. Untuk satu kantong donor darah biasa harganya sekitar Rp340 ribu. Jadi, satu kantong darah apheresis bisa mencapai Rp3,4 juta. ‘’Setelah menerima donor ini, biasanya hb pasien naik,’’ ungkapnya.

Salah satu perbedaan antara donor biasa dengan donor apheresis ialah waktunya. Yang mana, donor biasa hanya memakan waktu delapan sampai sepuluh menit. Sedangkan donor apheresis bisa mencapai 80-90 menit atau 1,5 jam. ‘’Tentunya butuh fisik yang kuat dan kesiapan mental juga,’’ sambungnya.

Baca Juga:  Undercover Buy, Pengedar Narkoba Diringkus 

Donor darah tidak hanya soal orang tahu atau tidak, tetapi lebih pada keperluan pada oang yang sedang sakit.(*1)

PEKANBARU (RIAU POA. CO)  —  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru menyebut keperluan donor darah apheresis sangat ditunggu terutama memasuki musim penghujan.

Saat itu penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

‘’Itu tidak terlalu banyak. Cuma saat musim hujan  demam berdarah itu harus diantisipasi karena kemungkinan bisa terjadi,’’ ujar Ketua PMI Kota Pekanbaru M Noer kepada Riau Pos.

Proses pengambilan darah apheresis sendiri menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu. Seperti sel darah merah (trombosit), sel darah putih atau plasma darah. Menurut M Noer, komponen darah lain yang tidak diperlukan, akan dikembalikan ke tubuh si pendonor kembali.

Baca Juga:  Tiga Sapi di Riau Masuk Kriteria

‘’Atas rekomendasi dokter ada pasien yang memerlukan darah apheresis atau hemoglobin yang sangat rendah. Baru kami ambil tindakan,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Satu kantong darah apheresis, lanjut M Noer, nilainya sama dengan sepuluh kantong darah biasa. Untuk satu kantong donor darah biasa harganya sekitar Rp340 ribu. Jadi, satu kantong darah apheresis bisa mencapai Rp3,4 juta. ‘’Setelah menerima donor ini, biasanya hb pasien naik,’’ ungkapnya.

Salah satu perbedaan antara donor biasa dengan donor apheresis ialah waktunya. Yang mana, donor biasa hanya memakan waktu delapan sampai sepuluh menit. Sedangkan donor apheresis bisa mencapai 80-90 menit atau 1,5 jam. ‘’Tentunya butuh fisik yang kuat dan kesiapan mental juga,’’ sambungnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Lagi,  APHI  Riau Serahkan 150 Paket Sembako Melalui BPHP Wilayah III Pekanbaru

Donor darah tidak hanya soal orang tahu atau tidak, tetapi lebih pada keperluan pada oang yang sedang sakit.(*1)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAU POA. CO)  —  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru menyebut keperluan donor darah apheresis sangat ditunggu terutama memasuki musim penghujan.

Saat itu penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

‘’Itu tidak terlalu banyak. Cuma saat musim hujan  demam berdarah itu harus diantisipasi karena kemungkinan bisa terjadi,’’ ujar Ketua PMI Kota Pekanbaru M Noer kepada Riau Pos.

Proses pengambilan darah apheresis sendiri menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu. Seperti sel darah merah (trombosit), sel darah putih atau plasma darah. Menurut M Noer, komponen darah lain yang tidak diperlukan, akan dikembalikan ke tubuh si pendonor kembali.

Baca Juga:  Drainase Jalan Bangau Sakti Tersumbat

‘’Atas rekomendasi dokter ada pasien yang memerlukan darah apheresis atau hemoglobin yang sangat rendah. Baru kami ambil tindakan,’’ ujarnya.

Satu kantong darah apheresis, lanjut M Noer, nilainya sama dengan sepuluh kantong darah biasa. Untuk satu kantong donor darah biasa harganya sekitar Rp340 ribu. Jadi, satu kantong darah apheresis bisa mencapai Rp3,4 juta. ‘’Setelah menerima donor ini, biasanya hb pasien naik,’’ ungkapnya.

Salah satu perbedaan antara donor biasa dengan donor apheresis ialah waktunya. Yang mana, donor biasa hanya memakan waktu delapan sampai sepuluh menit. Sedangkan donor apheresis bisa mencapai 80-90 menit atau 1,5 jam. ‘’Tentunya butuh fisik yang kuat dan kesiapan mental juga,’’ sambungnya.

Baca Juga:  Perkuat Signal, Disdik Usul Bangun Tower Baru

Donor darah tidak hanya soal orang tahu atau tidak, tetapi lebih pada keperluan pada oang yang sedang sakit.(*1)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari