Minggu, 26 April 2026
- Advertisement -

Covid-19 Varian Delta Hambat Pemulihan Perekonomian

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  Permohonan Amesti Dosen Unsyiah kepada Presiden Disetujui DPR

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Golkar Usulkan Putra BJ Habibie Jadi Menteri Jokowi

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  Rio Rezeki, Terdakwa Sabu 19 Kg, Divonis Penjara Seumur Hidup

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

- Advertisement -

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

- Advertisement -

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Ketika Fashion dan Fotografi Berkelindan Secara Virtual saat Pandemi

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  Ketika Fashion dan Fotografi Berkelindan Secara Virtual saat Pandemi

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Jokowi Tegaskan Indonesia Tolak Sampah dari Luar Negeri

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari